
" Maaf nyonya atas kecerobohan saya." Kata Yasmin dengan wajah yang di buat semenyesal mungkin.
" Kamu bagaimana sih sayang, kamu harus nya marahin dia dong, kok malah diam saja." Ucap Celin
karena Damar sama sekali tidak menegur Yasmin sedikit pun.
" Dulu sedikit saja aku tergores kamu langsung marah sama semua bawahan kamu, ini aku kebentur kamu diam saja." Celin terus mengatakan isi hati nya.
" Kamu mau aku ikut fitting baju tidak?." Tanya Damar tegas karena yang di pikiran nya saat ini bukan Celin tapi Yasmin.
" Ya sudah iya." Jawab Celin.
...🥀🥀🥀🥀 ...
Kini ke empat orang itu sudah memasuki mall ternama di kota itu, mereka sudah memasuki butik ternama yang sudah menjadi langganan Celin.
Kini Celin dan Damar sedang berada di ruang fitting room, sementara Yasmin dan Adam menunggu di luar ruangan dan duduk di sofa.
Satu jam berlalu akhir nya Damar dan Celin selesai dengan fitting baju mereka. Yasmin merasa jenuh dan tidak dengan sadar nya, Yasmin tertidur di bahu Adam.
__ADS_1
Adam merasa risih tentu nya karena ia sangat takut bila Damar melihat nya.
Dan benar saja Damar menatap nya dengan tajam, saat ia keluar dan melihat Yasmin terlelap di bahu Adam yang menjadi bantal untuk nya, Damar mulai mengepal kan tangan nya, rahang nya juga mengeras.
" Sayang." Celin tiba tiba datang dan memeluk lengan Damar.
" Ya." Jawab Damar cuek.
" Heh, bangun! Kenapa malah tidur." Bentak Celin pada Yasmin.
Yasmin mulai bangun karena mendengar suara seseorang, berteriak di dekat nya, dan Yasmin mulai mengumpulkan nyawa nya, dengan cepat Yasmin menjauhkan kepala nya dari bahu Adam.
" Yasmin, cepat bawa semua belanja an saya." Celin menyuruh Yasmin dengan nada kasar nya.
" Sayang." Celin mengejar dan mensejajarkan diri nya dengan Damar saat berjalan.
Yasmin menenteng paper bag cukup banyak di tangan nya, dengan susah payah Yasmin mengangkat semua belanjaan Celin itu.
" Aku Pastikan kamu juga nanti akan merasakan apa yang aku rasa kan Celin, kalau saat ini kamu menganggap ku asisten suami mu, maka setelah ini kamu akan menenteng barang belanjaan ku sebagai madu mu, aku pastikan itu." Batin Yasmin seringai licik di wajah nya tapi tidak satu pun yang menyadari itu.
__ADS_1
Damar terus berjalan beriringan dengan Celin, sementara Adam beriringan dengan Yasmin, Yasmin dan Adam menenteng sangat banyak paper bag di tangan mereka, lalu tiba tiba Yasmin tersandung.
" Awwww." Pekik Yasmin.
Yasmin terjatuh sambil memegang pergelangan kaki nya, karena ia merasa sakit, Damar dan Celin melihat ke belakang saat mendengar Yasmin menjerit.
" Yasmin kamu kenapa?." Tanya Damar.
Dengan reflek Damar berjongkok di hadapan Yasmin yang sedang memegang kaki nya.
" Kamu apa an sih sayang, dia itu cuma bawahan kamu, jadi tidak usah sok perhatian berlebihan." Ketus Celin dan menarik tangan Danar lalu kembali berjalan bersama.
" Heh, bangun belanjaan saya rusak gara gara kamu, cepat bangun." Bentak Celin pada Yasmin.
Adam duduk dan berjongkok,
" Apa anda bisa berjalan nona?." Tanya Adam pada Yasmin yang masih memegang kaki nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...