
"Assalamu'alaikum bunda" Langit yang baru datang dan langsung melirik Lucas yang sedang duduk bersama bunda Yasmin.
"Waalaikumsalam nak, itu Zie di kamar nya ya" Jawab bunda Yasmin.
"Oh iya bunda, kalau begitu saya pamit dulu ya" Pamit Lucas.
Langit tau jika Lucas itu teman kuliah Zie, namun mengapa dia sampai kesini itulah yang di pikirkan oleh Langit.
*Kamar Zie
"Sayang, kamu kok pucet banget" Ucap Langit yang khawatir dengan Zie dan melupakan cemburu nya sebentar.
"Aku cuman pusing aja kok mas" Jawab Zie menenangkan suami.
"Aku kangen banget sama kamu" Ucap Langit seraya naik ke ranjang dan memeluk istri nya.
"Mas bau banget sih, sana sana mandi dulu" Ucap Zie seraya menepis tangan suami nya.
Langit pun merasa aneh dengan tingkah istrinya itu karena ia merasa badannya masih wangi dan segar namun Zie mengatai nya bau. Namun mau bagaimana lagi, Langit mau tak mau menuruti istri nya itu dan langsung bergegas mandi.
"Zieee..... Mas udah mandi ya" Ucap Langit yang keluar dari kamar mandi, dengan cepat ia naik ke atas ranjang dan memeluk istrinya itu.
__ADS_1
"Sayang tadi kok temen kamu ada di bawah ya? Ngapain dia kesini? Terus dia panggil bunda itu bunda juga, hishh" Tanya Langit dengan nada sebal.
"Dia cuman nganterin aku pulang tadi" Jawab Zie yang singkat karena malas berdebat.
"Sayang ihh... " Ucap Langit yang kesal karena istrinya sangat cuek.
"Hm.."
"Mas besok berangkat ke Amerika, jadi sekarang pengen kangen-kangenan dulu sebelum kangen" Ucap Langit seraya mengeratkan pelukannya.
"Kok gitu? Terus Zie sama siapa?" Ucap Zie yang mendadak manja.
"Kan ada bunda sayang, ada ayah terus oma opa juga" Jawab Langit.
"Iya janji ngga akan lama-lama kok, udah cup cup ngga boleh nangis gitu ah" Ucap Langit yang berusaha menenangkan sang istri lalu mengusap air mata nya dengan lembut.
Setelah mengusap air mata Zie, tangan nakal Langit turun kebawah dan berhenti di gundukan Zie lalu meremas nya dengan sengaja.
"Ahh mas.. Ngga boleh nakal gitu ah tangan nya" Ucap Zie seraya menahan hasrat nya dan tetap berusaha mengingatkan sang suami.
"Sampai kapan ya mas puasa nya, mana tahan kalau harus lihat badan kamu yang bahenol tapi mas nggak boleh ngapa-ngapain gini" Ucap Langit dengan bibir yang mengerucut.
__ADS_1
"Pakai tangan sama sabun aja mas, di kamar mandi" Jawab Zie menggoda suami nya.
"Zie!!!" Langit yang geram dengan ucapan Zie.
"He he.. Nanti Zie bantu deh, pake tangan Zie" Ucap Zie seraya mengedipkan sebelah mata nya.
"Ya udah deh, tidur aja yuk" Ucap Langit agar ia tidak kebablasan nanti nya saat ia tidak kuat menahan hasrat.
*Ke esokan nya.
"Mas nggak boleh genit-genit ya di sana" Ucap Zie lalu mencium punggung tangan Langit.
"Iya sayang, kamu juga di rumah yang nurut sama ayah bunda" Jawab Langit seraya mengelus lembut puncak kepala istri nya.
Setelah itu Langit bergegas melangkah kan kaki nya masuk ke mobil. Zie yang di tinggal Langit pun semakin sedih, dan kini air mata nya kembali menetes saat melihat mobil yang di kendarai oleh Langit telah berangkat.
Saat hamil Zie berubah menjadi sangat manja pada sang suami dan pasti nya itu karena hormon ke hamilan Zie, apa lagi yang sekarang masih baru masuk hitungan beberapa minggu.
"Udah sayang, yuk kita masuk" Ajak bunda Yasmin.
"Ngga apa-apa sayang, suami kamu bentar lagi juga pasti balik kok" Imbuh Ayah Damar dan di angguki oleh Zie.
__ADS_1
"Oh iya, kamu ini persis sekali sama bunda kamu. Dulu pas hamil kamu, bunda bener-bener nggak mau jauh sedikit pun sama ayah dan bunda kamu ini nangis tiap hari gara-gara ayah nggak pulang pulang dari luar negeri" Ucap Ayah Damar mengingat masa lalunya.
...Reader tercinta, stay tune terus yaa❤️❤️...