
" Benar kamu Bukan orang biasa sayang, aku harus bisa menyelidiki siapa kamu sebenarnya." Ucap Langit dalam hati.
"Baik, kerjakan saja apa yang telah saya tugas kan ke kamu, kalau mereka minta kalung nya, kasih kan mereka saja, tapi ingat beri mereka sebuah perjanjian hitam di atas putih, saya tidak mau kalau sampai kalung itu hilang." Ucap Langit
"Tapi pak, mereka tidak minta uang." Ucap Beni dengan hati hati.
"Maksud kamu?." Tanya Langit dengan mata menyelidik.
"Em.. mereka minta saham Yang ada di perusahaan kita 50% pak, karena yang membuat kalung ini orang nya telah tiada, dan toko perhiasan saat ini di kendalikan oleh ahli warisnya dan dia orang nya tamak pak." Ucap Beni dengan hati hati, agar ia tidak kena imbas dari Langit.
"Brengsek mereka! Buat kan janji untuk ketemu dan kalau bisa dalam Minggu Minggu ini" Ucap Langit.
"Baik Pak, akan saya sampaikan" Jawab Beni.
"Baik lah terima kasih Ben, kamu boleh pergi" Ucap Langit.
"Baik Pak, saya permini" Jawab Beni lalu pergi meninggalkan ruangan atasan nya.
"Benar kamu bukan orang biasa sayang, aku harus bisa menyelidiki siapa kamu sebenarnya" Ucap Langit dalam hati.
"Ada apa mas?" Tanya Zie yang melihat suami nya seperti melamun.
"Oh engga, ini si Beni ngasih tau kalau besok ada meeting lagi" Langit yang berusaha tenang lalu bergegas menyembunyikan kalung yang di berikan Beni barusan.
"Ohh.. Oiya mas, pulang yukk. Aku udah bosen banget nih" Ucap Zie yang langsung merangkul pundak Langit.
__ADS_1
"Nah kan, apa aku bilang. Kamu pasti bosen kalau nemenin aku kerja" Jawab Langit dengan mencubit gemas hidung Zie.
"Ih mas sakit tau" Ucap Zie seraya memukul tangan suami nya.
"Ya udah ayo, tapi mas masih ada lembur nanti. Jadi mas anterin kamu pulang aja ya, terus mas balik lagi ke kantor" Jawab Langit lalu beranjak pergi mengambil kunci mobilnya.
"Ih mas kok gitu, nanti aku sendirian dong" Ucap Zie yang cemberut.
"Kenapa? Kamu ngga sabar kasih jatah lagi ya" Goda Langit.
"Apa sih, engga engga enggaa!!" Jawab Zie mengelak karena malu.
"Kalo iya juga ngga papa" Ucap Langit seraya mengacak-acak rambut Zie.
"Ya udah ayok, jadi pulang ngga?" Lanjut Langit dengan menarik tangan Zie yang hanya mematung.
"Kenapa sayang? Mas kan cuman ke kantor, nanti malem kita ketemu lagi kok" Ucap Langit mengelus lembut kepala Zie.
"Bener ya mas, mas cepetan pulang. Ngapain sih lembur-lembur segala"
"Iya sayangku, kamu ini yaa.. Udah sana masuk"
Setelah Langit mulai melajukan mobilnya kembali, Zie langsung memasuki apartemennya.
"Kenapa aku sekarang jadi bucin banget ya, haishh" Monolog Zie lalu menepokkan tangannya pada jidatnya.
__ADS_1
Malam semakin larut, namun sayangnya Langit tak kunjung pulang dan Zie memutuskan untuk tetap menunggu Langit dahulu. Pukul 1 dini hari, Langit baru sampai di apartemennya dan melihat istrinya sudah tertidur di sofa.
"Maaf ya sayang, kamu pasti nungguin ya dari tadi sampai ketiduran begini" Ucap Langit seraya mengecup kening istrinya lalu membopong Zie dan memindahkan nya ketempat tidur.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Ke esok kan hari nya. Zie kembali bekerja begitu pun dengan Langit, Langit mengantar Zie ke rumah sakit baru ia akan ke perusahaan nya.
Di Perusahaan Langit.
" Selamat pagi pak." Ucap Beni yang mengikuti langit masuk ke dalam ruangan nya.
" Pagi, apa jadwal saya pagi ini Ben." Tanya Langit.
" Hari ini, hanya ada 2 agenda, yang satu bertemu dengan pak Jaya dari PT sentosa dan yang satu nya bertemu dengan pak Devanno pak." Ucap Beni
langit mengerutkan kening nya,
Hayo hayo ada apa dengan Damar??????
...**Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain nya ya kak....
...Jodoh pilihan Istri...
...First Love Story**'...
__ADS_1
...💐💐💐💐💐💐...
...Yuk yuk Komen, Like dan Vote nya supaya Author lebih semangat lagi...