
Kini Sinta sudah di hadapan Damar dan Celin, dan juga suami dari Sinta sekaligus papa dari Damar, dan juga ke dua orang tua Edo, Sinta mulai melihat wajah keluarga nya, lalu Sinta mensejajarkan Yasmin dengan nya dan mulai memperkenalkan Yasmin pada semua keluarga yang sudah ada di sana.
" Ratih ini nama nya Yasmin, dia calon menantu mu." Kata Sinta pada adik ipar nya.
Ratih mulai maju dan mendekati Yasmin, wajah nya terlihat jelas senyum bahagia, entah mengapa wajah Yasmin begitu di sukai oleh Ratih. Ratih memegang ke dua bahu Yasmin.
" Oh, ini toh calon mantu mami?." Tanya Ratih.
Damar yang melihat dari awal Yasmin bergandengan tangan dengan Edo, lalu mama nya yang memperkenalkan Yasmin pada adik ipar nya di tambah mereka bilang Edo adalah calon suami Yasmin.
Membuat Damar benar benar marah dan senyuman nya perlahan memudar dan hati mulai terasa sakit. Entah apa yang dapat ini di rasa kan laki laki itu, yang jelas saat ini Damar ingin berteriak dan membawa Yasmin pergi dari tempat itu.
" He he he." Edo tertawa renyah, karena ia juga tidak menyangka akan ada keadaan seperti ini, sungguh di luar dugaan Edo.
" Sudah lah, kalian tidak usah pacaran, langsung sana mami nikah kan saja." Ucap mami Ratih. Wanita itu sangat bahagia, karena ia pikir akan segera mendapatkan menantu, karena ia tidak memiliki anak perempuan jadi ia merasa sangat senang bila segera mempunyai seorang menantu.
__ADS_1
" Eh, mi tidak usah ngomongin nikah dulu, kasihan Yasmin, pasti shok tahu mi, karena dengar mami yang cerewet ini." Ucap Edo.
" Ya sudah mami ngerti lah, anak muda sekarang itu bagaimana, pasti malu malu." Ucap mami Ratih
Sinta dan Ratih tersenyum bahagia, karena mereka sangat senang, Edo si playboy itu bisa juga serius dengan satu wanita.
" Damar, kamu kenalin ini calon mantu mami." Kata mami Ratih dengan bangga nya memperkenalkan Yasmin.
Deg!!!!.
Hati Damar benar benar sakit dan hancur, saat mami Ratih mengatakan itu, wajah Damar mulai memucat. Ia merasa tidak bernyawa mendengar ucapan mami Ratih. Entah apa sebenarnya menjadi seperti orang bodoh.
" I...iya mi." Jawab Damar dengan suara terpaksa.
" Yasmin, adalah asisten Damar di kantor mi." Ucap Celin.
__ADS_1
Celin menatap Yasmin dengan senyum sinis nya, karena menganggap Yasmin adalah orang yang posisi nya berada di jauh di bawah nya, Celin yang mempunyai sifat angkuh dan sombong sudah pasti menilai Yasmin seperti itu.
Padahal ia juga hanya wanita biasa dan menjadi seorang model karena bantuan dari Damar, setelah ia menikah dengan Damar baru ia merasakan seperti apa hidup mewah.
" Oh pantas saja Damar begitu, ternyata kamu bawahan nya di kantor." Kata mami Ratih, tapi mami Ratih berbicara dengan begitu lembut.
Mami Ratih tidak memperdulikan seperti apa calon menantu nya, bagi Ratih dengan saling mencintai dan saling mengerti itu sudah cukup bagi nya.
" Betul kamu Ratih, yang penting mereka bahagia." Timpal mama Sinta.
Ratih dan Sinta terus tertawa karena pembicaraan mereka.
" Yasmin kapan kapan kamu ke rumah mama nya." Ucap mama Sinta sambil menatap Yasmin yang berada di depan nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...