
Yasmin menarik kursi dan mendudukkan diri nya mata nya menatap martabak yang sudah disiapkan mbok Yem di hadapan nya tapi entah mengapa raut wajah nya yang bahagia berubah sedih entah mengapa ia ingin damar yang menyuapi nya tapi ia mulai mengambil 1 potongan martabak itu dan ia menutup mata nya ia membayangkan damar yang menyuapi nya baru satu gigitan yang ia makan ia kembali meletakkan martabak itu ia merasa martabak itu sudah tidak enak tapi Yasmin ketahui ternyata dari kejauhan damar memperhatikan nya dari awal ia berbicara dengan Baim sampai saat ini damar mulai berjalan mendekati Yasmin dan ia berdiri di samping Yasmin.
" kamu kenapa?." tanya damar.
" aku nggak papa mas." jawab Yasmin sambil mengusap air mata nya dengan kasar ia bangun dari kursinya tanpa melanjutkan makan martabak itu bahkan susu hamil yang dibuatkan kita pun masih belum iya teguk satu tetes pun.
" aku tidak boleh hidup bergantung lagi padanya aku harus bisa kembali menjadi diriku aku bukan wanita yang cengeng." batin Yasmin.
Yasmin terus berjalan menaiki tangga sampai akhirnya ia masuk ke kamar dia tidak peduli pada damar yang masih bingung berdiri di dekat meja makan damar kini sudah membaringkan tubuh nya di samping tubuh Yasmin yang telah ia menarik Yasmin ke dalam pelukan nya dan ia mendengar perut Yasmin yang berbunyi seperti nya minta diisi tapi Yasmin begitu lelap dalam tidur nya dan rasa lapar itu ia bawa tidur.
pagi harinya damar terbangun dan ia mulai mencari Yasmin tapi ia tidak melihat Yasmin di samping nya ini sudah hari ketiga ia tidak bercanda dengan Yasmin biasa nya bila Yasmin yang duluan bangun maka ia akan merasakan kejahilan Yasmin yang mengganggu nya selama ia belum bangun begitupun sebalik nya, damar bangun dengan malas dan mulai memasuki kamar mandi ia mulai melakukan ritual mandi nya.
" sayang kamu dari mana?." tanya damar saat ia melihat Yasmin menenteng kantong plastik.
" dari rumah Nisa mas tetangga sebelah tadi aku ke sana mau manja jambu tapi untungnya ada kakak Danu kakaknya Anisa yang manjatin." jawab Yasmin.
__ADS_1
Deg
hati damar mendadak sakit mendengar ucapan Yasmin bahkan yang memanjat jambu itu orang lain tangan mulai terkepal karena ia sama sekali sudah tidak diharapkan oleh Yasmin.
" aku ke belakang dulu mas." kata Yasmin berlalu dari hadapan damar sambil membawa jambu di tangan nya.
" Gita." teriak Yasmin.
" iya nyonya." jawab Gita.
" iya nyonya." jawab Gita yang langsung mengerjakan perintah Yasmin.
kini keduanya sudah duduk di gazebo damar hanya berdiri di kejauhan memperhatikan tingkah Yasmin yang sudah sangat mandiri gita mulai mencuci buah jambu dengan sangat bersih.
" nyonya biar saya saja yang potong." kata Gita.
__ADS_1
" tidak apa-apa aku saja." jawab Yasmin.
" baiklah hati-hati nyonya." kata Gita.
" auw." ring is Yasmin yang mulai menghisap telunjuknya yang terkena pisau.
" nyonya tangan Anda berdarah saya ambil kotak obat sebentar." kata gita yang merasa panik.
" sayang tanganmu kenapa?." tanya damar
" aku tidak apa-apa." jawab Yasmin cuek.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...