
" Mas, mau langsung apa tidak?." goda Zie berbisik di telinga Langit sambil bermain dengan rambut nya.
" Terserah sayang." ucap Langit yang menarik salah satu buah melon untuk di hisap nya,.
" Ah." desah Zie.
Zie yang sudah kepanasan langsung mendorong tubuh suami nya untuk terlentang, lalu Zie naik ke tubuh Langit.
Langit terkejut bagaimana tidak terkejut, posisi seperti ini, ingin ia rasakan dari kemarin kemarin tapi ternyata sudah di dahului oleh istri nya.
" Saling menguntungkan mas." ucap Zie yang langsung menyedot selang berwarna cokelat itu.
" Ah sayang." ucap Langit yang langsung merasa kan melayang, bahkan kupu kupu bertebaran di pikiran nya.
Dia tidak mau kalah, dia langsung mengikuti apa yang di lakukan boleh istri nya, bahkan lidah sudah masuk gua yang rimbun itu.
" Maaaa....." ucap zie dengan lembut.
Langit lakukan hal itu lagi, bahkan kini dia bermain begitu lihai, mereka saling menyesap.
Mereka berdua bermain cukup lama, Zie yang sudah tidak tahan akhirnya membalik kan badan nya, tanpa aba aba Zie langsung memasukkan cokelat panjang ke gua rimbun nya.
" Sayang." teriak Zie dan Langit bersamaan.
Langit begitu merasakan milik nya masuk di tempat yang hangat bahkan ini sangat hangat.
__ADS_1
Sedangkan Zie merasa milik nya terasa penuh.
" Kamu menggemaskan malam ini sayang." ucap Langit sambil bermain dengan ke dua buah melon nya.
" Kamu juga mas, ah mas, punya mu terlalu panjang." ucap Zie yang melihat kalau punya suami nya masih ada sisa di luar.
" Bermain lah sayang, dengan dia, mas pasrah kan hidup mas malam ini kepada kamu." ucap Langit.
Tanpa banyak kata Zie menarik turun kan pinggul nya dengan berirama sambil bermain dengan puncak salah satu melon nya, agar suami nya semakin beringas.
Benar saja, langit langsung menarik tangan istri nya dan melahap buah melon yang sedari tadi sudah menantang nya.
Langit melahap tanpa ampun, bahkan di sana sudah banyak tanda Kismark nya, Langit tidak berhenti begitu saja, ia terus melakukan di banyak tempat, Zie terus melakukan dengan ritme yang semakin lama semakin cepat.
Tiba tiba keluarlah cairan hangat dari Zie.
" Mas belum sayang, kini waktu nya mas yang akan menghabisi kamu, kamu sudah berani membangun kan singa yang sedang tidur, mas tidak aka berhenti sampai pagi nanti." ucap Langit yang membalikkan tubuh Zie berada di bawah Kungkungan nya.
" Lakukan lah mas, lakukan, Aku milik mu, aku menginginkan mu." rancau Zie dengan menggigil salah satu jari nya.
tanpa pikir panjang, Langit langsung melesat pedang nya ke gua rimbun.
" Ah mas, punya kamu panjang banget, aku puas mas, aku puas,." ucap Zie terus menerus.
" Punya kamu masih sempit sayang, mas suka itu, siap siap ya, mas akan membuat kamu tidak melupakan malam panjang kita ini." ucap Langit.
__ADS_1
" Langit meletakkan kaki Zie di bahu nya lalu memaju mundur kan pinggul nya sampai suara erangan keluar dari bibir mereka berdua.
" nungging sayang." ucap Langit.
Langit kembali melesat kan pedang nya.
" Ah....." ucap Zie.
Langit melajukan itu dengan ritme yang cepat.
" Mas, aku lelah." ucap zie
" mas belum sayang, semangat sayang, ini kan yang kamu inginkan." jawab Langit dengan terus memaju mundurkan pinggul nya.
" Ahhhhhhhhhhh." ucap Langit menancapkan pedang nya dengan sangat dalam, lalu mengeluarkan cairan hangat ke dalam rahim istri nya begitu banyak.
mereka berdua terlentang dengan selimut yang menutupi tubuh polos nya.
" Kamu jangan tidur sayang." ucap Langit.
" kenapa mas?." tanya Zie dengan bingung.
" Masih ada ke 2, 3 dan 4 bahkan 5 juga bisa." ucap Langit dengan senyum mesum nya
" AH mas ta....." ucapan Zie belum selesai namun bibir nya sudah di bungkam oleh langit.
__ADS_1
...Happy reading, Jangan lupa, Like dan Vote ya kak ...