
Adam melihat tangan Damar terluka, Adam keluar dari sana untuk mengambil kotak P3K.
Lalu setelah itu Adam kembali ke toilet untuk mengobati luka tangan Damar. Damar diam saja, namun air mata nya terlihat menetes.
Damar belum pernah merasa sehancur ini di dalam hidupnya.
Bahkan saat Celin dulu meninggalkan nya, Damar masih bisa berfikir dengan jernih, tapi saat dengan Yasmin, Damar sudah menjadi seperti orang yang kehabisan akal sehat.
" Sayang." Tiba tiba Celin datang.
Dengan cepat Damar menghapus air mata nya dengan kasar, dan Damar mulai berdiri, lalu mata Celin melihat tangan Damar yang di perban, Celin sangat bingung tentu nya.
" Sayang tangan kamu kenapa?." Tanya Celin.
" Tuan hanya mengalami kecelakaan kecil tadi nyonya." Jawab Adam. Adam sengaja menjawab pertanyaan Celin, karena Damar hanya diam saja, dan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan istri itu.
Dan Adam pun ingin menolong bos nya, kalau pun tahu biarlah Damar sendiri yang mengatakan dan bukan dari mulut orang lain.
__ADS_1
" Oh." Ucap Celin.
" Sayang sekarang waktu nya dansa." Ucap Celin lagi.
Celin menarik tangan Damar, tapi Damar diam saja tidak bergerak dengan wajah datar nya.
" Sayang Ayo." Ucap Celin lagi. Damar mengikuti Celin dengan terpaksa, Damar sudah seperti orang bodoh yang kehilangan akal, Celin terus membawa Damar kembali melanjutkan pesta itu.
" Damar kamu dari mana?." Tanya mama Sinta.
" Toilet." Jawab Damar singkat.
Mama dan papa, mami dan papi, Celin dan Damar, pasti nya ada satu pasangan yang ikut dalam dansa tersebut siapa lagi kalau bukan Yasmin dan Edo.
Yasmin sebenar nya menolak untuk berdansa dengan Edo.
Tapi mama Sinta dan mami Ratih memaksa nya, dan kalau dua orang itu berkata sudah tidak ada satu pun mereka bisa menolak nya.
__ADS_1
Lampu sudah di matikan, cahaya di sana mulai redup, hiyasan lampu berkelap kelip terlihat indah menghiasi tempat dansa itu, suasana romantis jelas sekali mendukung saat uni, musik mulai di putar dengan alunan yang sangat merdu, semua pasangan mulai berdansa dengan pasangan nya masing masing.
Damar sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pesta itu, Damar pergi meninggalkan Celin yang memanggil nama nya, ia tidak perduli lagi dengan pesta itu, atau pun dengan Celin, yang ia butuh kan saat ini ada ketenangan.
Damar mulai membuka pintu mobil nya, tapi dengan cepat Adam mengambil kunci mobil yang ada di tangan Damar, Damar menatap tajam pada Adam karena sudah berani menghalangi nya.
" Kamu!!!!." Seru Damar dengan mengeratkan gigi nya.
" Saya yang mengemudikan tuan, silahkan duduk saja." Adam membuka pintu penumpang untuk Damar. Damar tidak bicara, ia langsung masuk dan duduk dengan menunduk sambil menarik kuat rambut nya.
Adam sengaja melakukan itu, karena Adam tahu Damar sedang emosi, ia takut Damar akan lepas kendali, dengan mengemudikan kecepatan tinggi, maka dari itu Adam melarang Damar mengemudi, dari pada ia melepaskan Damar mengemudi sendiri saat perasaan kacau.
Damar begitu terlihat seperti orang yang sedang menahan rasa sakit di dalam dada nya, bagaimana tidak, Yasmin adalah istri nya tapi ia tidak bisa berbuat apa apa untuk istri ke dua nya itu.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...