ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
208


__ADS_3

POV Damar.


Dengan kaki yang terasa berat aku terus berjalan masuk dengan hati yang bergetar. Aku terus mendekati enggak aku dapat melihat seorang wanita yang kuikat dalam pernikahan sepuluh bulan yang lalu. Iya dia adalah kekasih halalku, kulihat dia sedang berbaring bersama seorang makhluk kecil yang dibalut dengan kain. Hatiku berdesir seakan tubuhku terasa hangat, aku melihat wanita yang aku cintai sudah memberikan seorang malaikat kecil untukku.


Kupandangi wajah bayi kecilku dan ku Adzani buah cintaku bersama kekasih halalku. Setelah itu kupandangi wajah wanita ku, aku melihat betapa lemah nya wanita itu. Tubuh nya yang masih terbaring dengan selang infus yang terpasang di tangan nya, wajah nya sangat pucat tapi aku melihat senyum nya tak pernah luntur dari bibir manis nya. Bibir yang selalu membuatku candu.


"Terima kasih" ucapku pada nya dan ia tersenyum padaku, lalu ku kecup kening nya dan pipi kanan serta pipi kirinya, hingga akhir nya aku satukan dahi ku dan dahi nya.


"Terima kasih sayang" lagi-lagi hanya kata itu yang mampu ku ucapkan, dia membalas dengan senyuman yang begitu indah dimataku.


Kebahagiaanku saat ini sungguh tidak bisa diukur, rasa terima kasihku padanya tidak bisa ku ganti dengan seluruh kekayaan yang ku miliki. Aku hanya mampu memberikan ucapan terima kasih, perjuangannya untuk anakku sungguh sampai di titik keringat terakhir. Air mataku tiada hentinya tumpah hingga mengenai pipinya.


"Aku mencintaimu istriku, terima kasih sudah melahirkan anakku ke dunia ini" ucapku lagi lagi, rasa nya aku tak pernah puas mengucapkan kata itu.


"Mas itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai seorang istri" jawab istriku, dan aku terus menciumi telapak tangan nya dimana ada cincin pernikahan yang dulu kusematkan di jari manis nya.

__ADS_1


Aku mengingat betapa besar perjuangan nya tapi apa yang sudah aku berikan padanya, bagiku apa yang sudah aku berikan padanya tidak sebanding dengan apa yang ia berikan padaku. Dia memberiku seorang malaikat kecil, oh Tuhan tiada yang sempurna kecuali engkau dan terima kasih kau sudah memberiku istri yang bisa menutupi kekurangan ku hingga dengannya aku merasa sempurna.


"Ayah" istriku berani mengorbankan nyawa nya demi memberi ku gelar itu. Lagi-lagi ku kecupi seluruh wajah istriku dan dengan bangganya aku memberikan nama pada putri kecilku.


"Apa mas sudah punya nama pilihan untuk nama putra kita?" Tanya istriku yang masih ku peluk dengan erat.


"Zivanya Wijaya" ucap ku.


"Nama yang bagus" jawabnya.


****


POV AUTHOR


"Damar Wijaya selamat ya nak" mama Sinta tersenyum pada damar dan ia mengambil alih cucunya dari gendongan Damar.

__ADS_1


"Iya ma" jawab Damar memberikan bayinya digendong sama mama.


"Papa adzani cucu papa dulu" ucap mama Sinta memberikan nya pada papa Hardy, memang cucunya sudah diadzani oleh ayahnya namun papa Hardy juga ingin mengadzani cucu pertamanya itu.


"Sini ma" pinta papa Hardy lalu mama Sinta langsung memberikan nya pada papah arti yang sedang di sofa.


"cantik sekali pa cucu kita" ucap Mama cinta mengecup pipi cucu yang sangat ia nantikan.


"Yasmin" terdengar suara Sela yang baru saja masuk karena tadinya ia sedang di toilet.


"Sel" Yasmin merentangkan tangan nya dengan cepat Sela berlari dan memeluk sahabat nya yang tengah berbaring di sana dengan sangat bahagia.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2