ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
113


__ADS_3

" Sayang " ucap Damar dengan lirih, Damar mulai berjalan mendekati Yasmin, Yasmin berbalik arah dan ia melihat Damar di hadapan nya.


Damar tidak berbicara ia berdiri di samping tempat tidur Yasmin, dan memeluk tubuh Yasmin. Damar meneteskan air mata nya yang sesekali mencium puncak kepala Yasmin.


Ke dua nya diam hanya suara sesenggukan yang terdengar dari bibir manis Yasmin, pelukan Yasmin begitu erat pada tubuh Damar, seolah olah ia takut Damar setalah itu akan meninggalkan nya, begitu juga dengan Damar, air mata nya terus mengalir mata elang nya kini berubah merah dan di genangi cairan bening tanpa bisa ia bendung lagi.


" Sayang mas sangat mencintai mu." Kata Damar sambil mempererat pelukannya pada Yasmin.


" Sangat Yas, sangat, mas tidak bisa hidup bila tanpa kamu." Kata Damar lagi.


" Yasmin juga mencintai mas." Kata Yasmin dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Damar.


" Yas, mas minta maaf selama ini ternyata mas sangat egois, kita mulai lagi dari awal ya." Kata Damar.


" Lalu bagaimana dengan Celin mas?." Tanya Yasmin. Damar sedikit mendorong tubuh Yasmin, dan pandangan mereka bertemu, Damar menyatukan dahi nya dengan dahi Yasmin, ia bisa merasakan hembusan nafas Yasmin, begitu juga sebalik nya.

__ADS_1


" Sayang, mas akan melepaskan Celin, dan kita akan hidup bersama dengan anak anak kita." Kata Damar.


" Tapi mas, apa kita tidak menyakiti hati Celin?." Tanya Yasmin.


Damar memundurkan wajah nya, dan tangan nya mulai menangkap wajah Yasmin, kemudian ia menghapus jejak air mata Yasmin yang membasahi pipi nya dengan ibu jari nya.


" Sayang lebih baik sekarang dari pada nanti, karena aku memang sudah tidak lagi mencintai nya dan aku sangat mencintaimu, biarkan kali ini saja kita menjadi egois, karena kalau pun di paksakan itu hanya akan membuat kita semua tersakiti." Kata Damar ia berusaha meyakinkan Yasmin.


" Iya mas." Jawab Yasmin dengan menganggukkan kepala nya.


Cup.


Damar mengecup kening Yasmin dengan sangat lama, dan Damar mulai meletakkan tangan nya pada perut Yasmin, ia ingin merasakan benih yang ia tanam di rahim Yasmin, Damar tersenyum dan walaupun ia belum bisa merasakan apa apa namun tetap saja ia terus berusaha merasakan sesuatu di rahim istri nya.


" Terima kasih sayang." Kata Damar.

__ADS_1


Damar setengah berjongkok dan wajah nya mulai mendekat dan mengecup perut rata Yasmin, dan Damar mengelus dengan sangat hati hati, lalu Damar berbicara seolah olah janin yang di kandung Yasmin dapat mendengar apa yang ia katakan.


" Anak ayah jangan nakal ya." Ucap Damar. " Iya ayah." Jawab Yasmin dengan suara anak kecil


" Kasihan bunda nya, kalau kamu nakal terus, bunda nya juga jadi sakit." Kata Damar lagi.


Cup.


Damar kembali mencium perut rata Yasmin, dan Damar mulai memeluk perut Yasmin dengan menenggelamkan wajah nya ke perut istri nya itu, Yasmin tersenyum melihat tingkah Damar, Yasmin pun tidak bisa memungkiri kalau ia pun menginginkan perlakuan Damar yang begitu memperhatikan nya dan juga anak nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2