ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
331


__ADS_3

"Lihat apa yang bisa aku lakukan Adam!" Lina menatap Adam penuh misteri dengan cepat ia merobek baju dan berlari keluar, ia ingin berteriak mengatakan jika Adam sudah membuatnya ternoda. Namun sayang hingga ia membuka pintu Tomi dan polisi sudah berdiri di sana.


"Hey, pakaian mu kenapa?" Tomi melangkah masuk seiringan Lina yang berjalan mundur, tapi ia melihat polisi di sana ia yakin ia bisa memutar balikan keadaan.


"Pak tolong saya" Lina menangis dan menunjuk Adam yang berdiri tidak jauh darinya sedang melipat tangan di dada.


"Dia sudah kurang ajar pada ku, tolong aku pak" Pinta Lina dengan melas.


"Bu, kami kemari untuk membawa anda" Polisi itu membawa surat penangkapan untuk Lina, mata Lina terbuka lebar melihat apa isi di dalamnya. Ia tidak menyangka Adam melakukan itu padanya, bukankah Adam dulu mencintainya dan kini Lina hanya perlu sedikit usaha agar Adam kembali mencintainya seperti dulu lagi.

__ADS_1


Namun apa mau di kata justru usaha yang begitu banyak ia lakukan ternyata hanya membuatnya gelap mata dan kini ia harus menanggung semua yang sudah ia lakukan sendiri, Lina rasanya masih belum yakin mengingat dulu mereka yang saling berjanji untuk saling mencintai. Adam kembali hadir saat ia merasakan luka akan tunangannya yang berkhianat, Adam ada di saat suka mau pun duka itu dan menutupi sejuta luka yang di goreskan tunangannya itu hingga harapan hidup Lina kembali dengan adanya Adam di sisinya kembali.


"Adam, apa kau tega melakukan ini pada ku?" Tanya Lina yang kini benar-benar menitihkan air mata duka di hadapan Adam.


"Kalau kau menyakiti aku, aku terima. Tapi bila kau menyakiti wanita yang ku cintai itu maka aku tidak akan bisa diam"


"Adam aku ingin dengar apa kelebihan wanita itu, hingga kau tak mau kembali pada ku!" Lina masih percaya diri, ia adalah wanita karir terlahir dari keluarga berada dan Lina cantik dengan tubuh yang tinggi nan sexy. Sangat jauh bila di bandingkan dengan Sela, wanita yang pendek bahkan hanya sedada Adam belum lagi wajah Sela yang jarang terpoles make-up. Dan Sela juga wanita tomboy, Lina melihat rambut Sela hanya sepanjang lehernya saja tak ada kesan anggun sedikit pun, di tambah lagi perbedaan usia yang cukup jauh.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian lagi tapi aku mohon cabut laporan mu aku pun akan pergi jauh dari kehidupan kalian" Pinta Lina.

__ADS_1


"Tidak, hukuman adalah hukuman dan kau harus menjalaninya!" Keputusan Adam yang sudah matang tak dapat lagi di tawar.


"Aku mohon Adam, anggap saja ini bayaran karena kau berhutang nyawa pada ku!"


"Aku tidak pernah berhutang nyawa pada mu, semua kejadian itu kau yang merencanakannya dan kau membayar seorang dokter untuk ikut masuk kedalam permainan mu itu. Aku tau Lina kau hanya berpura-pura agar aku tetap bersama mu!"


Lina mendeguk saliva ternyata Adam sudah tau sampai di situ, Lina tak bisa lagi berbicara setelah apa yang ia dengar.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2