ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
214


__ADS_3

"Mbak Sinta!" Mami Ratih yang mulai berjalan mendekati Mama Sinta dan papa Hardy yang sedang sibuk bermain dengan sang cucu.


"Ratih lihat deh cucu aku cantik banget kan" ucap Mama Sinta dengan bangga pada mami Ratih.


"Iya mbak, cantik banget deh" ucap mami Ratih yang mulai mengangkat baby zie dari pangkuan Papa Hardy.


"Hati-hati Ratih, itu kesayangan aku loh" ucap Mama Sinta yang sedikit emosi karena takut mami Ratih menyakiti cucunya padahal itu tidak mungkin. Hanya saja sang oma yang begitu posesif pada sang cucu kesayangan, bagi mama Sinta cucunya itu adalah berlian yang harus dijaga dengan harga yang tak terbeli.


"Iya mbak" mami Ratih yang tidak mengambil hati tentang ucapan Mama cinta karena keduanya memang begitu bila sedang bersama saling memanas-manasi namun tetap mereka keluarga yang saling menyayangi.


Kediaman Damar dan Yasmin.


"Sayang cucu Oma" Mama Sinta selalu menggendong cucu kesayangannya, sudah tiga hari Yasmin dan baby Zie dibawa pulang selama itu pula baby Zie selalu bersama mama Sinta bahkan malam juga baby Zie tidur dengan omanya itu.


"Mama anak Damar cantik kan?" Tanya Damar yang duduk memeluk Yasmin, kini keluarga Wijaya dan keluarga Rianda sedang berkumpul di kediaman Damar dan Yasmin.


"Lihat dulu siapa omanya, Sinta gitu loh" tutur Mama Sinta dengan bangga.

__ADS_1


"Bukanlah Ma, anak Damar cantik itu karena Damar yang buatnya hati-hati" seloroh Damar sambil mengangkat dua jarinya tanda damai pada Mama Sinta yang menatapnya tajam.


"Kamu punya mulut itu dijaga, ingat kamu itu udah punya anak kasih contoh yang baik" mama Sinta yang mulai menasehati Damar yang suka sekali berbicara ngasal.


"Okehhh, Oma cantik" Damar tersenyum pada mamanya.


"Mbak aku kapan ya?" Mami Ratih terus murung karena dia juga ingin segera memiliki cucu, di rumah ia merasa kesepian.


"Do, mami kamu nanyain tuh" Mama Sinta yang membuyarkan lamunan Edo, entah apa yang sedang di pikirkan Edo yang jelas kepalanya sedang pusing dengan cinta yang tak kunjung terbalas pada Gita.


"Mami nanyain cucu, mmmffpp" Adam terkekeh mengejek Edo.


"Do, lu ngapain marah. Maksud Adam itu lu apanya yang mikirin anak calon bini aja kagak punya" seloroh Damar yang ikut menjaili sepupunya itu.


"Songong lu" ketus Edo pada Damar kemudian matanya menatap Adam yang duduk di sofa tidak jauh darinya.


"Lu juga udah kayak punya calon aja, cewek juga kagak punya" ujar Edo menunjuk Adam.

__ADS_1


"Eh sorry ya Do, itu Sela calon mantu mami" Mama Sinta juga ikut membela Adam.


"Kalian kompak amat belain bocah ini" Edo menatap tajam Adam.


"Anak sholeh ya banyak yang bela dong" Adam menepuk dadanya dengan bangga.


"Do kamu pangku ni Zie" mama Sinta meletakkan baby Zie di pangkuan Edo.


"Ma Edo takut" Edo seperti robot saat memangku baby Zie, ia tidak berani bergerak sedikit pun.


"Zie ngompol ya di pangkuan ayah Edo, mana tau dengan begitu kamu bisa cepet dapet adik" seloroh Adam.


"Istri aja belom punya, gimana mau punya anak" Edo meluapkan kekesalannya.


"Ahahaha" semua yang ada di ruangan itu menertawai Edo.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2