ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 81


__ADS_3

Langit dan Beni melihat kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Zie, namun nihil, sampai sampai telinga Langit mendengar kalau ada perempuan yang kecelakaan.


" Maaf pak Bu, tadi saya dengar kalau ada perempuan yang mengalami kecelakaan." tanya Langit


" Oh iya pak memang benar, tadi lampu merah sana ada kecelakaan perempuan dan laki laki." jawab mereka.


Deg..


Langit terkejut dengan apa yang ia dengar


" Perempuan dan laki-laki?." tanya langit kepada ke dua orang di depan nya


" Iya pak, laki laki dan perempuan, tapi sekarang sudah di bawa ke rumah sakit." jawab nya lagi.


" Ke rumah sakit mana?." tanya Langit.


" Rumah sakit Prayoga pak." jawab mereka, Langit dengan terburu pergi begitu saja, bahkan yang mengucapkan terima kasih Beni.


Rumah Sakit Prayoga


Baik Langit, Beni, Mama Sinta, Yasmin dan Chandra ternyata berjalan beriringan, namun mereka tidak menyadari nya sama sekali, tiba di lobby mereka semua berhenti bersamaan.


Chandra dan Langit yang maju untuk bertanya


" Mbak pasien atas nama Damar dan Zea." ucap Chandra dan Langit bersamaan.

__ADS_1


Chandra dan Langit langsung saling menatap.


" Maaf kalau boleh tahu sakit apa?." tanya resepsionis rumah sakit tersebut.


" Kecelakaan." jawab Chandra dan Langit bersamaan lagi.


" Oh ada di UGD pak, silahkan." ucap resepsionis tersebut.


Dengan langkah cepat mereka semua ke sana, mereka masih belum menyadari kalau mereka sudah saling mengenal, di pikiran mereka hanya ada Damar untuk Chandra dan Zie untuk Langit.


Setiba di depan ruangan UGD, Langit bingung karena di sana juga sudah ada papa Hardy dan ada Devanno juga.


" Loh pak Langit ada di sini, ada apa pak?." tanya Papa hardy


" Ini saya mau memastikan kalau di dalam bukan istri saya pak, karena tadi saya mendengar kalau istri saya mengalami kecelakaan, dan semoga saja bukan." ucap Langit,


" Putra saya mengalami kecelakaan pak." jawab Papa Hardy.


" Apa pa, Damar kecelakaan?." teriak mama Sinta.


papa Hardy langsung tegang, saat tahu kalau tidak jauh dari tubuh langit ada istri dan menantu nya.


" Mama tenang dulu ya, sini papa ceritakan, kamu juga Yas, lebih baik duduk." ucap papa Hardy.


mereka duduk lalu papa Hardy menceritakan semua nya, namun baik papa Hardy atau Devanno, belum menceritakan tentang zie, mereka masih ingin menyelidiki apa kah itu benar Zie, tadi papa Hardy sempat meminta untuk tes DNA antara Damar dan Zie, sebenarnya papa Hardy sudah tidak meragukan nya lagi, namun ia ingin semua nya terbukti secara jelas, dan tidak ada yang di ragukan lagi.

__ADS_1


Ceklek


Pintu terbuka dari ruang UGD.


Dokter Andre yang di tunjuk segera menghampiri mereka.


" Bagaimana Dok, Dre?." tanya Langit dan Devanno.


" Baik, pelan pelan, saya akan memberitahukan kondisi pasien satu per satu, untuk Istri mu Lang Alhamdulillah, kondisi nya tidak parah, namun pak Damar." ucap Andre menjeda.


" Jadi di dalam benar istri ku Dre?." tanya Langit dan Andre menganggukkan kepala nya.


" Ayah kenapa Dok?." tanya Devanno.


" Pak Damar kekurangan Darah, tadi beliau mengeluarkan darah begitu banyak, kita butuh 3 kantong darah, namun persediaan di rumah sakit ini hanya ada 1, apa di keluarga nya ada yang bergolongan darah B?." tanya Andre


" Saya dok." ucap papa Hardy.


" Maaf pak, untuk bapak tidak bisa, karena kondisi bapak yang mempunyai hipertensi, kami tidak mau mengambil resiko." jawab Andre dan membuat papa Hardy sedih, di saat seperti ini, ia tidak berguna untuk putra semata wayang nya.


" Saya Dre." ucap Langit.


" Saya juga dok, golongan darah saya B." ucap Beni.


" Baik, silahkan ikut suster ini, untuk segera mengambil darah nya." ucap Andre.

__ADS_1


^^^Maaf ya kak, baru up, Insya Allah hari ini up banyak, tapi saya tidak janji ya, masih saya usahakan, karena badan saya sekarang tambah demam. ^^^


__ADS_2