ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
57


__ADS_3

Ceklek.


Pintu terbuka dan itu si kembar yang datang masuk ke kamar Yasmin.


" Kakak." Ke dua nya berteriak.


" Kalian sudah pulang?." Tanya Yasmin.


" Sudah." Jawab Ghani. Ghani dan Gaffar berlari mendekati Yasmin, dan ke dua nya melihat kaki kakak nya yang di perban.


" Kaki kakak kenapa?." Tanya Ghani


" Oh, ini tidak apa apa, kakak hanya sedikit tersandung dan jatuh." Kata Yasmin.


" Apa sakit sekali kaki kakak?." Tanya Gaffar.


" Engga, kaki kakak tidak terlalu sakit hati kakak." Jawab Yasmin.


Deggg!!!


Damar langsung melihat wajah Yasmin, Damar merasa tertampar oleh kata kata yang Yasmin ucapkan.


" Memang nya hati kakak kenapa? Apa ada yang sakitin kakak?." Tanya Ghani dan di angguki Gaffar.


" Em, tidak kalian ganti baju dulu ya, kak Damar sudah pesan makanan, terus kita makan sama sama." Kata Yasmin lalu ke dua nya mencium pipi Yasmin dan hendak keluar, namun tiba tiba Ghani dan Gaffar menghentikan langkahnya dan menatap Damar dengan tajam.

__ADS_1


" Ada apa?." Tanya Damar.


" Kakak lupa, kalau hari ini kita mau beli sepeda." Kata Gaffar.


" Jangan PHP dong kak." Lanjut Ghani.


" Anak kecil ini ngomong PHP." Batin Damar.


" Iya, kak Yasmin kan lagi sakit, nanti kalian beli sepeda nya di temani asisten kak Damar ya, nama nya kak Adam." Jawab Damar.


Karena diri nya tidak mau di sebut PHP ini anak anak, apalagi anak bau kencur yang mengatakan itu, dan hanya gara gara sepeda, ia takut sekali kehilangan harga diri di hadapan Yasmin, karena membeli sepeda saja tidak mampu.


" Yeeee." Ghani dan Gaffar bersorak kegirangan.


" Ya sudah kalian ganti baju dan tunggu kak Adam di luar, nanti kalian makan di cafe saja dengan Kak Adam dan kalian bebas pesan dan beli apa saja." Ucap Damar.


Ke dua anak kembar itu berlari dan bergegas mengganti baju mereka, karena mereka akan pergi untuk membeli sepeda baru, Damar memang mulai menyayangi Ghani dan Gaffar, karena ia anak tunggal dan tidak memiliki saudara kandung, dan dia ingin Ghani dan Gaffar juga menganggap seperti saudara kandung mereka.


" Sayang, aku ambil dulu ke depan, pesanan aku sudah di depan." Kata Damar.


" Iya." Jawab Yasmin singkat.


...🍀🍀🍀🍀...


Beberapa saya kemudian.

__ADS_1


" Buka mulut nya." Ucap Damar.


Yasmin mulai membuka mulut nya dan Damar sangat bersemangat menyuapi Yasmin, dan akhir nya ke dua nya makan dalam piring dan sendok yang sama.


Namun seperti nya bukan nya untung karena Damar menyuapi Yasmin, tapi malah Yasmin yang mengalami kerugian banyak, bagaimana tidak rugi, satu suap, satu kecupan.


" Iiih, rugi banyak aku kalau begitu cara nya." Gumam Yasin sambil memanyunkan bibir nya


" cup!.' Damar kembali mengecup bibir manyun Yasmin.


" Mas." Yasmin mulai emosi.


" Ha ha ha." Damar tertawa karena Melihat wajah Yasmin yang mulai emosi pada nya, dan itu menurut Damar sangat menggemaskan.


" Kamu ketawa." Jengkel Yasmin.


" Iya deh, aku diem." Kata Damar.


" Sayang mulai besok, kamu harus pakai pembantu ya, aku tidak mau kamu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah." Ucap Damar dengan menatap Yasmin yang ada di hadapan nya


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2