
"Sayang, kamu nggak bersihin badan kamu dulu?"
Adam bisa melihat penampilan Sela dengan rambut acak-acakan dan piyama tidur yang masih di gunakan Sela sudah sangat kusut.
"Nanti ya Kak, Sela masih capek banget" jawab Sela sambil mengipas tangannya.
"Ck, kamu ini udah seperti anak kecil" Adam merasa aneh dengan tingkah istrinya, mendapat mangga muda saja sudah seperti mendapat segudang uang.
"Kak" Sela meremas perutnya yang sakit, sejenak Sela menutup mata karena rasa sakit sungguh kini sedang sangat terasa di perutnya.
"Sayang kamu kenapa? Kamu nggak lagi bercanda kan?" tanya Adam sambil memegang lengan Sela, ia melihat wajah Sela sangat pucat dan ia yakin kali ini Sela tak bercanda seperti sebelumnya.
"Kak, perut Sela sakit banget" rintih Sela.
"Kita ke rumah sakit" kata Adam dengan panik.
Dengan gerakan cepat Adam mengangkat tubuh mungil sang istri, bahkan tapa berpamitan pada bunda Lesti karena Adam sudah terlalu panik.
*******
__ADS_1
Rumah Sakit.
Veli kini tengah memeriksa keadaan Sela yang berbaring di ranjang, ia terus memeriksa tanpa bicara sedikit pun dan itu sungguh membuat Adam bingung.
"Veli, istri ku kenapa?" tanya Adam yang sedari tadi menunggu Veli menjelaskan kondisi Sela namun Veli hanya diam dengan wajah datarnya.
"Veli..." sekali lagi Adam memanggil Veli, hingga dengan sedikit kesal Veli mulai menjawab.
"Sela kamu duduk dulu, tadi udah sarapan?" tanya Veli sambil membantu Sela untuk duduk.
"Udah" jawab Sela sambil meremas perutnya yang masih sakit.
"Veli kamu belum menjawab pertanyaan saya!" kata Adam dengan perasaan yang semakin kesal dan penasaran.
"Sela besok-besok mainnya di ranjang aja ya jangan main di lantai, kasihan yang di dalam kalau terbentur. Kamu juga kesakitan begini kan? Kalau Adam sih enak dia cuman muntahin laharnya aja di sana, puas deh dia" jawab Veli yang justru membuat Adam dan Sela saling pandang.
"Veli kamu kalau ngomong yang jelas, kita mah bebas mau main di mana aja, tapi maksud kamu apa?" tanya Sela yang membuat Adam mengusap wajahnya kasar, ia memang suka bermain di mana saja tapi kenapa Sela harus berkata demikian pada Veli manusia super gesrek.
"Ahahahahahaa" tawa Veli pecah seketika, melihat bertapa polosnya Sela yang langsung membenarkan perkataan.
__ADS_1
"Diam!" kata Adam dengan suara berat dan tertahan.
"Pasangan kocak" tutur Veli di sela tawanya.
"Jadi Sela, lu lagi hamil ini udah tiga minggu dan sakit yang kamu rasakan itu akibat benturan yang barusan kamu alami"
Sela dan Adam saling pandang, dengan cepat Adam memeluk Sela begitu juga dengan Sela yang membalas pelukan Adam dengan perasaan bahagia.
"Sayang makasih" Adam menitihkan air mata bahagia dan mengecup seluruh bagian wajah sang istri dengan penuh cinta melupakan Veli yang hanya menjadi saksi di antara keduanya.
"Heh, liat-liat tempat dong, nggak usah depan gue juga kali!" ketus Veli serasa di abaikan.
"Veli kamu serius kan?" tanya Sela melepas pelukannya.
"Iya, selamat ya" Veli memeluk Sela sesaat setelah Adam melepaskan Sela dari pelukannya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...