ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
386


__ADS_3

"Sialan lu!" kata Veli, namun ia tetap memberikan apa yang di minta Sela. Sebab ia tahu Sela hanya bercanda dan ia pun bukan terlahir dari keluarga susah.


"Makasih ya" kata Sela.


"Assalamualaikum" terdengar suara Yasmin yang baru saja datang bersama Damar keduanya tak pernah berpisah karena di mana ada Yasmin pasti ada Damar begitu pun sebaliknya, bahkan Yasmin sering kali menemani Damar bekerja.


"Waalaikumsalam" jawab yang lainnya.


"Sela" Yasmin langsung memeluk Sela.


"Yasmin" Sela juga memeluk Yasmin dengan erat.


"Sakit nggak?" tanya Yasmin menggoda Sela.


"Enak banget, sapa bilang sakit" jawab Sela terkekeh.


Tak lama berselang Sela kembali kontraksi dan ia mulai menjerit.


"Bunda hiks hiks hiks, sakit" kata Sela sambil menatap bunda Lesti.


"Iya sabar ya, nanti sakitnya hilang kalau sudah lahiran dan sakit kamu akan beganti jadi kebahagiaan" kata bunda Lesti sambil menciumi wajah sang putri yang sebentar lagi menjadi ibu.


"Iya Bunda" Sela menggenggam tangan bunda Lesti karena rasa sakit yang kembali menghampirinya.


"Sakit Bunda.... Mama sakit..." Teriak Sela, tangan kanannya di pegang oleh bunda Lesti dan tangan kirinya di pegang mama Sinta.

__ADS_1


Adam yang baru saja kembali dengan membawa jagung bakar juga mendadak panik.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Adam, ia bingung mau ke kanan atau ke kiri. Kalau naik ke atas Sela tidak mungkin juga, akhirnya Adam berdiri di samping mama Sinta dan mengambil alih tangan Sela yang di genggam mama Sinta.


"Nggak kenapa-kenapa" jawab Veli.


"Adam lu pinter banget loh, pas istri lu begini lu mendadak bego ya" seloroh Veli.


"Veli" Gita menepuk pundak Veli yang sangat suka sekali menggoda orang-orang di sampingnya.


"Tu lihat Adam, bini lu mau lahirin anak lu. Besok-besok kalau lu marahin istri lu cuman karena kesalahan kecil yang dia perbuat, ingat detik-detik ini!" jelas Veli lagi agar suami tau kalau melahirkan itu susah.


"Melahirkan itu bertaruh nyawa, bukan bertaruh ayam ya" ucap Veli memperjelas ucapannya.


"Bisa, santai bro" kata Veli lalu ia menatap Sela.


"Sela sabar ya, belum bisa mengejan karena pembukaan belum sempurna" jelas Veli setelah ia selesai memeriksa Sela.


"Tapi sakit banget Vel" kata Sela.


"Iya, kalau masih sakit tandanya kamu belum bisa mengejan" jawab Veli tersenyum.


Gita melihat Sela begitu lama melewati proses, ia langsung menyuntikan obat pada selang infus Sela dan ia melihat jam di pergelangan tangannya.


"Udah Git?" tanya Veli.

__ADS_1


"Udah" kata Gita, keduanya memang sangat kompak bekerja sama. Apa lagi mereka menangani anggota keluarga mereka sendiri.


Dua jam kemudian.


Semua anggota keluarga keluar, hanya ada Gita, Veli dan tiga orang perawat yang berada di dalam ruangan itu. Di tambah satu lagi Adam yang menemani Sela saat detik-detik persalinan bayi mereka.


"Siap Sel?" tanya Gita.


"Git aku mules" kata Sela yang sudah bermandikan keringat.


"Iya kamu harus dorong ya kalau udah mules" kata Gita lagi.


"Tapi aku pengen buang air Git" kata Sela.


"Iya, ayo dorong ya" kata Gita tersenyum.


"Kak Adam mana jagung Sela yang belum habis barusan?" tanya Sela, karena saat ia memakan jagung tiba-tiba perutnya terasa sakit dan ia berhenti sejenak mengunyah.


"Tapi kamu bukannya mau melahirkan?" tanya Adam yang bingung.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2