ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Part 24


__ADS_3

Hendrick keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Raisa di belakangnya. Mulai saat ini mereka harus menjaga jarak. Ada sakit yang merasa rasakan, tapi mereka tak bisa menentang keadaan.


Begitu tiba di ruang keluarga, Hendrick begitu di kaget kan dengan suara teriakan Mama, Papa nya dan juga Anggia.


''Suprise ...,'' teriak mereka bersamaan dengan wajah ceria. Mendapati itu, Hendrick berpura-pura kaget dan sangat terkejut, ia melotot dengan mulut sedikit di buka. Selain itu ia juga tersenyum.


''Kalian? Kapan kalian pulang?'' ujar Hendrick dengan senyum merekah. Setelah itu ia berjalan menghampiri Mamanya, Papanya dan Anggia. Sedangkan Raisa masih diam terpaku di tempat nya, ia melihat pemandangan di depan matanya, ia merasa minder melihat Anggia yang sangat cantik, Mama Hendrick juga terlihat cantik dengan gayanya dan penampilan nya yang elegan, begitu juga Papa Hendrick.

__ADS_1


Hendrick dan Anggia saling berpelukan, Anggia memeluk Hendrick dengan erat, tidak hanya itu, Anggia juga mengecup pipi dan bibir Hendrick, Hendrick pun membalasnya, untuk menghargai Anggia. Anggia tak merasa sungkan mengecup bibir Hendrick di hadapan kedua orang tua Hendrick. Gaya pacaran nya sudah seperti gaya kebarat-baratan, karena ia sudah terlalu lama tinggal di luar negeri. Anggia, Mama dan Papa Hendrick sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Raisa, mereka menganggap Raisa tak ada. Karena saat melihat penampilan Raisa, mereka sudah bisa menebak kalau Raisa hanyalah seorang pelayan.


Mata Raisa berkaca-kaca melihat suaminya berciuman dengan wanita lain, setelah itu ia berjalan dengan langkah kaki lebar melewati empat orang yang ada di ruang keluarga. Empat orang yang tengah berbahagia karena sudah kembali bertemu. Begitulah anggapan nya.


Setibanya di lantai atas, Raisa ingin memasuki kamarnya dan Hendrick, tapi dengan cepat Jasmine mencegah nya.


''Baiklah Jasmine.'' Balas Raisa lesu.

__ADS_1


''Ya sudah, kalau begitu biar aku antar Non Raisa ke kamar belakang,'' setelah itu Raisa mengikuti langkah Jasmine menuju kamar belakang. Raisa sudah tidak sabar lagi ingin masuk ke kamar, ia ingin merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, selain itu rasanya ia ingin menangis sepuas-puasnya menangisi nasib baik yang tak berpihak kepadanya.


''Non Raisa tenang saja, kami para pelayan akan tetap menganggap Non sebagai istri dari Tuan Hendrick, sesuai sama apa yang di katakan Tuan Hendrick,'' ucap Jasmine lagi membesarkan hati Raisa.


''Iya Jasmine, terimakasih karena selama tinggal di sini kamu sudah memperlakukan aku dengan sangat baik.'' Balas Raisa. Tidak lama setelah itu mereka tiba di kamar belakang, Raisa langsung saja masuk ke dalam kamar barunya, kamar yang berukuran kecil tapi cukup nyaman dan bersih. Raisa melihat di dalam lemari, pakaian yang di beli oleh Hendrick waktu itu sudah tersusun rapi di dalamnya, termasuk lingerie juga. Ternyata Jasmine sudah membereskan kamar tersebut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2