
" Huek huek." Dengan cepat Yasmin berlari ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya karena ia takut mencium bau parfum Edo dan ia lebih memilih berjalan ke kamar dari pada ke dapur karena ia ingin merusak selera makan yang lain nya karena mendengar nya muntah muntah, padahal yang lain nya mengerti dengan keadaan Yasmin tidak akan ada yang akan mempermasalahkan.
" Ma memang nya bau parfum Edo aneh ya, padahal ini parfum yang biasa Edo pakai." Kata Edo sambil mencium bau tubuh nya.
" Yasmin lagi hamil kamu maklumi saja, orang hamil ya sensitif." Kata mama Sinta menjelaskan pada Edo karena Edi belum mengetahui kehamilan Yasmin.
" Hamil?." Tanya Edo.
" Iya?." Jawab mama Sinta.
" Wah Edo bakalan jadi papa." Kata Edo bahagia.
" Ya semoga saja kamu cepat dapat mama nya juga." Kata mami Ratih dengan jengkel nya.
" Ih mami apa sih." Kata Edo.
" Kapan Do? Mami juga pengen seperti mama Sinta yang punya cucu di rumah rame." Kata mami Ratih dengan nada tinggi di tambah wajah masam nya.
" Tuh ada Gita, kamu kenalan sama Gita dulu mana tahu jodoh." Ucap mama Sinta.
" Uhuk uhuk." Gita yang sedang makan tersedak, karena mendengar nama nya di sebut.
__ADS_1
" Minum nak." Mami Ratih memberi minum dan Gita menerima nya dengan cepat Gita minum air tersebut.
" Ayo kenalan dengan Gita?." Kata mami Ratih lagi.
" Edo." Ucap Edo sambil mengulurkan tangan nya pada Gita.
" Gita." Jawab Gita tanpa membalas uluran tangan Edo, ia hanya sedikit menundukkan kepala nya saja.
" Kamu saudara nya Yasmin." Tanya Edo.
" Tidak tuan, saya dokter kandungan dari rumah sakit milik tuan Hardy." Jawab Gita.
" Oh, Gita sudah punya pacar?." Tanya mami Ratih yang langsung to the point
" Mi lagi makan." Kata Papi Rian suami mami Ratih yang tiba tiba berbicara.
" Saya sudah menikah nyonya." Jawab Gita, ia berdiri dan mengangkat piring kotor nya dan pergi menuju dapur.
Semua mata di meja makan itu menantap tidak percaya kalau Gita sudah menikah, mami Ratih juga seorang dokter, karena ia tidak di ijinkan oleh papi Rian Bekerja, jadi ia di rumah saja untuk bersantai dan menghabiskan uang papi Rian.
Dan ia bisa tahu dari bentuk tubuh Gita jelas seperti wanita itu masih lajang, namun ia bingung mendengar ucapan Gita.
__ADS_1
" Apa mungkin ya?". Kata mama Sinta.
" Aku tidak yakin." Kata mami Ratih.
" Ma, mi Edo kebelakang dulu ya." Pamit Edo.
" Ya." Jawan mama Sinya.
" Ghani dan Gaffar makan yang banyak habis makan kita main ya." Ucap mami Ratih.
" Iya mami." Jawab ke Dua nya serempak. Sementara Edo yang sudah berada di dapur mulai mendekati Gita, ia tidak yakin kalau Gita sudah menikah, Gita yang mengetahui kehadiran Edo yang mengikuti nya mulai berjalan keluar melalui pintu dapur seolah olah ia tidak mengetahui kehadiran Edo di sana.
" Hay." Kata Edo pada Gita, saat Gita duduk di gazebo taman belakang.
" Ya tuan." Jawab Gita dengan sopan.
" Panggil Edo saja." Kata Edi dengan suara berat nya. Senja tidak menjawab ia hanya tersenyum canggung karena Edo duduk tepat di samping Gita
" apa benar kamu sudah menikah?." Tanya Edo.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...