ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Part 37


__ADS_3

Raisa turun dari dalam mobil, sedangkan Hendrick masih tetap berada di dalam mobil.


''Kamu yakin ingin masuk sendiri, Sayang?'' tanya Hendrick, ia khawatir Raisa ada yang menyakiti.


''Iya, Mas. nanti kalau Tante Lita sudah berbuat kasar kepada ku, maka aku akan memberi kode kepada mu untuk membantu aku.'' Sahut Raisa tersenyum simpul menatap sang suami.


''Baiklah, hati-hati, Sayang.'' Hendrick mengelus pipi mulus sang istri.


''Iya, Mas.'' Raisa mengangguk kecil.

__ADS_1


Setelah itu Raisa mulai memasuki gerbang dengan tinggi sedang, untungnya pintu gerbang tidak di gembok dari dalam.


Raisa berjalan melewati halaman rumah yang lumayan luas, pandangan nya mengedar, berputar melihat setiap sudut halaman, ia teringat saat masih kecil dulu ia dan Yumna sering main kejar-kejaran di halaman yang luas tersebut dengan kedua orang tua mereka yang selalu mengawasi mereka. Lagi-lagi Raisa merasakan sesak di dadanya, mengingat kenangan yang tak kan terulang lagi, karena seluruh anggota keluarga nya sudah meninggal dunia.


Saat sudah tiba di depan pintu utama, Raisa mendengar suara orang yang tengah berbicara.


''Ma, kebun teh yang di bagian ujung itu mending kita jual aja, lumayan uangnya bisa kita pakai buat shopping dan refreshing ke luar kota.'' Ucap Mira sepupu Raisa, yang merupakan anak Lita. Usianya sepantaran dengan Raisa.


''Nanti kalau kita jual kebun teh yang paling ujung itu bisa-bisa penghasilan kita berkurang setiap bulannya,'' balas Lita. Mereka bertiga tengah duduk di sofa ruang tamu, hingga Raisa bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka.

__ADS_1


''Alaah, palingan cuma berkurang sedikit saja, Ma.'' Ucap Mira.


''Iya, betul apa yang di katakan oleh Mira, Ma.'' Deri menimpali lagi.


''Baiklah. Kalau begitu Mama setuju kebun teh yang paling ujung itu kita jual.'' Ucap Lita akhirnya dengan senyum mengembang, mereka bertiga tersenyum mengembang membayangkan tidak lama lagi setelah mereka berhasil menjual kebun teh, mereka akan segera berlibur ke Bali. Mereka membayangkan menginap di Villa mewah yang ada di Bali, selain itu mereka juga membayangkan berjemur di pinggir pantai dan menikmati kuliner di Bali.


Tapi seketika senyum mereka bertiga pudar saat Raisa hadir di tengah-tengah mereka, dan Raisa bersuara dengan lantang menolak agar kebun teh milik orangtuanya jangan di jual.


''Kalian tidak punya hak untuk menjual kebun teh milik orang tuaku! Kebun teh itu milik aku, kalian tidak punya hak sedikit pun atas semuanya!'' ucap Raisa lantang dengan kedua tangan mengepal. Ia menatap Mira, Deri dan Lita dengan tatapan penuh amarah. Kali ini Raisa merasa tidak takut sama sekali sama ketiga orang tersebut. Pokoknya dengan cara apapun ia harus berhasil merebut kembali apa yang menjadi hak nya, dan ia akan membuat Lita dan keluarga nya sadar dari mana mereka berasal sebelum nya, sebelum kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. kecelakaan yang menurut Raisa ada yang aneh, kecelakaan yang di alami oleh kedua orang tuanya seperti ada yang sengaja ingin mencelakai.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2