
"Sela potong" Sela menujukan tangannya pada Adam seolah ia tengah memotong lolipop itu.
"Kalau lolipopnya di potong mau di apain" seloroh Adam.
"Sela jadiin gantungan kunci" jawab Sela yang membuat Adam merinding.
Malam ini Adam tak tidur sama sekali, sebab ia menunggu hari esok tiba karena sebentar lagi bulan suci ramadhan jadi tidak boleh di sia-siakan detik-detik ini sebab nantinya sudah tidak boleh melepas puasanya di siang hari, jadi Adam tidak mau terlewat satu detik pun.
"Kakak belum tidur" Sela yang terbangun di tengah malam melihat sang suami yang sedang menatapnya menjadi bingung, ia dapat memastikan jika Adam belum tidur sama sekali sebab mata Adam masih segar.
__ADS_1
"Kakak lagi liatin jam" jawab Adam dengan telunjuknya mengarah pada jam dinding berukuran sangat besar di kamar itu.
"Buat apa jam di liatin" Sela bingung mengapa suaminya seaneh ini, jam? Untuk apa jam terus-terusan di perhatikan begitulah yang Sela pikirkan saat ini.
Sela tak perduli ia balik memunggungi Adam, hari masih gelap dan di tengah malam begini hanya ada kantuk saja. Sela tak mau ambil pusing dengan keanehan sang suami tercintanya itu sama sekali, hingga kini jam menunjukan pukul tiga pagi Sela berbalik untuk memeluk sang suami namun mata Sela terbuka lagi dan melihat Adam masih setia melihat jam dinding.
"Kakak, belum tidur?" Sela bertanya dengan mata tertutup sebab masih sangat mengantuk, bahkan ia sudah tak mendengar jawaban Adam.
"Sela pengen masak deh" gumam Sela, ia memakai pakaiannya dan setelah mengeringkan rambut pendeknya ia keluar dari kamar. Kamar Adam dan Sela terletak di lantai satu sebab Adam yang lama tinggal di apartemen dalam ketinggian sudah malas dengan ketinggian.
__ADS_1
Sela selesai masak dan sudah di tata di meja makan di bantu oleh ART, tidak tanggung-tanggung Adam memperkerjakan 15 pekerja di rumah besarnya itu dengan berbagai tanggung jawab nya masing-masing. Sebab ia tak mau jikalau Sela mengerjakan apa-apa sendiri di tambah lagi bunda Lesti. Bunda Lesti memang tinggal bersama Adam dan Sela meski awalnya bunda Lesti menolak karena merasa malu tapi Adam memaksa, sebab Adam kasihan pada bunda Lesti yang tinggal sendirian di rumah. Bahkan Adam mengosongkan sedikit lahan bagian belakan rumahnya untuk bunda Lesti berkebun, sebab itu adalah hoby bunda Lesti yang dapat mengusir kejenuhannya.
"Sela kamu masak Nak?" Bunda Lesti yang baru saja menyirami tanamannya kini berada di dapur dan melihat Sela menata makanan di meja.
"Iya Bunda, makan yuk" Sela tersenyum bangga atas apa yang sudah ia lakukan.
"Kamu jangan bikin Adam marah, kamu tau kan Bunda aja kemarin cuci piring pas Adam lihat semua pekerja kena imbasnya kasihan tau Nak kalau ART jadi korban" bunda Lesti ingat saat kemarin di mana semua ART terancam di pecat semua hanya karena bunda Lesti mencuci piring, padahal itu keinginan bunda Lesti sendiri.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...