
Omaaaa" bocah itu menciumi Oma nya dan memeluk leher sang Oma karena sudah dua hari mama Sinta merawat ibu nya yang sedang jatuh sakit.
"Sayang, cucu Oma. Oma udah kangen banget" mama Sinta terus menciumi wajah sang cucu dengan sangat kencang.
"Omaaaaaa" lagi-lagi baby Zie berbicara seolah ia tengah melepas rasa rindu pada sang Oma.
"Ayah sayang" ucap Damar, jujur saja Damar merasa sedikit iri karena Zie hanya memanggil Mamanya saja.
"Omaaaaa" jawab Zie di hadapan sang Ayah.
"Ayah" lagi-lagi Damar mencoba mengajari Zie cara memanggilnya.
"Omaaaa" bocah itu tampaknya terlalu menyayangi mama Sinta hingga di mulutnya hanya ada Oma dan Oma.
"Zie mau es krim?" Tanya Damar sambil memegang es krim di tangannya.
"Auuu" jawab Zie dengan mengangguk-anggukan kepalanya dan tangannya berusaha mengambil es krim dari tangan sang ayah.
"Panggil Ayah"
"Omaaaaa"
"A-yah" Damar tidak putus asa mengajari anaknya.
"Omaa" Damar putus asa dan memberikan es krim yang ia pegang dengan terpaksa pada Zie. Zie menyuapi sang Oma es krim yang ia pegang dan keduanya memakan es krim itu hingga tandas, Zie turun dari gendongan Oma dan berjalan dengan tertatih pada Damar yang duduk lesehan di karpet bulu.
"Sini sayang" Damar merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Au" kata Zie dengan pipi gembulnya.
"Kayaknya mama ajarin Zie nggak bener deh" seloroh Damar.
"Kok nggak bener?" Tanya mama Sinta merasa kebingungan.
"Ini kecebong Damar loh ma, tapi kenapa dia lebih sayang mama dari pada sama Damar yang ayahnya" kesal Damar.
"Kamu ngomong nggak di saring dulu, dasar bocah semprol" gerutu mama Sinta.
Zie terus mendekat Damar, Damar sudah sangat bahagia karena Zie seperti ya mau memeluknya. Namun senyuman Damar hilang, ternyata Zie hanya mengambil biskuit di tangannya.
"Omaa" Zie yang berdiri menarik celana sang Oma, mengartikan Omanya untuk jongkok.
"Iya sayang" jawab Mama Sinta dan mulai berjongkok berhadapan dengan Zie.
"Am" Zie menyuapi biskuit yang ia ambil dari tangan Damar pada Mama Sinta.
"Hihihi" Zie menunjukkan rentetan gigi yang belum tumbuh semua.
"Zie kok di ambil" Damar kesal lagi-lagi Zie mengambil biskuitnya dan menyuapi mama Sinta.
"Omaaa hiks hiks" Zie yang menangis karena Damar mempelototi nya.
"Damar kamu sudah seperti anak kecil" Mama cinta tidak terima kalau ada yang memarahi cucu kesayangannya.
"Sayang" Yasmin datang dan menggendong Zie.
__ADS_1
"Hiks hiks" Zie terus menangis berusaha mengadu pada sang bunda.
Mama Sinta mengambil Zie dari gendongan Yasmin dan memeluk nya, Zie menangis dengan heboh seolah Damar sudah berbuat kasar padanya.
"Hiks hiks"
"Sayang cucu Oma yang cantik, jangan nangis ya. Kalau kamu nangis Oma pulang" Hanya sedikit ancaman yang mama Sinta keluarkan Zie langsung berhenti menangis dengan seketika.
"Oma pulang" goda mama Sinta.
"Enda" Zie menggeleng kepala nya
"Jangan nangis, okey?" ucap mama Sinta
"Key" jawab Zie.
"Selama Oma pergi, ada yang marahin Zie?" Tanya mama Sinta.
"Em" jawab Zie mengnggukan kepala nya.
"Siapa?" tanya mama Sinta
"Ahh" kata Zie menunjuk Damar.
"Ada di cubit ayah?" tanya mama Sinta lagi.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...