ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Kegelisahan Raisa


__ADS_3

Anggia berlalu dari dalam kamar dengan langkah kaki lebar. Ia meninggalkan Sonya dan Hendrick. Air matanya berderai membasahi pipi, ia menangis, sungguh ia tidak menyangka Hendrick begitu tega mengkhianati nya. Pantas saja akhir-akhir ini sikap Hendrick begitu dingin terhadap nya. Pikir nya.


Beberapa orang pelayan yang melihat Anggia menangis merasa penasaran apa yang telah terjadi kepada Anggia.


Sonya mengejar langkah kaki Anggia, saat sudah berada di dekat pintu utama, Sonya menarik tangan Anggia, hingga Anggia menoleh ke arah nya.


''Lepas, Tante. Biarkan aku pulang! Anak Tante sungguh tega sama aku!'' Anggia menarik tangannya dari pegangan Sonya, hingga pegangan itu terlepas.


''Sayang, sudah kamu jangan nangis lagi,'' Sonya membantu menghapus air mata Anggia. Ia menatap Anggia lekat.


''Bagaimana mungkin aku tidak menangis, Tante, sementara calon suami yang begitu aku idam-idamkan, yang sudah dari beberapa tahun aku tunggu ternyata sudah berani menghadirkan wanita lain di dalam hubungan kami. Wanita yang dia sebut sebagai istrinya, lalu aku ini dia anggap apa? Tega sekali dia! Sejak kapan dia mengkhianati aku? Jahat memang!'' racau Anggia dengan suaranya yang serak, tangisnya semakin menjadi-jadi. Melihat Anggia yang menangis terisak, membuat Sonya merasa begitu bersalah atas apa yang telah Hendrick lakukan.


''Kamu tenang saja, Sayang. Ayo sama-sama kita cari wanita itu, lalu kita singkirkan dia dari muka bumi ini. Hendrick tidak boleh tahu kalau kita sudah mengetahui semuanya, mengetahui tentang pengkhianatan yang telah dia lakukan, supaya dia tidak punya kesempatan untuk melindungi wanita simpanan nya itu,'' Sonya membujuk Anggia, ia membelai lengan Anggia dengan lembut.


''Tapi kita harus mencari wanita itu ke mana, Tante?'' tangis Anggia berangsur reda setelah ia mendengar perkataan Sonya.


''Ayo kita cek ponsel Hendrick lagi, kita cari petunjuk di sana, mumpung dia lagi tidur sekarang,''


''Tante aja deh yang ngecek ponsel Mas Hendrick, lebih baik aku pulang saja. Aku masih perlu menyendiri untuk meluapkan rasa sakit hatiku ini,''


''Baiklah, kamu hati-hati di jalan, ya,''

__ADS_1


''Iya Tante. Nanti setelah Tante sudah mengetahui siapa wanita itu, Tante hubungi aku cepat. Rasanya aku sudah tidak sabar lagi ingin memberi pelajaran kepada wanita sialan itu, dan aku juga ingin tahu seperti apa rupa wanita yang telah berhasil merebut Mas Hendrick dari aku, sesempurna apa dia hingga ia bisa menjerat pria dingin seperti Mas Hendrick,''


''Baiklah. Tante akan mencari tahu semuanya dengan cepat. Tante sangat menyayangi kamu, sampai kapanpun hanya kamu yang pantas menjadi menantu Tante,''


''Terimakasih Tante, karena selama ini Tante selalu baik terhadap aku,'' Anggia dan Sonya saling berpelukan, setelah itu Anggia berlalu pulang dengan mengendarai kendaraan roda empat miliknya. Ia mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena ia masih merasa begitu kesal terhadap apa yang telah Hendrick lakukan.


Setelah kepulangan Anggia, Sonya masuk lagi ke dalam kamar Hendrick, ia tersenyum lega melihat Hendrick yang masih tidur dengan begitu pulas. Suara dengkuran nya terdengar berirama.


''Capek sekali seperti nya dirimu, Nak. Sepertinya kamu telah melakukan banyak hal dengan wanita simpanan mu itu,'' gumam Sonya seraya menatap wajah tampan Hendrick.


Setelah itu Sonya mengambil lagi ponsel Hendrick yang tergeletak di atas kasur di samping Hendrick.


''Sidik jari,'' gumam Sonya, karena ponsel Hendrick di kunci, hanya jari Hendrick yang bisa membuka kunci pada layar itu.


Sonya keluar dari dalam kamar Hendrick, ia akan mengecek ponsel Hendrick di dalam kamarnya saja.


Begitu sudah tiba di dalam kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar Hendrick, ia duduk bersandar pada kepala ranjang. Hendra, Papa nya Hendrick sedang tidak berada di rumah, ia sedang bertemu dengan temannya di luar untuk membicarakan masalah bisnis.


''Ya ampun, wanita ini,'' Sonya memegang dadanya seraya menggeleng kecil, saat dia melihat foto-foto Raisa yang berada di dalam galeri foto. Foto-foto yang tidak hanya satu, tapi ada beberapa foto, bahkan foto saat Raisa dan Hendrick sedang berpelukan mesra juga Hendrick simpan di ponselnya, saat mereka sedang berpelukan di kebun teh waktu itu.


''Rendah sekali selera anak ku, ternyata wanita yang bernama Raisa ini yang telah menjadi wanita simpanan Hendrick. Wajahnya sih memang cantik, tapi penampilan nya, ia terlihat norak dan kampungan. Awas saja kamu wanita sok lugu, sok polos, aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang,'' gumam Sonya lagi dengan senyum penuh arti.

__ADS_1


Sonya juga memeriksa aplikasi berwarna hijau, ia membaca chat antara Hendrick dan Raisa. Rasanya ia ingin muntah membaca pesan yang begitu mesra antara Raisa dan Hendrick. Tapi, ada satu pesan yang membuat Sonya semakin bertambah terkejut saat ia membacanya, yaitu pesan yang baru masuk ke dalam ponsel Hendrick.


[ Mas, kamu kenapa tidak memberi kabar kepada aku hingga kini? Kenapa telepon dari aku hanya kamu angkat lalu kamu matikan. Aku dan bayi kita sudah sangat merindukan kamu. ] Sonya menggeleng kecil saat ia membaca pesan dari Raisa itu.


''Mungkin saja wanita yang bernama Raisa ini telah menjerat Hendrick dengan mengatasnamakan bayi nya, licik juga tuh wanita kampung, mungkin saja ia sengaja menggoda Hendrick, hingga ia mengandung anak Hendrick,'' ucap Sonya geram. Sonya menghapus pesan yang ia baca, ia juga menghapus riwayat panggilan yang ia angkat tadi, supaya Hendrick tidak mengetahui kalau dirinya telah mengotak-atik ponsel itu.


Sonya lalu meletakkan kembali ponsel Hendrick di kamar Hendrick.


Sonya kembali lagi ke kamarnya, lalu ia mengabari Anggia, mengatakan kalau dirinya sudah tahu siapa wanita yang telah merebut Hendrick, ia juga mengatakan kalau dirinya sudah tahu di mana Raisa tinggal.


Besok, rencananya dua wanita itu akan bergerak cepat untuk menemui Raisa. Mereka tidak akan membuang-buang waktu.


***


Di tempat berbeda, Raisa berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya dengan ponsel berada di tangan. Sungguh, ia merasa begitu rindu dengan sosok pria yang bergelar suaminya itu.


Entahlah, semenjak hamil, rasanya Raisa ingin selalu berada di sisi Hendrick, aroma tubuh Hendrick seakan menjadi candu tersendiri baginya, seakan menjadi penenang saat dirinya susah tidur.


''Mas, kamu lagi ngapain sih?'' Raisa bertanya-tanya dengan wajahnya yang terlihat gelisah.


''Ah, lebih baik aku tidur saja. Mungkin Mas Hendrick lagi sibuk,'' ucap Raisa lagi menenangkan dirinya sendiri. Setelah itu ia naik ke ranjang, ia membaringkan tubuhnya, menarik selimut hingga sampai dada, lalu ia memejamkan matanya dengan terus membayangkan wajah tampan sang suami. Ia juga membelai perutnya yang sudah mulai membuncit.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2