
GUUK.
Sela hanya bisa menelan saliva mendengar perkataan Bunda Lesti, tadi ia menjawab tanpa berpikir ke sana. Tapi mau ditolak sekarang rasanya tidak mungkin lagi melihat sang Bunda nya dan mama Sinta kini berpelukan lalu bercerita dengan bahagia.
"Jadi kapan rencana pernikahannya menurut Mbak Lesti?" Tanya mama Sinta yang terlihat antusias.
"Saya terserah saja Mbak, sederhana yang penting sah" tutur Bunda Lesti yang tidak dapat mencurahkan rasa bahagianya dengan kata-kata.
"Iya itu benar sekali kalau begitu biar saya putuskan satu minggu lagi mereka menikah" mama Sinta tidak mau menunda-nunda lagi karena ia ingin mengadakan resepsi besar-besaran karena setelah Yasmin melahirkan ia juga akan mengadakan resepsi pernikahan Yasmin dan Damar.
"Mama apa nggak terlalu cepat?" Tanya papa Hardy.
"Lebih cepat lebih baik" jawab mama Sinta santai.
"Iya mbak, niat baik sebaiknya disegerakan" Bunda Lesti ikut menimpali.
Sepertinya Sela hanya bisa diam sebab kedua wanita itu melupakannya malah mereka sudah memutuskan sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sela kenapa diam, apa satu minggu terlalu lama kalau begitu besok saja bagaimana?" Kata Mama Sinta, manusia usil yang sangat suka menggoda.
"Enggak ma enggak, satu minggu lagi saja" kata Sela dengan cepat, paling tidak masih ada waktu satu minggu untuk ia bernafas lega sebelum akhirnya menyandang status nyonya Adam Wijaya.
Satu minggu kemudian.
Acara akan segera dimulai, pernikahan Sela dan Adam akan segera dilaksanakan.
"Sela kamu kenapa wajahnya begitu?" Penyebab Bunda Lesti yang melihat wajah sang anak terlihat sedih.
"Kamu ngomong apa Sela, orang di depan udah ada penghulu tapi kamu dari kemarin malah berbicara seperti itu" Bunda Lesti terlihat kesal dengan ucapan Sela.
Sela diam menatap tubuhnya di cermin dengan balutan kebaya putih, Sela memijat dahinya. Iya belum bisa melupakan kakak senior yang ia taksir di kampus, hampir saja mereka jadian karena kini mereka sangat dekat tapi justru kini Sela harus menikah dengan Adam.
"Seli" terdengar suara Yasmine yang masuk ke dalam kamar, Sela berbalik melihat sang sahabat lalu keduanya berpelukan.
"Hiks hiks" Sela menangis dan sudah tidak bisa lagi menutupi kesedihannya.
__ADS_1
"Loh loh kok nangis" Yasmin merasa aneh dan bingung.
"Sel kamu kenapa nangis, harusnya kamu bahagia dong" Yasmin mengelus pundak sahabatnya.
"Yasmin aku ragu sama pernikahan ini" tutur Sela sambil terisak.
"Maksud kamu bagaimana Sel?" Tampaknya bukan hanya Bunda Lesti yang terkejut mendengar penuturan Sela namun Yasmin juga terkejut. Sela berbicara seperti itu di saat hari pernikahan sudah tiba.
"Aku nikah sama Adam sementara kamu tahu nggak Yasmin dia sekalipun nggak pernah bicara baik-baik sama aku ngomong dari hati ke hati, ataupun bilang sayang ke aku. Aku bingung Yas dia beneran cinta sama aku atau enggak, lagian kemarin aja aku hampir India ke kantor karena ada kerjaan mendadak dan aku malah lihat Adam lagi pelukan sama cewek. Jadi aku bingung Yasmin posisi aku harus gimana hiks hiks hiks" Sela kembali menangis dan memeluk Yasmin dengan kencang.
"Terus kalau kamu lihat dia sama cewek kenapa nggak nanya cewek itu siapa, Kenapa kamu diam saja memendam semuanya?" Yasmin juga kesal mendengar cerita Sela.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1