
"Kok anak lu mirip banget si ngeselin nya sama lu" ketus Adam melihat wajah Damar yang sedang tersenyum bahagia membelai rambut sang istri, Damar yang tidak bisa jauh dari Yasmin merasa tersiksa saat ia pergi selama berhari-hari untuk bekerja. Jadi ia sangat merindukan suasana saat bersama sang istri.
"Kita sodaraan makanya dia mirip sama gue" jawab Damar dengan asal karena perkataan Adam yang terdengar aneh di telinga Damar.
"Pantes" jawab Adam tanpa berpikir.
"Hihh" Zie yang cemberut karena sangat kesal dengan om Adam nya.
"Kiss dulu dong"
"Muah" Zie mencium pipi sang om asal hadiahnya di berikan padanya.
Setelah Zie mendapatkan hadiahnya ia langsung berlari mencari pengasuhnya yang biasa menemaninya bermain.
"Sayang kamu kok pucet banget ya" Damar memegang dahi Yasmin yang hangat.
"Iya mas, abisnya Zie ngga mau minum ASI lagi jadi aku demam" Yasmin menyandarkan tubuhnya di dada Damar.
"Istri kamu hamil, makanya Zie ngga mau minum ASI lagi" kata mama Sinta.
"Uhuk-uhuk, kamu hamil yang?" Damar tampak syok mendengar istrinya hamil lagi.
"Iya mas, tadi udah periksa ke dokter di temenin Sela" jawab Yasmin.
"Selamat ya bos" kata Adam.
"Selamat mulu, lu kapan?" Seloroh Damar.
"Tau tuh, nunggu Sela nya siap" jawab Adam menatap Sela.
__ADS_1
"Sela kamu belum juga siap nikah sama Adam?" Tanya mama Sinta.
"Adam PHP sih ma" jawab Sela kesal.
"Kasih kejelasan dong dam" kesal Mama Sinta. Adam diam dan sepertinya sebentar lagi ia ingin memberi kejelasan pada Sela.
"Mas kamu pake parfum apa sih, bau banget deh" Yasmin sepertinya kembali ke mode tidak suka wangi-wangian.
"Ck, kamu ngga suka yang?" Tanya Damar sambil menyium bau parfumnya sendiri.
Damar mengerti ia sudah banyak belajar mengenai kehamilan sejak Yasmin mengandung putri pertama mereka.
"Bau banget mas"
"Yang kamu hamil berapa bulan, soalnya udah jelas banget"
"Baru satu bulan mas" jawab Yasmin.
"Besar banget yang"
"Iya, kata dokternya kemungkinan kembar mas"
"Hah, serius yang?"
"Iya"
"Aduh seneng banget, ngga sabar rumah ini bakalan rame"
*********
__ADS_1
"Adam lepasin" kesal Sela karena Adam dari tadi hanya memaksa.
"Masuk" Adam membuka pintu mobil memerintahkan Sela masuk.
"Ck" dengan terpaksa Sela masuk ke dalam mobil Adam.
Tidak lama kemudian Adam juga ikut masuk dan mengemudikan mobilnya tanpa berbicara sepatah kata pun. Sela menyadari jalan yang mereka lewati adalah jalan menuju rumahnya, Sela santai saja sebab kali ini Adam tidak menyeleweng dengan memaksanya pergi jalan-jalan.
Tidak butuh waktu lama kini Sela dan Adam sampai di rumah Sela. Tanpa basa-basi Sela turun dari mobil bahkan tidak mengucapkan kata terima kasih.
"Loh, kok lu ikut turun sih?"
Sela tidak mengajak Adam turun tapi pria itu tanpa di ajak juga sudah turun sendiri tanpa perduli dengan Sela, Adam malah duluan berjalan masuk ke rumah Sela.
"Hey" Sela berlari dan mendorong tubuh kekar Adam untuk keluar.
"Nggak ada yang nyuruh lu masuk!" Kesal Sela.
"Memangnya saya butuh izin dari kamu?"
"Iya dong, ini kan rumah gue!" Sa menjawab dengan setengah berteriak.
"Percaya diri sekali kamu" Adam mengangkat sebelah alisnya merasa lucu dengan tingkah Sela.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1