ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
204


__ADS_3

"Semuanya udah ya, mohon mengerti saya sangat lelah" terlihat wajah Yasmin yang sangat lelah dan tidak kuat walaupun hanya berdiri.


"Iya mbak, makasih ya Mbak Wijaya" ucap mereka semua.


"Iya" Damar mengangkat tubuh Yasmin ala bridal style, hingga kini ia mendudukkan Jasmine di dalam mobil dan ia juga ikut masuk.


"Capek?" Damar tersenyum dan mengacak rambut Yasmin, Yasmin hanya tersenyum matanya sudah sangat mengantuk. Yasmin sudah tertidur pulas tidak tahu lagi apa yang dibicarakan Damar matanya sudah tidak bisa lagi diajak kompromi, gambar melirik sekilas dan tangannya mengelus-elus perut Yasmin.


"Jangan nakal ya nak kasihan bunda kecapean" ucap Damar sambil terus mengemudikan mobilnya, membeli jalanan yang terlihat sepi karena malam sudah sangat larut.


Keesokan harinya.


******


"Sel beliin martabak dong" pinta Yasmin pada Sela.


"Iya boleh tapi aku pergi sama siapa, hari panas banget Yas. Nggak kuat aku naik motor" jawab Sela.


"Adam kamu mau kan antar Sela, beliin martabak" pinta Yasmin pada Arman.


Saat ini Yasmin, Sela, Arman dan Damar memang duduk di gazebo. Sela sudah dari pagi berada di rumah Yasmin, sedangkan Damar dan Adam baru sampai beberapa menit yang lalu.


"Ogah, ngga mau gue" ketus Sela.


"Adam!" Yasmin manaik turunkan kedua alis matanya menggoda Adam.

__ADS_1


"Ayo" Adam mulai bangun dari duduknya dan berjalan duluan menuju mobil.


"Sela buru!" Yasmin yang sudah bekerjasama dengan Arman mulai memaksa Sela.


"Yas si Adam aja yang lo suruh, nggak usah sama gue kan" Sela merasa tidak suka kalau harus berdekatan dengan Adam.


"Sel, gue pengennya lo yang beliin sama Adam" Yasmin terus berusaha melanjutkan misinya karena kalau isinya gagal Adam akan menceritakan rahasia saat dulu bekerjasama dengan Adam. Jadi Yasmin terus berusaha agar ia tidak merasa malu jika Damar tahu kelakuan konyol yang pernah ia lakukan demi membuat Damar bertekuk lutut padanya.


"Yas" Sela terus melas agar Yasmin membatalkan keinginannya yang menurut Sela sangat konyol.


"Sel lo mau ponakan lo ngences?" Yasmin mulai mengeluarkan senjata ampuhnya.


"Ngga" ucap Sela menggeleng dengan berat hati.


"Ya udah" ketus Sela dengan terpaksa berjalan keluar dan menuju mobil Adam.


"Sayang kamu kenapa gitu?" Tanya Damar yang kini hanya tinggal berdua saja dengan Yasmin.


"Hehehe, kasihan Adam mas. Adam tuh udah ngebet banget sama Sela" memang itulah sebenarnya, kalau tidak Adam pasti akan mengancam Yasmin menggunakan aib Yasmin di jaman dulu.


Damar merapikan rambut Yasmin. "Kamu baik banget yang mau bantuin si bujang lapuk itu" Damar merasa ada sesuatu antara Adam dan Yasmin, karena ia bisa melihat Adam dengan mudahnya menggunakan Yasmin sebagai alat membuat Sela dekat dengannya.


Yasmin tidak tau harus menjawab apa, Yasmin dibuat gelagapan sendiri oleh Damar.


"Mas kita kan harus saling tolong menolong" Yasmin berusaha tetap tenang di hadapan Damar. Damar mendekatkan wajahnya pada Yasmin.

__ADS_1


"Yakin?" Nomor terus saja ingin tahu. Dirinya saja selalu kalah dengan sang istri, lalu apa mungkin Yasmin bisa dengan mudah dijadikan Adam alat.


Pipi Yasmin mendadak merah.


"Mas apa sih" Yasmin mendorong wajah Damar yang terus mendekat padanya.


"Ya udah mas percaya, tapi mas masih penasaran sih" Di waktu yang sama dan tempat berbeda.


"Apa!!!" Ketus Sela saat Adam terus mencuri pandang padanya. Adam tersenyum samar melihat wanita yang duduk disampingnya.


Keduanya sudah resmi berpacaran, namun anehnya keduanya tidak seperti orang pacaran pada umumnya. Dan bagaimana bisa disebut pacaran, cara jadian nya saja sudah cukup aneh. Pasalnya Sela dengan terpaksa menerima Adam, karena itu imbalan Adam saat ada menolongnya pada malam itu.


"Nggak usah liat-liat gue" ujar Sela dengan setengah berteriak.


Citttt!.


Adam mengerem mendadak, Sela merasa takut dan mengelus-elus dada. Lalu menatap Adam sambil berteriak.


"Heh lo bisa nyetir ngga sih" teriak Sela tepat depan wajah Adam.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2