ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
300


__ADS_3

"Kamu jangan mikir gitu dong" bunda Lesti bingung sendiri di buat putrinya.


"Terus apa?" Kesal Sela.


"Sela" bunda Lesti berusaha memeluk Sela.


"Pantesan Kak Adam gampang nampar Sela, karena Sela nggak berharga bagi Kak Adam" Kata Sela kembali menangis.


Suara Sela terdengar jelas hingga sampai di luar, Adam langsung masuk melihat apa yang terjadi pada istrinya. Bunda Lesti yang mengerti dengan keadaan langsung keluar, ia ingin meninggalkan Adam dan Sela menyelesaikan masalahnya.


"Sayang" Adam naik keranjang sederhana milik Sela dan ingin menenangkan istrinya yang sedang menangis, tapi Sela masih kesal dan tak mau Adam dekat dengannya.


"Apa? Mau tampar Sela lagi, bunuh sekalian biar puas" Teriak Sela.


"Sela Kakak minta maaf" Adam tak pernah lelah mengucap kata maaf dari bibirnya sebab Sela masih berkeras hati untuk terus memperbesar pertengkarannya.

__ADS_1


"Buat apa? Kakak kan udah beli Sela jadi Kakak bebas nikahin Sela dengan paksa, nampar Sela dan apa pun yang mau kakak lakuin Bunda juga nggak akan marah" Kata Sela kesal.


"Beli kamu?" Adam masih bingung tampaknya dengan arah pembicaraan Sela.


"Iya kan Kakak udah kasih Bunda uang, udah biayai kuliah aku juga jadi Kakak bebas mau apa" Jawab Sela yang terasa menyakitkan hati Adam.


"Sayang Kakak tidak bermaksud begitu" Adam masih mencoba meyakinkan Sela agar sang istri luluh padanya dan semua pertengkaran akan berakhir.


"Udah nggak usah di jelasin Sela ngerti" Jawab Sela.


"Baiklah, kalau kamu mau kita pisah, Kakak akan mengurus semuanya tapi kamu tidak boleh menolak uang yang Kakak berikan pada mu, sebab itu untuk anak Kakak yang kamu ku kandung dan Kakak akan pergi dan tidak akan memaksa mu lagi ya" Adam mengecup kening Sela untuk perpisahan.


"Sela maharani dengan ini dengan sadar saat ini aku menjatuhkan talak pada mu dan kau bukan lagi istri ku" Tutur Adam sambil menangis lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Sela, ia merasa berdosa sudah menampar Sela dan ia tidak mau Sela malah membencinya atau pun terpaksa hidup dengannya.


*******

__ADS_1


Yasmin dan Damar kini sedang sibuk memikirkan nama untuk keempat bayi kembar mereka, Yasmin bingung mereka memberi nama apa sebab kembar empat, dan sangat sulit sekali. Namun anehnya adalah Yasmin sibuk dengan mencoret-coret nama di kertas, tapi Damar malah memperhatikan saja tingkah istrinya. Pipi Yasmin sangat cabi membuat Damar semakin gemas saja pada sang istri.


"Mas gimana kalau nama anak kita, A, B, C, D, kan gampang manggilnya" Kata Yasmin pada sang suami namun Damar sama sekali tak menanggapi. Yang Damar tanggapi hanya kemontokan sang istri hingga membuat Yasmin kesal.


"Mas...." Yasmin yang kesal memukul wajah Damar dengan buku di tangannya.


"Eh" Damar tersadar dari khayalan yang sudah masuk ke dunia yang sangat indah.


"Mas denger nggak sih, Yasmin barusan ngomong apa?" Yasmin menahan kesal yang terlihat akan ada kemarahan yang akan segera melanda dalam diri Yasmin. Yasmin yang masih terus menatap Damar.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2