ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 33


__ADS_3

Dan Langit tidak mempermasalahkan itu karena yang dia punya tidak akan habis jika hanya di belanjakan barang-barang mahal yang Winda incar.


"Aku nggak mau putus Lang!" teriak Winda saat Langit mengucapkan kata putus.


"Aku tidak perlu meminta persetujuanmu!" jawab Langit dengan nada ketus.


"Tapi kenapa Lang? Kita baik-baik aja kan sebelumnya? Kita nggak ada masalah!" teriak Winda frustasi.


Bila Langit memutus hubungan di antara mereka, ia tidak bisa lagi menikmati harta Langit lagi. Ia harus mencari cara agar Langit tidak memutuskannya.


"Kamu tau alasannya!" tegas Langit.


"Aku ada salah apa sama kamu? Kita saling mencintai kan Lang? Kita bicarakan baik-baik, jangan seperti ini Lang! Aku sangat mencintaimu!" Winda tetap bersimpuh di depan Langit. Wajahnya berderai air mata.


"Bukannya cinta hartaku?" Langit menatap Winda dengan tatapan yang tajam dan menusuk, membuat Winda meringsut ketakutan.

__ADS_1


Baru kali ini Winda melihat Langit se marah ini. Ia tidak tau apa penyebabnya, kalaupun penyebabnya tentang perselingkuhannya selama ini itu jelas tidak mungkin karena Winda selalu melakukannya di luar negeri, sementara Langit selalu sibuk dengan perusahaannya yang berada di sini.


"A-aku ... Mencintaimu sayang! Bukan karena hartamu, tapi karena memang rasa ini tulus padamu Sayang!" Winda memegang tangan Langit berusaha untuk meredam kan amarah Langit, seperti yang sering ia lakukan dulu.


Namun Langit menepis tangan Winda dengan kasar. Lalu mengambil sapu tangan yang ia simpan di saku celananya, kemudian mengelap tangannya yang tadi di sentuh Winda. Seolah-olah menampilkan bahwa dirinya merasa jijik di sentuh oleh wanita itu.


Langit berdiri menatap Winda dengan tatapan tidak suka lalu melangkah pergi meninggalkan Winda. Namun sebelum ia menjauh Langit menoleh ke belakang.


"Singkirkan tangan kotor mu itu! Aku tidak butuh bantuan dari orang rendahan seperti dirimu!" bukannya menerima bantuan dari pelayan yang berniat menolongnya, malah Winda menghina pelayan tersebut.


"Kamu ngapain sih Nish tolongin dia tadi? Biarin aja orang belagu seperti dia. Kayak yang cantik aja!" ucap seseorang yang juga berpakaian baju pelayan yang sama di gunakan oleh pelayan perempuan tadi.


"Hust! Nggak boleh bilang kayak gitu, biar bagaimanapun dia adalah pelanggan kita" ucap Tanisha memperingati temannya.


"Daripada kamu kesal nggak jelas begitu, mending kamu bantuin aku beresin meja ini"

__ADS_1


Kemudian membersihkan meja yang di buat kacau oleh pelanggan perempuan yang nggak punya sopan santun barusan, sesekali Tanisha mendengar gerutuan teman kerjanya tersebut.


"Kamu itu kaya, kenapa juga mau melakukan pekerjaan ini? Harusnya tinggal menikmati hidupmu sebagai nona muda di keluarga--" ucapannya tercekat karena Tanisha sudah membungkam mulutnya dengan cepat.


"Kamu bisa diem nggak Kay?" tanya Tanisha seraya melotot kan matanya pada Kayra teman kerjanya.


"Kalo mulutmu ini bocor, aku nggak mau kenal sama kamu lagi!" ancam Tanisha.


Kayra pun mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya pertanda ia meminta maaf. Dan Tanisha pun mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya sebelum atasan mereka melihat nya, bisa bisa mereka di pecat secara live.


Hayooo siapa sebenarnya Tanisha itu?


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2