ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Part 28


__ADS_3

''Kamu pelayan baru?'' wanita berusia sekitar empat puluh lima tahun berdiri tepat di hadapan Raisa, ia memandang Raisa lekat, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Wajah nya datar, nyaris tanpa ekspresi.


''Iya Nyonya.'' Raisa menjawab sedikit gugup. Ia menundukkan kepalanya dengan jari-jari tangan memilin ujung baju.


''Sejak kapan kamu bekerja di sini?'' tanya Sonya lagi. Saat melihat Raisa, ia merasa wajah seperti Raisa tidak pantas menjadi seorang pelayan. Ia mengira ada udang di balik batu.


''Sudah dari seminggu yang lalu Nyonya,'' jawab Raisa sedikit gemetar. Saat ini ia sudah memakai pakaian pelayan. Tadi ia membantu pelayan lain meletakkan hidangan sarapan pagi di meja makan. Dan saat ia hendak berlalu dari meja makan, Sonya malah meminta nya untuk tetap berdiri di tempat. Hendrick yang melihat sang mama sedang mengintrogasi sang istri merasa sedikit tegang. Jujur, ia merasa kasihan melihat wajah wanita yang di cintai nya terlihat pucat karena ditanya-tanya oleh sang mama.

__ADS_1


''Oh. Emang kenapa kamu mau jadi pelayan? Saya perhatikan kamu itu masih muda, em cantik dan tubuh mu juga bisa di bilang seksi, kenapa mau-maunya kamu jadi seorang pelayan?'' tanya Sonya lagi, kini ia berjalan memutari tubuh Raisa.


''Aku, aku ...,'' Raisa bingung harus menjawab apa. Bertepatan dengan itu, Hendrick memotong ucapan nya. Dan Raisa merasa sedikit lega.


''Ma, sudahlah. Mending kita sarapan saja!'' ujar Hendrick, ia berharap sang mama akan berhenti bertanya-tanya kepada Raisa.


''Mama mau bicara dulu sama pelayan ini Hendrick. Mama takut dia punya niat jahat bekerja di rumah ini.'' Ujar Sonya angkuh. Sedangkan Hendra papa Hendrick hanya diam memperhatikan.

__ADS_1


''Mama takut dia menggoda kamu, atau papa kamu Hendrick. Zaman sekarang banyak sekali babu yang menjebak sang majikan dengan tubuh nya yang menggoda. Itu adalah sebuah trik agar wanita-wanita seperti dia ini bisa kaya mendadak dengan menyuguhkan tubuh nya kepada sang majikan.'' Sonya berkata sinis dengan nada suara yang cukup keras. Mendengar itu, Raisa merasa hatinya sangat sakit, matanya berkaca-kaca, ia menggeleng pelan dengan tangan menutup mulut.


''Tidak, aku bukan wanita seperti itu Nyonya.'' Bantah Raisa dengan suaranya yang serak, susah payah ia menahan tangisnya agar tak pecah. Hendrick yang duduk di kursi meja makan susah payah mengendalikan emosi nya mendengar tuduhan sang mama kepada istrinya, kedua tangan Hendrick yang berada di atas paha mengepal erat. Dadanya turun naik, ia ingin membela sang istri, tapi ia takut setelah mama dan papa nya tahu tentang hubungan nya dan Raisa, ia takut kedua orangtuanya mengusir Raisa dari rumah, bahkan ketakutan terbesar Hendrick adalah, ia takut mama dan papanya mencelakai Raisa. Hendrick sudah paham betul dengan watak kedua orangtuanya. Kalau mereka tidak suka sama seseorang, maka mereka tidak akan segan-segan untuk menghabisi nyawa orang yang di benci.


''Mudah-mudahan apa yang kamu ucapkan itu benar adanya. Karena, kalau sampai kamu mencoba mendekati suami dan putra saya, maka saya tidak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran kepada kamu.'' Sonya berkata sambil menunjuk-nunjuk wajah Raisa. Raisa pun tak menjawab lagi.


''Ya sudah sana kebelakang, kamu lanjutkan lagi pekerjaan kamu.''

__ADS_1


''Baik Nyonya.'' Raisa lalu berlalu dari hadapan Sonya, sebelum berlalu kebelakang, Raisa melihat sekilas kearah sang suami, ia merasa antara dirinya dan sang suami bagaimana langit dan bumi. Tak akan mungkin bersatu karena keduaorangtua Hendrick tak menyukainya. Tak akan merestui hubungan mereka karena status ekonomi mereka yang jauh berbeda.


Bersambung.


__ADS_2