ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
356


__ADS_3

"Kak Adam nggak usah ngomong gitu juga" Sela geram dan mencubit lengan Adam dengan kecang meluapkan segala ke kekesalannya.


"Aduh aduh aduh, sakit sayang" Adam menutup mata dan berusaha lepas dari jepitang kuku Sela yang masih tertancap setia di lengannya.


"Makanya ngomong yang bener, jangan suka asal" Sela melepaskan Adam dengan kesal.


"Nggak Damar, nggak Adam dua-duanya nggak ada yang beres" gerutu mama Sinta.


"Sayang kita bikin adik bayi yuk" kata Adam yang baru saja pulang dari kantor.


"Kakak apasih ngomong itu hati-hati, ini bukan di kamar" kesal Sela.


Semenjak Sela sudah bisa di tengok, Adam terus saja meminta haknya. Tak perduli siang atau pun malam yang jelas ia ingin lagi dan lagi. Bahkan saat ini Sela yang sedang menyirami bunga kesayangannya, Adam tiba-tiba datang dan langsung melingkarkan tangan di pinggang Sela lalu birbisik di telinga Sela tentang keinginannya.


"Nggak ada yang denger yang, kalau di sini juga nggak ada yang lihat" kata Adam yang melihat sekitar mereka memang tak ada siapa-siapa.


"Ish, apa sih" Sela mencubit tangan Adam yang masih melingkar di pinggangnya.


"Aduh sakit sayang" Adam melepas pelukannya karena cubitan Sela.

__ADS_1


"Sakit banget tau yang" Adam berusaha mencari perhatian seolah ia kini merasa sangat kesakitan.


"Alah lebay" tutur Sela sebab ia yakin kalau cubitannya tak separah keadaan Adam saat ini yang seolah Adam sangat kesakitan.


"Sakit banget loh yang, Kakak serius" kata Adam yang ingin membuat Sela khawatir padanya agar lebih mudah pula mendapatkan ke inginannya.


"Bentar Kak" Sela mengambil ponselnya dari saku celana dan terlihat ia mulai mencari sesuatu di sana.


"Sayang kamu ngapain?" tanya Adam bingung.


"Mau telpon ambulance, buat bawa Kakak ke rumah sakit soalnya parah banget tangannya" jawab Sela hingga membuat Adam terkejut.


"Sayang kamu apa sih" Adam malah terkekeh melihat kelakuan Sela, dengan cepat Adam merebut ponsel sang istri.


"Kamu jail banget sih, pake panggil ambulance segala" jawab Adam yang kini sibuk mengotak atik ponsel sang istri.


"Kakak ngapain sih sama ponsel Sela?" tanya Sela berpura-pura bingung, padahal ia tau suaminya itu kini sedang melakukan razia pada ponselnya.


Adam bukan tidak percaya pada sang istri, hanya saja ia tidak mau semua kesalahannya dulu terulang kembali dan dalam rumah tangga mereka tidak ada peluang orang ketiga sedikit pun untuk bisa menghancurkan rumah tangga yang mereka bangun.

__ADS_1


"Kakak lagi pacaran sama ponsel kamu" kata Adam terkekeh, ia pun merasa aneh dengan jawabannya sendiri.


"Ahahahaha" Sela menyemprotkan air selang yang tadinya ia gunakan untuk menyiram bunga pada Adam.


"Basah yang" teriak Adam sambil tertawa lepas melihat sang suami basah-basahan.


Sementara bunda Lesti yang kini berdiri tidak jauh dari keduanya tersenyum bahagia, bunda Lesti sangat terharu dengan keharmonisan rumah tangga sang putri bersama suami yang sangat mencintainya. Kini bunda Lesti tidak lagi merasa khawatir dengan rumah tangga putrinya yang di hiasi penuh cinta itu.


"Ahahahahaa, Sela mandiin Kakak biar Kakak bersih terutama otak kakak yang kotor itu harus segera Sela bersihin" seloroh Sela.


"Kamu nakal ya" Adam merebut selang di tangan Sela lalu berbalik menyemprot Sela dengan air.


"Kakak, Sela basah" teriak Sela yang masih terus di guyur air oleh sang suami tercintanya itu.


"Ahahaha" Adam tertawa lepas melihat sang istri basah kuyup.


Namun tiba-tiba Sela memegang kepalanya dan tubuhnya terjatuh di tanah, wajah Adam memucat dan ia panik seketika.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2