ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
85


__ADS_3

Damar terus masuk menuju kamar nya dan Yasmin tapi saat Damar sudah masuk Yasmin tidak ada di dalam kamar itu, Damar juga memeriksa kamar mandi namun kamar mandi itu ternyata kosong.


Damar mulai keluar dari kamar dan mencari di dapur, karena Damar sering melihat Yasmin memasak jadi ia berfikir Yasmin ada di sana, namun sayang Damar tidak juga menemukan keberadaan Yasmin, hanya Art saja yang sedang masak di sana.


" Mbok, apa Yasmin sudah pulang?." Tanya Damar.


" Belum tuan." Jawab mbok nyem.


" Belum, apa dia menemui Erza." Batin Damar.


Damar mulai melangkahkan kaki nya keluar, ia ingin memastikan apakah dugaan nya benar, tapi saat ia akan keluar dari pandangan nya menatap seorang wanita cantik, ya dia adalah Yasmin yang sedang berjalan menuju kamar nya.


Yasmin terus melangkah masuk dan Damar mengikuti nya dari belakang. Yasmin heran kenapa ada koper yang berukuran cukup besar di dalam kamar nya, ia tidak tahu kalau koper itu milik suami nya.


" Dari mana saja? Kenapa baru pulang?." Tanya Damar. Yasmin membalikkan badan nya karena ia memang tidak tahu Damar pulang ke rumah nya.


Yasmin sekarang mengerti Koper itu milik siapa namun Yasmin sedikit merasa aneh dan bertanya tanya kenapa Damar membawa koper nya kemari.

__ADS_1


" Aku tadi pergi bersama Sela." Jawab Yasmin.


Yasmin mengambil handuk di dalam lemari dan ingin membersihkan tubuh nya, tapi ada yang mengganjal di pikiran nya tentan koper besar itu.


" Mas koper ini milik siapa?." Tanya Yasmin.


" Koper mas." Jawab Damar.


" Buat apa mas bawa koper kemarin, bukan nya kebiasaan mas datang dua jam untuk memenuhi hasrat mas saja setelah itu mas pulang ke rumah istri tercinta mu itu." Kata Yasmin.


Entah mengapa hati Yasmin masih sekeras batu, ia belum bisa menerima Damar, atas apa yang pernah Damar lakukan pada nya, padahal Damar sudah sangat tulus pada nya.


" Berapa hari?." Tanya Yasmin dengan ketus.


" Selamanya." Jawab Damar.


" Ha ha ha." Yasmin tertawa terpaksa, mendengar jawaban dari Damar, entah mengapa ia sangat susah sekali percaya pada Damar dan entah sampai kapan hati nya akan terbuka untuk Damar.

__ADS_1


" Kalau mas mau tinggal di sini, beli lemari baju, lemari ku sudah tidak muat lagi." Kata Yasmin. Yasmin langsung pergi dan menuju kamar mandi karena ia sangat malas melihat wajah Damar.


Sebenarnya Damar ingin menanyakan, apa Yasmin terlambat pulang karena menemui Erza.


Namun ia sangat takut dengan kemarahan Yasmin jadi lebih baik ia menahan ke ingin Tahuan nya itu saja.


" Kenapa Yasmin berubah menjadi galak ya." Gumam Damar.


Tidak berselang lama Yasmin keluar dari kamar mandi. Masih seperti sebelum nya Yasmin hanya melilitkan handuk di tubuh nya.


Entah apa yang ada di pikiran ia tidak suka Damar memandang nya dengan pandangan haus, namun ia juga selalu melupakan untuk membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi, Yasmin terus melangkah mendekati lemari.


Sementara Damar yang sedang merebahkan diri nya di atas tempat tidur mulai mengeluarkan keringat dingin.


" Di kasih tidak ya." Batin Damar yang masih menatap Yasmin penuh damba


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2