ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Part 31


__ADS_3

Setibanya di dalam kamar mandi, Raisa terus saja muntah, muntah air dan angin saja, karena sedari pagi ia belum ada memasukkan makanan ke dalam perutnya. Wajahnya terlihat pucat, ia memegang perutnya yang terasa sedikit kram. Tidak lama setelah itu Jasmine datang menghampiri nya, Jasmine yang mendengar Raisa muntah-muntah merasa khawatir.


''Non kenapa, Non?'' tanya Jasmine panik.


''Aku enggak tahu Jasmine,'' Raisa menggeleng kecil seraya menghapus sisa-sisa air muntahan di dekat mulut nya. Lalu ia kumur-kumur dengan air yang keluar dari keran.


''Wajah Non Raisa terlihat pucat, apa Non Raisa sudah makan pagi ini? Ini udah hampir siang lagi lho,'' tanya Jasmine sembari memijit punggung Raisa.


''Belum Jasmine.''


''Duh Non Raisa kenapa belum makan, maka nya Non Raisa sampai muntah-muntah kek gini, Non Raisa pasti masuk angin. Kalau begitu biar aku ambilkan makanan sebentar. Non Raisa tunggu di kamar saja, ya,'' Raisa hanya mampu menurut perkataan Jasmine, Jasmine membimbing tubuh Raisa agar duduk di atas kasur. Setibanya Raisa di atas kasur, Jasmine lalu keluar dari dalam kamar, ia berjalan ke dapur untuk mengambil makanan, ia memasukkan nasi dan ikan panggang ke dalam piring Raisa. Setelah selesai memasukkan makanan untuk Raisa, Jasmine mengeluarkan ponselnya dari dalam saku rok nya, ia akan menghubungi Hendrick.


[ Tuan, barusan Non Raisa muntah-muntah, wajahnya begitu pucat. ] tulis Jasmine lalu ia mengirimkan pesan itu kepada Hendrick. Tidak berapa lama, pesannya di balas oleh Hendrick.

__ADS_1


[ Kamu jaga istriku dengan baik. Ambil makanan untuknya, dan kasih dia obat. Jangan biarkan ia bekerja dulu di rumah. ] Balas Hendrick.


[ Baik Tuan. ] balas Jasmine lagi, Setelah itu ia menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku dan ia berjalan ke kamar membawa piring berisi makanan dan segelas air minum untuk Raisa.


Sedangkan di tempat berbeda, Hendrick yang membaca pesan dari Jasmine merasa begitu khawatir dengan kondisi sang istri, wajahnya kentara sekali menunjukkan kalau ia lagi panik. Anggia yang menyadari wajah cemas sang tunangan lalu bertanya, ''Kamu kenapa Sayang? Apa ada masalah di kantor?'' tanya Raisa menatap Hendrick lekat. Sekarang mereka tengah makan bersama di restoran mewah.


''Tidak, Mas tidak kenapa-kenapa Anggia.'' Balas Hendrick sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya menggunakan sendok dengan tidak bersemangat. ''Aku sudah dua kali makan, sedangkan Raisa. Ah, kenapa aku tidak becus sekali jadi seorang suami. Kenapa aku membiarkan ia kelaparan di rumah ku. Aku benar-benar lupa untuk memintanya makan tadi, karena kehadiran Mama dan Papa di rumah, membuat gerakku terbatas untuk memperhatikan istri ku.'' Ucap Hendrick di dalam hati.


''Tidak ada-ada apa-apa Anggia.'' Hendrick menjawab mantap.


''Apa yang Mas sembunyikan dari aku?'' tanya Anggia lagi.


''Mas bilang tidak ada. Ayo dilanjutkan lagi makan nya.'' Nada suara Hendrick sedikit meninggi, dan hal itu berhasil membuat Anggia tersentak kaget. Selama mengenal Hendrick, baru kali ini Hendrick berkata sedikit kasar kepada nya. Ia merasa sedih dan sakit. Anggia sangat mencintai Hendrick, berbeda dari Hendrick, selama ini Hendrick tidak pernah bisa untuk mencintai Anggia, walaupun sudah berulangkali ia mencoba dan belajar untuk mencintai Anggia, tapi tetap tidak bisa. Pertunangan mereka terjadi karena perjodohan keduaorangtua mereka, kedua orang tua mereka yang merupakan sahabat dekat, dan begitu juga hubungan Hendrick dan Anggia, sedari kecil mereka sudah berteman.

__ADS_1


***


Jasmine menyuapi Raisa dengan sabar, walaupun Raisa lama sekali menelan makanan yang sudah berada di dalam mulutnya, tapi Jasmine tetap menunggu hingga makanan itu tandas tertelan.


Baru dua suapan makanan yang masuk ke dalam perut Raisa, tiba-tiba Raisa merasakan rasa mual yang teramat sangat lagi. Ia lalu berdiri dan berjalan dengan cepat ke kamar mandi. Melihat itu, Jasmine meletakkan piring yang berisi makanan dengan cepat di atas nakas, lalu ia menghampiri Raisa.


Huek, huek, huek!


Raisa memuntahkan makanan yang baru masuk ke dalam perut nya. Tidak pernah sebelumnya ia seperti ini, dan hal itu membuat ia bertanya-tanya di dalam hati, apa yang terjadi kepada nya.


''Duh, apa jangan-jangan Non Raisa hamil anaknya Tuan Hendrick?'' Jasmine berucap di dalam hati sambil memijit tengkuk Raisa. Ia melakukan apa yang ia bisa untuk membantu Raisa mengatasi rasa mual.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2