ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
259


__ADS_3

Mama Sinta dan papa Hardy juga tidak mau kalah, Papa Hardy menaik turunkan alis matanya pada Mama Sinta. Mama Sinta mengerti Papa Hardy memberi nya kode untuk berdansa.


"Yuk" mama Sinta memeluk Papa Hardy dengan cepat. Sementara Mami Ratih hanya diam saja karena papi Rianda tidak akan mau bila diajak berdansa.


"Pi ayo" Mami Ratih memelas dihadapan papi Rian, berharap sang suami mau ikut berdansa seperti yang lainnya.


"Kita udah tua malu mi" papi Rian terkekeh melihat wajah kesal sang istri.


"Papi lihat itu" Mami Ratih menunjuk mama Sinta dan papa Hardy yang sudah berdansa.


"Mbak Sinta sama Mas hardy juga udah tua tapi mereka masih seperti anak muda" kesal Mami Ratih.


"Kita dansa di kamar saja" kata papi Rian menarik tangan Mami Ratih menuju kamar.


"Papi dansa ya disini bukan di kamar" gerutu Mami Ratih.


"Besok papi ke luar negeri mi, jadi kita dansa ala-ala kita saja" papi Rian malah mengangkat tubuh istrinya menuju kamar, memang malam ini mereka semua akan menginap di hotel milik keluarga Wijaya.


Sementara Sela merasa gemetar saat tangan ada melingkar di pinggangnya, untuk hari ini Sela menjadi gadis anggun dan tidak banyak bicara.

__ADS_1


"Apa kau lelah?" Tanya Adam tepat di telinga Sela membuatnya merasakan deru hangatnya nafas sang suami seketika membuat Sela mermang.


"Sedikit" jawab Sela.


"Mau istirahat?" Tanya Adam lagi.


"Boleh" Sela juga sangat lelah kalau memang ia dibolehkan maka ia ingin sekali istirahat.


"Ayo saya antar" ucap Adam.


"Eh sabar, tamu masih banyak" kata Damar yang berbisik di telinga Adam, sebab ada melewati damar dan Yasmin yang sedang berdansa.


"Yuk" Adam membawa Sela pergi ke kamar untuk istirahat.


"Au" Sela yang tidak biasa memakai high heels tersandung dan hampir terjatuh tapi dengan cepat Adam menangkapnya.


"Kamu kenapa?" Tanya Adam.


"Aku hanya hanya lelah jadi tidak fokus saat berjalan lagi pula sepatuku terlalu tinggi" jawab Sela.

__ADS_1


Sela terpaksa memakainya sebab mama Sinta dan Mami Ratih yang memaksa, Sela yang bertubuh pendek bahkan hanya sedada Adam saja yang akhirnya membuat mama Sinta ingin membuat Sela sedikit tinggi.


"Bisa jalan?" Tanya Adam.


"Bisa" jawab Sela dengan tangannya melepas high heels putih yang ia pakai.


Tapi Sela merasa tubuhnya melayang saat tangan kekar Adam mengangkatnya, dengan reflek Sela melingkarkan kedua tangannya di leher Adam. Sela hanya diam dengan menunduk, ia tidak berani menatap bola mata Adam. Untuk hari ini keduanya sangat akur, Sela pun hanya menerima apapun yang dilakukan Adam tanpa bantahan.


Hari ini Sela memang sedang sangat kacau dan tidak karuan hingga ia berubah diam.


"Uam" Sela merasa sangat mengantuk sementara Adam kembali ke pesta yang masih berlangsung sebab para tamu masih banyak di sana. Apalagi Adam adalah orang nomor dua di perusahaan keluarga Wijaya, sehingga semua orang sangat mengenalnya dengan baik. Adam bukan tidak bisa membangun perusahaan sendiri, pundi-pundi rupiah yang dimiliki Adam sudah lebih dari cukup kalau hanya untuk membuka usaha.


Namun Adam tidak melakukan itu, sebab ia merasa berhutang Budi pada Papa Hardy sang ayah angkat yang sudah menjadikannya sukses dan juga papa Hardy yang sudah membuatnya berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga S3 bersama Damar.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


.......


__ADS_2