
"Al, serahin dua kunyuk ini sama gue aja, lo tangani bajing-an itu aja!" tukas Mario seraya meninju rahang salah satu dari dua orang itu. Sebelum melangkah ke arah bos dari kedua orang itu, Alfi lebih dahulu menendang perut orang yang hendak memukul Mario dari belakang.
Setelah melihat nya tersungkur, Alfi langsung membalik badan dan mendarat kan satu tinju nya tepat ke hidung pria yang tadi hendak melecehkan Azura.
Aaargh...
Orang itu terhuyung ke belakang akibat tinju yang begitu keras hingga membuat hidung nya berdarah.
Tak ingin tubuh Azura jadi santapan mata orang-orang yang ada di situ, Alfi melepaskan kemeja yang membalut tubuh nya dan menutupi nya ke tubuh setengah telan*jang Azura lalu memberikan kecupan sekilas di pelipis nya.
Dengan amarah yang kian menggelegak, Alfi membalik tubuh nya menghadap pria tadi yang sedang menatap nya. Melihat kondisi Azura yang seperti itu, membuat amarah nya tak terbendung lagi. Ia pun segera melangkah kan kaki nya menuju pria tadi.
__ADS_1
"Kau lagi" desis pria itu saat menyadari yang menghajar nya adalah pria yang sama yang membuat nya harus meringkuk di penjara tempo hari.
"Dasar bajing-an!" umpat nya marah sambil menyeka darah yang mengucur dari hidung nya.
"Kau lah yang bajing-an. Apa yang kau lakukan pada istriku, hah!" teriak Alfi murka.
Tak terima, pria itu pun ikut maju hendak menghantam kan tinjuan balasan, tapi dengan tangan kiri nya Alfi berhasil menepis tinju itu dan mencengkram pergelangan tangan nya kemudian mematahkan nya hingga orang itu menjerit kesakitan. Belum puas, Alfi segera menendang perut lelaki itu hingga tersungkur. Saat pria itu coba bangkit lagi, Alfi melakukan tendangan memutar tepat di leher pria itu membuat nya benar-benar tersungkur tak berdaya. Mungkin leher nya telah patah saat ini akibat tendang itu. Tapi itu belum seberapa dengan apa yang kini di alami Azura dan Angkasa yang masih meringkuk ketakutan. Bahkan ia tak mengangkat wajah nya sedikit pun, malah mungkin tak menyadari kedatangan Alfi karena saat itu mulut nya hanya menggumamkan kalimat 'om Alfi, mama, papa, tolong Angkasa dan Tante Rara!'
Masih dengan tatapan setajam elang, Alfi maju dan menginjak kejantanan pria itu dengan amarah yang berkobar. Pria ini mencoba melecehkan istri nya, bukan? Jadi sudah sepantas nya ia memberikan pelajaran yang tak bisa pria itu lupakan seumur hidup agar ia menyadari segala perbuatan nya. Memperkosa lalu membunuh korban nya, ia tak bisa membayangkan bila hal itu terjadi pada Azura, istri nya. Walaupun nyawa di balas nyawa apakah bisa mengembalikan seseorang yang telah tiada?
Alfi bersyukur ia tidak benar-benar terlambat menyelamat kan Azura. Namun tetap saja, apa yang menimpa Azura merupakan akibat kelalaian nya. Andai ia tidak meninggalkan istri dan keponakan nya di taman, tentu hal buruk seperti ini tak kan terjadi.
__ADS_1
Alfi menginjak bagian kejantanan pria kurang ajar itu dengan hati yang panas bergelora. Kaki nya memang berada di atas milik pria itu, tapi tatapan nya terpaku pada Azura yang tengah tak sadarkan diri. Melihat wajah Azura yang babak belur dan tubuh nyaris telanjang, membuat api amarah itu kian berkobar hingga tanpa sadar ia menginjak kejantanan pria itu sekuat tenaga. Pria itu pun menjerit kesakitan kemudian tak sadarkan diri.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak
__ADS_1