
Brakkk.....
Kecelakaan tidak bisa terlelakkan lagi.
Damar dan Zie terpental ke pinggir trotoar, kepala ke dua nya mengeluarkan darah, namun damar dan zie masih bisa membuka mata nya.
" Zie." Ucap Damar dengan suara melemah setelah itu damar tidak sadarkan diri.
Begitu pun dengan Zie,.
" Ayah." Ucap zie lalu tidak sadarkan diri.
Devanno yang ada di dalam terkejut karena ayah nya telah mengalami kecelakaan di depan mata nya, kini dia memangku kepala ayah nya, dan merobeh baju yang ia kenakan, karena darah terus mengalir dari kepala ayah nya.
" Tolong telepon bulan." Teriak Devanno kepada orang orang yang mengerumuni nya.
" Sudah pak, sudah saya telpon kan barusan." Jawab salah satu dari mereka.
" Wanita ini bagaimana?." Tanya orang yang lain nya..
Devanno segera melihat wanita yang akan di selamatkan oleh ayah nya
" Kak Zie." Ucap devanno spontan.
" Dia kakak saya, tolong telepon lagi pak, ambulan nya suruh cepat lagi, kasihan kakak dan ayah saya pak." Ucap devanno dengan memohon.
Di perusahaan Langit.
Ponsel Zie terjatuh begitu saja, bahkan langit mendengar suara tabrakan tersebut.
Langit langsung panik dan berteriak keras kepada beni.
__ADS_1
" Iya pak." Ucap beni dengan rasa takut, karena selama ia bekerja baru ini melihat atasan seperti ini
" Tolong cancel semua nya, istri ku kecelakaan." Ucap langit segera berlari dengan membawa kunci mobil nya.
" Biarkan saya saja pak yang mengendarai mobil nya, pikiran bapak sedang kacau, untuk semua nya, saya bisa menyerahkan kepada Deni pak' ucap Beni dengan mengambil alih kunci mobil atasan nya.
Mereka berdua berlari, sampai Sampai pegawai yang menyapa mereka berdua terbengong, ada apa dengan 2 atasan nya itu.
Langit memberitahu kan kalau saat ini posisi istri nya tidak jauh dari apartemen nya.
" Zie kamu tidak apa apa kan." ucap Langit di dalam fikiran nya, ia duduk tidak tenang
Sedangkan di mobil pak Hardy merasa bingung,
" kok tumben tumbenan jam segini jalan ini macet total." ucap papa Hardy sendiri.
" iya pak, tumben sekali, sampai macet total seperti ini, saya tanya dulu ya pak?." ucap sopir papa Hardy
sopir pun turun untuk bertanya.
5 menit kemudian sopir papa Hardy
" maaf lama pak, kata nya di sana ada kecelakaan, laki laki dan perempuan, tadi orang orang bilang kalau laki laki nya menolong si perempuan tapi ternyata naas pak, dua dua nya tertabrak, kepala nya banyak mengeluarkan darah." ucap sopir papa Hardy.
papa Hardy yang mendengar itu langsung turun, rasa kepedulian kemanusiaan nya.
papa Hardy terus berjalan menuju kerumunan orang yang ada di depan nya.
" itu mobil Damar." ucap papa Hardy yang menuju mobil putra nya, namun saat sampai di mobil damar, papa Hardy tidak melihat putra dan cucu nya.
papa Hardy bingung namun telinga nya mendengar suara yang sangat familiar bagi nya, papa Hardy bergegas menuju suara tersebut.
__ADS_1
Deg....
jantung nya berhenti sejenak.
" Dev." ucap papa Hardy kepada cucu bungsu nya melihat kondisi cucu nya yang berantakan.
" opa, ayah dan kakak opa " ucap devanno sambil
" Mana ambulan nya?." tanya papa Hardy.
" sudah menuju ke sini tuan, mungkin gara gara jalan macet total seperti ini jadi jalan nya agak lambat." jawab salah satu dari orang itu
Papa Hardy masih belum melihat kalau di sana ada Zie juga.
" tolong angkat putra saya, bawa ke mobil saya." ucap papa Hardy.
4 orang bergegas mengangkat tubuh damar untuk segera di bawa ke mobil papa Hardy.
" Ayo Dev,." ajak papa Hardy.
" kakak belum opa, biar Dev angkat tubuh kakak." ucap Dev.
papa Hardy mengernyitkan keningnya, kakak kakak siapa yang di maksud oleh cucu nya ini.
" kakak siapa Dev, kamu jangan bercanda, ayah mu memerlukan pertolongan secepatnya." ucap Papa Hardy.
" Kak Zie opa." ucap Devanno dan itu membuat papa Hardy membeku.
" maksud kamu?." tanya papa Hardy
Maaf ya kakak kakak semua, ini saya menulis dengan pelan pelan, karena author nya lagi sakit, mohon maaf kalau masih kurang berkenan di hati
__ADS_1