ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
326


__ADS_3

"Ayah anak kita minta pangku ni" Yasmin menirukan suara anak kecil dan merayu Zie yang sedang cemberut.


"Anak Ayah mau di gendong?" Damar mendekat dan berniat menggendong Zie, tapi Zie melolak ia ingin Yasmin yang menggendongnya.


"Zie sama Bunda" Zie memeluk kaki Yasmin dengan erat.


Damar berjongkok dan ingin merayu Zie


"Zie ayo main kuda-kuda, Ayah jadi kuda terus Zie naik di pundak Ayah" Tawar Damar berharap Zie tertarik dan benar saja mata Zie berbinar ia terlihat bahagia dan langsung meminta di naikan ke punggung Damar, dengan cepat mama Sinta membantu Zie naik di punggung Damar.


"Siap?" Tanya Damar yang hendak berjalan.


"Beyom" Tutur Zie menunjuk Yasmin.


"Bunda aik tini" Pinta Zie yang menginginkan Yasmin ikut naik.


"Sayang Bunda nggak usah ya" Damar merinding membayangkan Yasmin dengan tubuh yang sangat gemuk naik ke punggungnya.


"Bunda tini" Pinta Zie dengan memaksa.

__ADS_1


"Bunda nggak usah ya nak" Yasmin bukan hanya kasian pada Damar bila ia naik tapi Yasmin juga takut jatuh dan kandungannya kenapa-napa.


"Ayo" Zie masih bersikeras memita Yasmin naik bersamanya.


"Bunda nggak kuat Zie, tuh lihat perutnya" Adam yang baru saja datang dan mendengar perdebatan itu lansung membatu untuk menjawab.


"Napa Om?" Tanya Zie menatap Adam yang sudah duduk bersama Sela yang baru saja sampai.


"Zie nggak lihat Bunda gemuk gitu gimana mau naik" Kata Adam.


"Bunda tangan banya mamam ya, biyal kuyus, tata Oma makan banya hayam" Zie mengajari Yasmin masalah halal dan haram.


Semua anggota keluarga menahan tawa mendengar Zie yang mengajari Yasmin, bocah itu sudah seperti orang dewasa sebab mama Sinta juga sudah mulai mengajari cucunya mengaji.


"Dengar tuh, anak kamu aja tau" kata Adam di selingi tawa.


"Zie Bunda itu bukan banyak makan makanan" Edo juga yang baru saja sampai mulai ikut bergabung, bersama Gita juga tentunya.


"Telus?" Zie bocah ingusan yang masih berusia hampir dua tahun itu terlihat banyak bertanya, sebab kini ia ingin tahu banyak hal di sekitarnya. Kadang Zie juga bertanya mengapa Yasmin menggunakan bra sedangkan Damar tidak, lalu pertanyaan berikutnya kenapa Yasmin dan Damar tidak mau tidur bersama opa Hardy dan oma Sinta nya, padahal Zie ingin tidur bersama Oma, Opa, Bunda juga sang Ayah.

__ADS_1


"Kebanyakan di kasih es krim, jadinya Bunda kamu gemuk" Jawab Edo yang langsung di lempar Damar dengan remot televisi.


"Mulut!" Damar menatap tajam Edo.


"Sakit banget" Edo dan Damar tidak akan berbicara kasar dan seenaknya bila ada anak kecil di antara mereka.


"Ayah jangan seling-seling kasih Bunda eskim ya, Zie aja nggak di kasih sama Oma makan eskim teyus" Kata Zie lagi yang menasehati Damar.


Mata Damar kini mengarah pada Edo, Edo membuang tatapannya ke lain arah sambil menahan tawa.


"Zie udah besal mau jadi apa?" Tanya Yasmin mengalih kan membicaraan dari pada mendengar Damar dan Edo bertengkar malah tidak baik ada Zie.


"Mau jadi istli" Jawab Zie lagi tanpa beban.


"Kebanyakan di kasih es krim, jadinya Bunda kamu gemuk" Jawab Edo yang langsung di lempar Damar dengan remot televisi.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2