
"Mau kemana emang? " lantas Langit tidak melepaskan tangan Zie langsung, ia menahan tangan Zie dan menatap penampilan Zie dari bawah ke atas.
"Mau ke rumah sakit Mahardika mas, mau menjenguk Derris kekasihnya Clara"
"Dengan penampilanmu yang seperti itu? Dan bukannya itu rumah sakit tempat mantan kekasihmu bekerja?" ada nada tidak suka yang Langit ucapkan.
"Memangnya kenapa dengan penampilan ku mas? Biasanya kalo keluar ya begini keseharian ku mas. Mas sudah tau bukan?" tanya Zie heran dengan reaksi Langit.
"Kalo untuk di rumah aku tidak mempermasalahkannya, mau kamu pakai baju seksi atau transparan pun tidak apa-apa. Tapi kalo keluar rumah tolong usahakan yang lebih sopan lagi, ingat Zie kamu sudah bersuami!" tanpa sadar Langit berbicara dengan nada yang tinggi.
Zie yang memang lebih sensitif mendengar suara Langit yang keras seperti sedang membentaknya, memutuskan untuk langsung pergi keluar ruangan kerja Langit.
Dengan hati yang sedih, Zie tetap keluar dari apartemen Langit dan menuju parkiran dimana mobilnya tersimpan. Lalu melajukan mobilnya keluar dari area apartemen menuju rumah sakit Mahardika.
__ADS_1
Sementara Langit mengusap wajahnya kasar, ia menyesal sudah berkata pada Zie dengan nada yang tinggi.
Bodoh sekali kau Langit! Dia sudah memperingatimu agar tidak membentaknya tapi kau malah melakukannya. Lihatlah sekarang dia tetap pergi akibat ulahmu! Langit merutuki kebodohannya.
"Gawat nih Bro! Jika dia di biarkan keluar sendiri dengan penampilan yang seperti itu. Bisa-bisa menjadi sasaran empuk para lelaki yang kelaparan, otak gue aja udah ber -traveling apalagi cowok di luaran sana!" ucap Edwin dengan sengaja menyulut emosi Langit.
Benar saja kini Langit terpancing dengan perkataan Edwin, ia berdiri dan langsung pergi meninggalkan Edwin sendiri di ruang kerjanya. Langit menyambar jaket serta kacamata hitam dan memakainya seraya melangkah keluar mengejar Zie.
Sementara Edwin tertawa puas melihat Langit seperti orang kebakaran jenggot. Baru kali ini ia berhasil membuat Langit seperti itu karena wanita.
Langit berusaha mengejar Zie, namun ia kehilangan Zie karena mobilnya melaju dengan cepat. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit Mahardika meski ia sudah berteman dengan Gio, lantas tidak membuat Langit merasa tenang bila Zie berpakaian seperti itu dan keluar sendiri tanpa dirinya di sampingnya.
Sementara Zie sudah sampai di area rumah sakit Mahardika, ia berjalan menuju tempat resepsionis dan bertanya dimana ruangan Derris di rawat. Zie tersenyum pada sang resepsionis lalu berjalan menuju tempat yang di tunjuk barusan.
__ADS_1
Setelah sampai di depan ruangan Derris di rawat, Zie mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum melangkah masuk. Zie berjalan mendekat ke tempat Derris terbaring dengan di temani Clara di sampingnya.
"Bagaimana kabarmu Zie?" Clara berdiri dan langsung menghambur memeluk Zie.
Zie tersenyum seraya membalas pelukan Clara, kemudian beralih menatap Derris yang tersenyum kepadanya.
"Aku baik-baik saja Cla, kamu sendiri bagaimana? Dan sepertinya Derris lebih baikan?" tanya Zie seraya melepas pelukan mereka.
"Alhamdulillah aku sehat Zie, dan Derris memang sudah lebih baik lagi"
"Maafkan aku Zie, karena aku kamu harus menggantikan pernikahan Clara. Itu semua aku lakukan karena aku tidak mau kehilangan Clara, lebih baik aku mati daripada harus melihat Clara menikah dengan laki-laki lain" sahut Derris mencoba untuk duduk namun di cegah oleh Zie.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...