
Hingga beberapa jam kemudian pintu terbuka dan Gita keluar dengan senyumnya, semua keluarga berdiri termasuk Damar yang menanti apa yang akan di katakan oleh istri dari sepupu nya itu.
"Alhamdulilah selamat Mas Damar, bayinya sehat dan Mbak Yasmin juga baik-baik saja" tutur Gita yang membuat Damar tersenyum.
"Alhamdulillah" Damar sangat bahagia sekali karena ke empat putranya juga sehat dan selamat.
"Saya boleh masuk?" tanya Damar.
"Boleh Mas silahkan, tapi Mbak Yasmin belum sadarkan diri tapi tidak perlu khawatir itu karena pengaruh obat bius saja sebentar lagi Mbak Yasmin sudah sadar" jelas Gita.
Damar mengangguk dan ia berjalan masuk melihat sang istri yang masih menutup mata, Gita memang mengatakan jika Yasmin tak apa namun sebelum Damar melihat sang istri membuka mata dan tersenyum padanya, tetap saja perasaan Damar tak bisa tenang. Damar hanya bisa menciumi tangan sang istri.
"Damar, ayo adzani dulu cucu-cucu Mama ini" mama Sinta yang maru saja masuk langsung melihat cucunya yang sehat, walau pun tak terlalu gemuk.
Damar baru sadar ia terlalu fokus pada sang istri hampir saja ia lupa pada bayinya, Damar sangat terharu melihat bayi-bayinya ada empat sungguh membahagiakan sekali.
"Iya Ma" Damar mengadzani anaknya, ia memeluk bergantian ia pun tidak tau entah yang mana yang pertama dan yang mana yang bungsu.
__ADS_1
"Gita ini Mama bingung yang Kakak yang mana terus yang adiknya yang mana Nak?" tanya mama Sinta yang penasaran.
"Itu dari kanan Ma, yang Kakak yang paling ujung dan yang lagi deket sama Mama itu yang ke empat, itu ada juga di gelangnya di kasih nomer" kata Gita, ia juga sedikit bingung namun tadi sudah di pasang gelang yang bertuliskan lahir nomer berapa.
Perlahan Yasmin mulai sadar, ia tersenyum saat matanya terbuka ada Damar dan saat tertutupun Damar tetap ada di pandang matanya.
"Sayang terima kasih" berulang kali Damar menciumi kening sang istri mengucapkan kata terima kasih, kebahagian semakin ia rasakan saat mata sang istri sudah terbuka.
"Mas malu tau" Yasmin yang mulai di hampiri kesadaran bisa melihat banyak keluarga di sana yang melihat mereka, rasanya sangat membahagiakan.
"Mau nambah lagi Bu?" seloroh Veli manusia super jail itu sangat suka sekali menggoda siapa saja.
"Mama Sinta sih" Veli tak tau harus berkata apa sebab ia tidak mempunyai kekasih.
"Mas anak kita mana?" tanya Yasmin yang ingin melihat bayinya.
"Itu yang" Damar menunjuk para wanita yang sibuk menggedong bayinya.
__ADS_1
Gita memberikan bayi yang ia gendong pada Yasmin.
"Ini Kakak paling besar ya Yasmin" Gita memperkenalkan semua bayinya pada Yasmin, dalam sekejap Yasmin bisa membedakan semua bayinya tidak seperti Damar yang masih pusing.
"Nanti semua bayi kita di cat aja rambutnya yang, warnanya beda-beda biar Mas bisa tandain gitu" kata Damar mengeluarkan idenya.
"Mas apasih kok bayi rambutnya di cat" Yasmin malah merasa lucu dengan ide sang suami.
"Yang Kakak warna rambutnya pink, terus kuning, terus ungu dan yang bungsu nanti warna biru, gila keren banget Yasmin terus nanti si Zie rambutnya warna hijau" Sela juga ikut mengeluatkan idenya.
Keesokan nya
Kini Yasmin sudah di pindahkan keruang rawat super VIP, di mana kamar itu memang di khususkan untuk keluarga Wijaya sang pemilik rumah sakit. Pagi ini ruangan itu sudah di ributkan oleh tangisan bayi-bayi mungil kembar berjumlah empat itu.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...