
"Kenapa? Kan cantikan kurus sexy" tutur Yasmin.
"Kalau kamu gemuk tandanya kamu bahagia yang" jawab Damar dengan konyol.
"Emang orang kurus ngga bahagia mas?" Yasmin malah seperti anak kecil yang memikirkan hal yang tidak penting.
"Ya ngga tau, kan mas gak ngurusin orang. Mas cuma ngurusin istri mas saja" kata Damar.
"Ish mas" Yasmin meledak malu karena banyak tamu di sana tapi Damar malah menggombal di hadapan orang banyak.
"Yasmin Damar ayo ambil foto keluarga" kata mami Ratih orang yang sangat aktif bila ada acara.
"Iya mi" jawab Yasmin sambil berjalan mendekati Sela dan Adam.
"Cie nikah bro" goda Edo sambil bersalaman ala-ala pria.
"Apa sih lu do" jawab Adam merasa malu.
"Cie jadi belah duren nih yee" kata Damar menimpali.
__ADS_1
"Ini lagi bos stres" kesal Adam.
Damar dan Edo menarik Adam menjauh dari Sela dan yang lainnya, karena Edo dan Damar ingin menggoda Adam.
"Lu bisa yang itu nggak? Apa mau gua ajarin cara belah duren" seloroh Damar.
"Sialan lu" kesal Adam.
"Mana tahu lu nggak bisa, lu harus berguru sama gue" kata Damar lagi.
"Otak lu berdua nggak ada yang sehat" gerutu Adam sambil kembali mendekat pada Sela. Semuanya terlihat bahagia apalagi Adam senyumnya terus terukir, tapi tidak dengan Sela yang hanya tersenyum dihadapan para tau saja hingga senyum Sela hilang saat seorang pria menghampirinya dan menjabat tangannya.
"Iya makasih" kata Sela tersenyum kecut.
"Semoga bahagia" tutur Fahri sebelum akhirnya ia menjabat tangan Adam yang berdiri di samping Sela. Dengan berat hati Adam menjabat tangan Fahri, Adam tahu Sela menyukai Fahri sebab Adam sangat mencintai Sela dan tak ingin orang lain memilikinya.
"Kalau lu nggak bisa bahagiain dia, masih ada gue" bisik Fahri sambil menepuk pundak Adam. Adam tidak suka dengan kata-kata Fahri yang seolah meremehkan nya, tapi Adam hanya diam saja lagi pula ia sudah menikah dengan Sela.
"Mohon perhatian, kita akan masuk pada acara berikut nya yaitu pesta dansa" terdengar suara seorang wanita yang mengisi acara.
__ADS_1
Semua sibuk mencari pasangan nya masing-masing.
"Gita sayang dansa sama abang yuk" itu berlutut di bawah kaki Gita bahkan di hadapan orang banyak, dengan menyimpan rasa malu Gita mengangguk dan memegang tangan Edo. Sementara Damar juga menghampiri sang istri nya.
"Istriku sayang, makanya nanti dilanjut ya sekarang kita dansa dulu" tangan Damar mengambil sendok di tangan Yasmin.
"Tapi kita udah pasangan lama Mas" Yasmin merasa malu karena kedua nya sudah memiliki anak, apa masih mungkin ikut berdansa pikir Yasmin.
"Walau pun kita sudah tua dan berambut putih cinta kita nggak akan berubah, ayo apa perlu mas gendong kamu?" Tanya Damar sambil melingkarkan tangan di pinggang Yasmin.
Mama Sinta dan papa Hardy juga tidak mau kalah, Papa Hardy menaik turunkan alis matanya pada Mama Sinta. Mama Sinta mengerti Papa Hardy memberi nya kode untuk berdansa.
"Yuk" mama Sinta memeluk Papa Hardy dengan cepat. Sementara Mami Ratih hanya diam saja karena papi Rianda tidak akan mau bila diajak berdansa.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1
.......