
Langit mengangkat dagu Zie dan menatapnnya dengan begitu dalam.
" Bukan semangka sayang, tapi mas suka dengan melon kamu ini." ucap Langit sambil meremas salah satu melon milik istri nya.
" Ah..." desah Zie dengan merdua nya membuat darah Langit berdesir hebat
" kamu selalu bisa membuat mas tidak bisa mengendalikan semua nya sayang." ucap Langit dan langsung melahap bibir seksi istri nya, Langit melahap tanpa ampun, dan untung saja Zie sudah terbiasa dengan serangan dadakan dari suami nya ini, mereka bermain lidah dan tidak menghiraukan kalau tadi ada yang mengetuk pintu ruangan nya itu.
cukup lama mereka bermain lidah, Langit melepaskan nya lalu menggandeng tangan Zie masuk ke ruangan nya, Langit ingin melanjutkan permainan nya namun.
Tok tok tok.
pintu ruangan Langit kembali di ketuk seseorang dari luar.
" Ah ****, siapa yang berani mengganggu ku." ucap Langit dengan begitu geram nya.
" sana buka dulu mas, nanti malam kita lanjut kan ya." ucap Langit tepat di telinga Langit lalu mengecup telinga suami nya dengan begitu mesra, membuat Langit tidak rela dan tidak sabar kalau harus menunggu nanti malam.
zie pergi meninggalkan langit yang masih diam terpaku dan berjalan sedikit menggoda serta mengedipkan salah satu mata nya untuk menggoda langit
" habis kamu nanti malam sayang." ucap Langit dan berbalik untuk membuka pintu ruangan nya yang sempat ia kunci tadi.
__ADS_1
" masuk." ucap Langit setelah melihat kalau istri nya sudah masuk ke ruangan pribadi nya.
" terima kasih pak, pak ini adalah berkas berkas yang harus bapak tanda tangani hari ini, karena besok berkas ini harus sudah ada perusahaan klien yang berkerjasama dengan kita pak." ucap Beni.
" hah, sebanyak itu." tanya Langit sambil menunjuk berkas berkas di atas meja nya.
" iya pak, itu berkas dari keuangan juga pak." ucap Beni.
"saya bisa lembur malam ini, apa tidak bisa di cancel dulu gitu Ben, aku lagi butuh refreshing, setiap hari menghadapi tumpukkan berkas." keluh Langit
" maaf pak, untuk ini tidak bisa pak, karena klien kita 2 hari lagi akan terbang ke negara lain untuk urusan bisnis juga." jawab Beni.
" ok kalau begitu, apa bisa saya minta tolong sama kamu?." tanya Langit.
" tolong carikan toko perhiasan yang bisa membuat kalung dalam waktu sehari, beri mereka uang yang mereka minta asalkan mereka bisa membuat kalung seperti apa yang saya mau." ucap Langit
" baik pak, apa bapak memiliki contoh nya, agar mempermudah untuk saya mencari toko perhiasan yang bersedia membuat kan nya." ucap Beni.
" ini." ucap Langit sambil memberikan kalung yang berada di tangan nya, tadi istri nya sudah memberikan kalung tersebut kepada Langit.
" baik pak, kalau saya sudah menemukan nanti bapak saya kabarin secepatnya, kalau begitu saya permisi dulu pak." ucap Beni lalu pergi meninggalkan ruangan Langit setelah Langit menganggukkan kepala nya.
__ADS_1
di luar ruangan Beni memeriksa kalung tersebut, ternyata kalung itu bukan kalung biasa, mangka nya bos nya bersedia mengeluarkan uang berapapun untuk membuat duplikat kalung ini
" hah, ini ada nama nya ternyata, tapi ini milik siapa, tapi ini hanya inisial saja, ZW, siapa ya pemilik nya?." ucap Beni dalam hati nya, namun Beni segera sadar dan mencari toko perhiasan di kota bahkan sampai luar negeri, ia tidak mau ikut campur dalam urusan atasan nya.
sekitar 2 jam berlalu Beni kembali masuk ke ruangan Langit.
" bagaimana Ben?." tanya Langit setelah meletakkan bolpoin di meja.
" Begini pak, ada satu toko perhiasan yang bersedia membuat kan nya, namun toko itu tidak ada di negara kita pak." jawab beni.
" Dimana?." ucap Langit
" ada di Jepang pak, kata nya model ini dulu di pesan oleh seseorang dari Indonesia untuk cucu pertama mereka pak." jawab Beni.....
...**Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain nya ya kak....
...Jodoh pilihan Istri...
...First Love Story**'...
...💐💐💐💐💐💐...
__ADS_1
...Yuk yuk Komen, Like dan Vote nya supaya Author lebih semangat lagi...