ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Pulang


__ADS_3

Sore harinya, Hendrick pamit pulang ke Jakarta, sepuluh orang Bodyguard bertubuh tegap berotot kekar sudah datang, mereka di minta oleh Hendrick untuk menjaga sang istri simpanan, istri simpanan yang sangat di sayang dan di cintai nya.


Sungguh, Hendrick sangat takut sang istri ada yang mencelakai, Hendrick tidak mau sang istri sampai kenapa-kenapa selama dirinya tak berada di sisi Raisa.


''Sayang, Mas pamit, ya. Jaga diri kamu baik-baik, dan jaga anak kita,'' Hendrick berkata dengan sangat lembut seraya menatap wajah cantik sang istri, dirinya juga mengelus dan menciumi perut sang istri yang sudah mulai membuncit. Kini, mereka berdua tengah berada di dalam kamar. Saling melepas rindu untuk berpisah sementara waktu.


''Iya, Mas. Kamu juga, jangan nakal, ya,'' balas Raisa. ''Aku pasti akan sangat merindukan kamu, Mas,'' sambung Raisa lagi.


''Iya, Sayang. Mas pasti juga akan sangat merindukan kamu dan anak kita. Tunggu seminggu ke depannya, Mas akan menemui kamu lagi,'' ucap Hendrick, ia meraup wajah sang istri dengan kedua telapak tangannya.


''Lama amat seminggu,'' Raisa sedikit cemberut.

__ADS_1


''Maaf, Sayang. Tapi pekerjaan Mas di perusahaan benar-benar sudah menumpuk minta di selesaikan. Mas janji, Mas akan selalu menghubungi kamu setiap harinya, melakukan vidio call agar rasa rindu kita terobati.'' Jelas Hendrick, berharap Raisa akan mengerti dengan kesibukan nya.


''Baiklah, Mas.'' Raisa lalu memeluk erat tubuh tegap sang suami, kepalanya bersandar pada dada bidang sang suami, karena tingginya hanya sebatas dada sang suami. Hendrick pun balas memeluk tubuh sang istri, berulangkali dia mengecup pucuk kepala sang istri, sebagai tanda bahwa dirinya sangat mencintai istri nya itu.


Setelah selesai dengan ritual pelepasan sang suami, Raisa berdiri di teras rumah, lalu dia melambaikan tangan melepaskan kepergian sang suami. Mobil yang membawa Hendrick sudah melaju pelan, berangsur berjauhan meninggalkan halaman, lalu menghilang di balik pintu pagar.


Raisa merasa berat berpisah dengan Hendrick, meskipun hanya untuk waktu seminggu saja, tapi entah kenapa Raisa selalu merasa cemas. Ia takut sang suami tak datang menemui nya lagi. Ia takut sang suami pada akhirnya malah menikah dengan Anggia. Dan ketakutan yang terakhir Raisa adalah, dia takut sang tante kembali ke rumah lalu membuat ulah di rumahnya.


''Baik, Non. Kami akan selalu memastikan Non selalu dalam keadaan aman tanpa ada gangguan sedikit pun.'' Balas Bodyguard yang tubuh nya paling besar.


''Ya sudah, kalau begitu aku masuk dulu. Kalian kalau mau makan dan minum-minum ambil saja di dalam, ya.'' Ucap Raisa ramah.

__ADS_1


''Siap, Non.'' Jawab para Bodyguard secara bersamaan, hingga suara mereka terdengar begitu menggelegar. Raisa tersenyum mendengar itu.


***


Di tempat berbeda, Anggia lagi berada di rumah Hendrick. Dirinya duduk bergabung dengan kedua orang tua Hendrick, mereka bertiga menunggu kepulangan Hendrick. Karena tadi Hendrick sudah memberi kabar kepada mereka kalau dirinya akan pulang hari ini.


''Tante, Tante bujuk Hendrick, dong, supaya hari pernikahan kami di majukan,'' Anggia berkata dengan begitu manja kepada Mama Hendrick.


''Iya, Sayang. Kamu tenang saja, nanti saat Hendrick pulang Tante akan membicarakan itu kepadanya.'' Jawab nya.


Hubungan kedua wanita itu begitu dekat dan akrab, hingga Mama Hendrick tidak rela kalau Hendrick sampai dekat dengan wanita lain selain Anggia.

__ADS_1


__ADS_2