
"Udah kamu tidur aja, lagian aku tidak apa-apa kok dengan pernikahan ini. Mungkin ini skenario Tuhan yang sudah di gariskan untukku" Zie mencoba menenangkan Derris agar tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Lalu bagaimana dengan Gio Zie?" Clara tahu bahwa Zie dan Gio juga saling mencintai, ia yakin Zie sekarang hanya berpura-pura baik di depan mereka.
"Aku sudah meutuskannya Cla, dia juga mengerti kondisi ku saat ini" ucap Zie dengan suara yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Clara dan Derris.
"Lalu bagaimana dengan perasaanmu? Apa kau bahagia?" tanya Clara menatap lekat mata Zie.
Zie hanya tersenyum getir menanggapi pertanyaan Clara. Ia tidak mungkin bilang bahwa dia masih mencintai Gio, dan hatinya juga terasa pedih saat mengingat harus meninggalkan lelaki yang begitu menjaganya. Namun di satu sisi ia juga tidak mungkin bilang perlakuan Langit terhadapnya begitu lembut akhir-akhir ini, tidak sedingin waktu pertama kali mereka bertemu.
"Aku bahagia kok Cla, karena berkat dirimu aku mendapatkan suami yang sama baiknya seperti Gio"
__ADS_1
"Jangan berbohong padaku Zie, kamu pasti sedang tidak baik-baik saja! Apa perjaka tua itu memperlakukanmu dengan tidak baik? Kalo iya aku akan bilang pada Papa bahwa kamu tidak bahagia. Papa pasti akan membantu perceraian kalian!" ucap Clara seraya tangannya memegang bahu Zie, seakan-akan memberi kekuatan pada saudaranya itu.
Setelah di beritahukan bahwa dia di jodohkan dengan seseorang, Clara selalu menolak untuk bertemu dengan calon suaminya dan ia selalu memberi berbagai alasan pada papa Hendra. Hingga di hari pernikahannya Clara juga belum sempat melihat betapa sempurnanya seseorang yang bernama Langit Bagaskara.
Clara beranggapan orang yang di jodohkan orang tuanya dengan dirinya adalah orang yang sudah berumur. Makanya dia bisa bilang begitu pada Zie, dia juga merasa bersalah telah menukar kebahagian Zie demi bahagianya sendiri.
"Jangan Cla! Aku bahagia dengan pernikahanku, kamu tahu sendiri kan kalo aku hanya ingin menikah seumur hidup satu kali dan aku nggak akan melayangkan gugatan cerai dalam pernikahanku ini kecuali Mas Langit sendiri yang menceraikan aku. Aku akan ikhlas menerimanya" suara Zie sedikit keras.
Sementara Langit yang mendengar semua perkataan Zie merasa tenang dan senang dengan apa yang ia dengar, ia benar-benar tidak salah langkah untuk mempertahankan Zie dan pernikahannya karena ternyata Zie juga berpikiran yang sama dengannya.
*Sebelumnya
__ADS_1
Langit tetap melajukan mobilnya menuju rumah sakit Mahardika meskipun telah kehilangan jejak Zie. Setelah sampai ia bertanya pada resepsionis dan bertanya ruang rawat atas nama pasien Derris di sebelah mana. Saat sang resepsionis mengarahkan, kebetulan Gio lewat dan melihat Langit.
Kemudian Gio mengantarkan Langit ke ruangan Derris meski sempat Langit menolak tawaran Gio namun Gio tetap bersikeras untuk mengantarkan Langit sampai depan pintu ruangan Derris di rawat.
Saat ia akan beranjak, Gio mendengar suara Zie dan Clara yang sedang mengobrol, ia juga mendengar apa yang di ucapkan oleh Zie. la tersenyum kecut saat mendengar itu semua, meskipun sudah mengikhlaskan namun tidak dapat di pungkiri di hatinya masih ada nama Zie.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1