
"Sayang kita baru 2 jam tidur kakak ngantuk banget, kita tidur lagi ya" tutur Adam dengan memeluk tubuh Sela yang polos di bawah selimut.
"Sela kakak minta maaf ya, kakak janji nanti kakak bakal bicara ke Lina untuk nggak terlalu dekat lagi sama kakak, kamu jangan pergi lagi ya" pinta Adam.
"Janji ya kak?" Kata Sela menahan malu mengetahui tubuh polosnya dipeluk Adam.
"Iya janji" kadang semakin mengeratkan pelukannya di bawah sana.
Tangan Sela hanya saling remas, mukanya memerah setelah sedikit demi sedikit potongan ingatan di mana Adam menyentuhnya semalam muncul di otaknya. Adam menyadari pipi Sela yang memerah tapi ia tidak mengerti karena apa.
"Sayang kamu nggak nyaman kakak gini?" Tanya Adam.
"Ish" Sela kesal tapi malu bila mengatakannya.
"Kak Sela mandi dulu ya, Sela mau pakai baju juga" pinta Sela dengan suara kecil tapi masih bisa didengar Adam.
"Nggak usah pakai baju, kakak juga udah hafal sama tubuh kamu" tutur Adam dengan tangan yang mulai tak terkondisikan dibawa sana.
"Ish, kakak apa sih ngomongnya harus banget gitu ya" wajah Sela benar-benar memerah mendengar perkataan Adam.
"Kenapa? Ingat kamu nggak boleh lagi ulangi seperti semalam!" Adam kesal mengingat tubuh Sela yang hampir dinodai.
__ADS_1
"Kakak juga jahat, lebih mikir perasaan orang lain dari pada perasaan Sela. Katanya cinta? Tapi kakak jahat sama Sela. Hiks hiks hiks" Sela malah kembali kesal dan menangis.
"Sayang kakak minta maaf dan janji nggak ulangi lagi" tutur Adam meyakinkan Sela.
"janji ya?" Mata Sela kembali mengeluarkan cairan bening dengan cepat Adam menghapusnya.
"Iya nanti kamu dan kakak pergi kita temui Lina, kakak bakalan ngomong kalau kakak nggak bisa lagi seperti dulu sama dia" Adam sangat mencintai Sela ia sangat takut terjadi hal-hal seperti semalam pada istrinya.
"Janji ya Kak?"
"Janji sayang"
DEEG.
"Kak Adam ngapain?" Sela mendorong wajah Adam.
"Sayang kamu semalam seksi banget deh" Adam mulai menggoda Sela dengan keduanya masih di dalam selimut.
"Kak Adam apa sih!" Sela membuka selimut dan Adam juga ikut keluar dari dalam sana.
"Kita lanjut lagi yuk yang" Adam menaik turunkan kedua alis matanya membuat wajah Sela semakin marah.
__ADS_1
"Nggak!" Jawab Sela dengan malu.
"Kenapa?"
"Kadang nggak usah ngomongin itu, udah lupain aja!" Teriak Sela yang hampir menangis.
"Nggak bisa yang, mulai sekarang itu udah jadi makanan sehari-hari kakak" kata Adam dengan tangannya melepas selimut yang mereka pakai ke lantai.
"Kak!" Sela berusaha bangun untuk mengambil selimut menutupi tubuhnya.
"Biarin aja" Adam menahan Sela dan mulai mendidih kembali.
"Ssssttt" Sela menutup mata merasakan tangan Adam yang mengulangi hal semalam lagi.
"Sayang" tutur Adam sambil terus meliuk-liuk seperti ular.
Sela menutup mata pikirannya kini dikuasai oleh kenikmatan dunia yang ditawarkan Adam, Iya hanya menerima dan menerima semua sentuhan indah itu. Sela lupa dengan rasa malunya ini bibirnya malah mengeluarkan *******.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...
.......