
Adam diminta untuk memasangkan kalung emas di leher Sela yang hanya 10 gram itu. Adam sebenarnya merasa terhina dengan permintaan Sela yang hanya 10 gram emas saja. Sementara ada mampu memberikan lebih dari itu, bahkan dulu saja Sela meminta cincin berlian Adam langsung membelikan nya dan sampai saat ini masih terpasang di jari manis Sela.
Akan tetapi Sela mengatakan bila maharnya lebih dari 10 gram emas ia tidak akan mau menikah dengan Adam, padahal mama Sinta juga sudah membicarakan hal itu. Tapi Sela tetap ingin menikah dengan 10 gram emas atau tidak menikah dengan Adam. Dengan berat hati Adam mengabulkan permintaan Sela walaupun ia kesel.
"Sela, ayo cium punggung tangan suami kamu" ucap Mami Ratih sebab Sela diam saja saat Adam selesai memakaikan kalung di leher Sela.
Dengan perasaan campur aduk Sela mencium punggung tangan Adam, air mata yang terus mengalir. Bayangan wajah sang ayah selalu menghampiri Sela dan membuatnya semakin bersedih. Tubuh Sela bergetar saat ada mencium keningnya, Sela yang belum pernah pacaran dan belum pernah ada yang menciumnya merasa takut sekali.
"Alhamdulillah, selamat kalian sudah jadi sepasang suami istri" tutur penghulu.
Selanjutnya keduanya diminta untuk menyalami semua anggota keluarga, tidak ada acara setelah ijab qobul. Resepsi akan diadakan di salah satu hotel ternama milik Damar nanti malam sementara akad dilaksanakan di rumah Sela yang sederhana.
"Bunda hiks hiks" Sela menangis di pelukan Bunda Lesti dengan perasaan yang sedih, rasanya Sela tak sedikitpun rasa bahagia pasalnya Adam menikah dengannya dengan cara memaksa dan tidak pernah berbicara serius padanya untuk mengatakan cinta ataupun hal yang meyakinkan Sela bila ada memang mengharapkan Sela untuk menjadi istrinya.
Bahkan selama satu minggu sebelum mereka menikah, padahal keduanya sudah sangat sering bertemu pergi berdua untuk ke butik dan ke tempat lainnya. Tapi Adam hanya diam saja tanpa berkata apapun, sering kali Sela bertanya namun Adam hanya mengatakan kan kalau pernikahan mereka gagal Bunda Lesti pasti terpukul sebab Bunda Lesti terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
Resepsi pernikahan Adam dan Sela.
"Aduh sayangku, kamu makan terus ya" kata Damar. Keluarga lain sibuk menyambut tamu namun Yasmin malah duduk di sudut dengan banyak makanan.
"Kak Yasmin bener deh udah seperti orang kelaparan" kata Ghani yang juga bersama Damar menghampiri Yasmin.
"Iya nih kak Yasmin malu-maluin, suami pengusaha malah dikira orang pasti enggak pernah dikasih makan" seloroh Ghani lagi sambil menahan tawa.
"Hehehe, apa sih bocah pergi sono" kesal Yasmin.
"Iya!" Jawab Ghani yang berlalu pergi dan menghampiri kembarannya.
"Yasmin nggak kuat lihat makanan Mas" Yasmin juga merasa malu saat melihat banyak piring kosong di hadapannya.
"Maaf ya Mas" Yasmin menutup mulut dan merasa tidak enak sendiri.
__ADS_1
"Sayang" Damar memeluk Yasmin yang duduk di kursi, Yasmin juga memeluk pinggang damar dan mendongak agar melihat wajah sang suami.
"Kenapa harus minta maaf, mas ngerti kok lagian mas senang kamu banyak makan jadinya gemuk" tutur Damar.
"Mas suka Yasmin gemuk?".
"Iya dong" Damar mengelus perut buncit Yasmin.
"Kenapa? Kan cantikan kurus sexy" tutur Yasmin.
"Kalau kamu gemuk tandanya kamu bahagia yang" jawab Damar dengan konyol.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...
.......