
"Iya dong, ini kan rumah gue!" Sa menjawab dengan setengah berteriak.
"Percaya diri sekali kamu" Adam mengangkat sebelah alisnya merasa lucu dengan tingkah Sela.
"Ini rumah orang tua kamu, jadi kamu tidak ada hak untuk melarang saya masuk" tutur Adam yang membuat Sela semakin kesal.
"Tapi saya anaknya"
"Tapi saya calon menantunya"
"Apa? Menantu?" Sela yang syok mendengar jawaban dari Adam.
"Minggir" Adam dengan sengaja menabrak Sela yang mematung menghalangi jalannya.
"Hey gila!" Sela mengejar Adam setelah ia sadar dari lamunannya.
"Eh nak Adam" sapa bunda Lesti.
"Bunda sehat?" Adam langsung mencium punggung tangan Bunda Lesti.
"Bunda? Woy lu siapa?" Kesal Seli saat mendengar Adam memanggil bunda juga pada ibunya.
"Sela, kamu tidak sopan pada calon suami mu sendiri! Itu tidak baik" ucap bunda Lesti yang kesal dengan tingkah sang anak terlihat tidak sopan.
__ADS_1
"Gapapa bunda, mungkin Sela nya lagi ngambek" tutur Adam.
"Hah?" Sela melongo.
"Ngambek apaan!" Kesal Sela.
"Iya bunda maklum deh, emang pasangan muda sekarang begitu" tutur bunda Lesti sambil mempersilahkan Adam duduk di kursi sederhana di rumahnya yang sangat sederhana.
"Pasangan muda apaan"
"Sela buat kopi sana cepat" perintah sang bunda dengan tegas.
"Em" Sela meninjau udara dan menatap tajam Adam yang hanya menatap datar dirinya, sambil berlalu menuju dapur untuk membuat kopi.
Bahkan tanpa Sela sadari ia kesal saat melihat Adam sangat ramah dengan seorang wanita, ia adalah seorang sekretaris dari salah satu perusahaan ternama. Entah mengapa sejak saat itu Sela rasanya ingin menonjok wajah Adam.
Sementara Adam selama ini diam-diam selalu menemui bunda Lesti, dan mengatakan kalau ia jatuh hati pada Sela. Bunda Lesti adalah seorang janda, ayah dari Sela meninggal dua tahun yang lalu dan ia hanya orang biasa namun sangat bangga tentunya bila Sela bersanding dengan Adam. Siapa yang tidak mengetahui Adam walaupun Adam hanya adik angkat dari Damar namun Adam tidak kalah populer di mata masyarakat. Bunda Lesti sangat menyetujui hubungan Sela dan Adam.
"Ini kopinya" Sela meletakkan kopi buatannya di meja.
"Abis minum pulang ya!" Sela malah mengusir Adam.
"Uhuk uhuk" Adam terbatuk-batuk saat meminum kopi buatan Sela, bukan karena ucapan Sela tapi karena kopi buatan Sela asin.
__ADS_1
Mampus.
"Udah sana pulang" Sela menunjuk pintu.
"Sela!" Bunda Lesti membentak Sela yang bersikap kekanak-kanakan.
"Maaf bunda" Sela sangat menghormati bunda nya walau pun ia sangat kesal dengan Adam.
"Duduk!"perintah bunda Lesti, dengan berat hati Sela duduk berhadapan dengan Adam.
"Nak Adam bunda minta maaf ya karena tingkah anak bunda"
"Caelah ngapain minta maaf, ngga ada juga yang ngundang dia masuk" ketus Sela.
"Sela!" panggil bunda
"Bunda saya kemari ingin melamar Sela dan saya tidak mau khilaf karena kedekatan kami, jadi saya ingin bunda memberi restu untuk saya menikahi anak bunda" tutur Adam dengan pasti tanpa melihat kearah Sela.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1