ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
306


__ADS_3

"Kamu hamil tapi kalian bercerai dan sekarang Adam pun menghilang entah kemana, Mama kecewa sama kalian berdua" Tutur mama Sinta dengan putus asa.


"Ma udah ya" Yasmin berusaha menenangkan mama Sinta yang menangis.


"Kalian baru menikah belum seumur jagung pun, tapi sekarang sudah bercerai?" Mama Sinta sangat kecewa hingga ia meninggalkan Sela begitu saja.


"Mas kejar Mama, Yasmin di sini dulu ya" Pinta Yasmin.


"Iya sayang, nanti kamu Mas jemput" Kata Damar, Yasmin mengangguk dan Damar pergi menyusul mama Sinta, mungkin saja mama Sinta ingin pulang dan Damar akan mengantarkannya.


"Sela kamu sabar ya" Yasmin memeluk sahabatnya kalau dulu Sela selalu ada untuk Yasmin, maka kini Yasmin pun berusaha tetap ada untuk Sela.

__ADS_1


"Yasmin, ini salah aku hiks, hiks" Sela hanya bisa menangis sambil memeluk Yasmin dengan erat.


"Iya, kamu tenang, semua pasti ada jalan terbaiknya" Yasmin tak ingin saat ini membahas masalah perceraian Sela, sebab bagaimana pun Sela tidak boleh stres sebab sedang mengandung.


Sela kini hanya diam dan menangis, rasanya ia tak tau lagi harus apa yang ada hanya pertanyaan-peryanyaan yang banyak mengganjal di hati. Bukan kah ia yang ingin perceraian ini? Bukan kah ia di paksa dan terpaksa menikah dengan Adam, lalu kenapa saat Adam sudah mengabulkan keinginannya kini ia malah terluka, apa terluka? Apa masih ada kata terluka di hati Sela, sepertinya tidak bukankah ia tak pernah mencintai Adam.


Kalau ia tak mencintai Adam lalu kenapa ia harus menangis? Kenapa harus bersedih? Kenapa harus diam membisu dengan rasa tertusuk perihnya di tinggalkan Adam. Apakah cinta perlu ungkapan? Apakah cinta perlu pembuktian? Bukan kah Adam sudah membuktikan bahwa ia sangat mencintai Sela, bahkan Adam menjadi dewa penolong di antara ke kusahan Sela, bahkan tanpa Sela ketahui. Lalu di mana kurangnya, di mana keraguannya? Mengapa hati Sela masih bimbang, mengapa Sela menganggap semua bagai mainan.


********


"Sela" Terdengar suara bunda Lesti yang menghampiri Sela masuk ke dalam kamar, dengan cepat Sela menyimpan fhoto yang ia pegang ke bawah bantalnya.

__ADS_1


"Bunda" Sela menghapus jejak air mata yang masih tersisa di pipi, menampakan senyum pada bunda Lesti menutupi bertapa ia ingin Adam ada di sisinya.


Bunda Lesti tersenyum lalu berjalan masuk, mendekati sang putri, tidak lupa bunda Lesti membawa sepiring nasi berisi lauk dan sayur juga segelas susu. Karena bunda Lesti tau Sela belum makan sedari pagi hingga hari sudah malam.


"Kamu makan ya Nak" bunda Lesti menyuapi sang putri.


"Tapi Sela lagi malas makan Bunda" Semejak hamil Sela memang jarang makan, dan ia tidak suka walau hanya bau masakan di tambah lagi saat ini hati dan pikiran yang sedang kacau seolah semakin mendukung untuk tak menyup sesuap nasi pun.


"Kamu harus makan, kamu nggak lapar tapi anak kamu bagaimana?" Bunda Lesti mencoba membuat Sela mengerti dan memikirkan anak yang kini di kandung.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2