ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 82


__ADS_3

Yasmin yang menangis di pelukan sang putra mendongak menatap dokter Andre yang ada di depan papa mertua nya.


Yasmin melangkah cepat lalu berdiri di depan dokter Andre.


" Bagaimana kondisi suami saya dok?." tanya Yasmin.


" Nyonya tenang sja, kondisi pak Damar memang belum stabil, tapi Insya Allah setelah mendapatkan donor darah kondisi pak Damar akan kembali stabil nyonya, jangan lupa di bantu dengan doa ya nyonya, kalau begitu saya masuk dulu, kalau ada perkembangan nanti saya kabari , terima kasih." ucap Andre.


" Pa." ucap Yasmin


" Tenang ya, kamu pasti kuat, ingat jangan sedih, nanti kalau damar dengar, pasti sedih lihat kamu seperti ini." ucap Papa Hardy lalu memeluk Menarik Yasmin dalam pelukan nya


Yasmin mengangguk kan kepala nya.


Langit dan Beni keluar menemui keluarga Wijaya, disana Devanno sudah menceritakan kejadian kecelakaan itu, Langit merasa tidak enak karena istri nya, sampai damar mengalami kecelakaan seperti ini.


namun keluarga Wijaya tidak mempermasalahkan toh kondisi Damar tidak terlalu mengawatirkan.


2 hari kemudian.


Baik Damar Baru saja di pindahkan ke ruang rawat inap, karena kondisi sudah membaik, sedangkan Zie sudah sejak kemarin berada di ruang rawat inap.


Zie di temani oleh Langit, sedangkan Damar di temani oleh Yasmin, dan papa Hardy serta mama Sinta, namun saat malam hari ganti putra putra nya yang menjaga, karena mereka tidak mau kalau bunda, opa dan Oma nya sakit.


" Mas." panggil Zie.

__ADS_1


" Iya sayang, ada apa, kamu mau apa hmmm." ucap Langit.


" Mas, ayah mana?." tanya Zie.


" Ayah." ucap Langit sambil mengerutkan kening nya.


" Papa Hendra?, mas telp papa Hendra Sekarang ya, biar datang." ucap Langit.


namun Zie menggeleng kan kepala nya


" Terus siapa sayang?." tanya Langit yang bingung.


" Ayah mas, ayah, tadi ayah narik tangan ku, ayah sampai rela mengalami kepala nya berdarah demi menyelamatkan aku mas." ucap Zie dengan suara lemas.


Langit yang masih berfikir, sampai akhir nya ia pasrah.


" kondisi ayah bagaimana mas?." tanya zie lagi.


" Ayah tidak apa apa kok, ayah sudah sehat, jadi kamu sekarang harus lekas sembuh, agar bisa ketemu dengan ayah ok." ucap Langit final.


" Iya mas, Zie ingin sehat, zie ingin bertemu dengan ayah dan bunda, serta adik adik Zie." ucap Zie dengan antusias.


Langit menyuapi makanan hingga habis, ia tahu kalau istri nya saat ini sedang semangat ingin bertemu ayah dan bunda nya, namun ia juga bingung harus mencari ayah dan bunda dari istri nya kemana? bahkan ia sendiri tidak tahu seperti apa ayah dan bunda dari istri nya, namun ia masih bisa bernafas lega, untuk beberapa hari ke depan, ia akan mengerahkan semua pengawal nya untuk mencari bukti.


Langit melihat jam yang ada di tangan nya, ia berfikir kalau ingin menemui Andre terlebih dahulu, untuk menanyakan bagaimana kelanjutan nya.

__ADS_1


Di ruangan Dokter Andre


Tok tok tok


" Masuk." ucap dokter Andre dari dalam


" permisi dok Andre." ucap papa Hardy.


" Eh, pak Hardy, silahkan duduk sana saja pak, maaf saya rapikan berkas berkas saya dulu." ucap dokter Andre, papa Hardy mengangguk kan kepala nya.


" Maaf pak, ada yang mau saya tanyakan, tapi ini lebih ke hal pribadi pak, jadi saya mohon maaf sebelumnya, tapi kalau nanti bapak tidak berkenan, tidak apa apa kalau bapak tidak mau menawarkan nya." ucap Dokter Andre.


" Iya dok, silahkan, mau tanya apa?." tanya Papa Hardy


" Tadi saya mendapat kan kabar dari dokter Indra selaku dokter yang menangani Lab, apa benar bapak melakukan tes DNA?." tanya Dokter Andre


" Iya Dok." jawab papa Hardy


" untuk apa pak? kalau boleh tahu." tanya dokter Andre


" Saya ingin memastikan semua nya dok, karena saya sudah mengantongi beberapa petunjuk yang selama ini saya dan keluarga saya cari." jawab papa Hardy


" Terus apa hubungan tes DNA pak Damar dengan Nyonya Zie istri pak Langit.?." tanya Andre


" Apaaaa????."

__ADS_1


...Jeng jeng jeng, hayo hayo hayo stay terus ya kak...


__ADS_2