ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
196


__ADS_3

" syarat macam apa itu." Ketus sela.


" kamu sudah berjanji menerima syarat dari ku atau kamu aku serahkan pada preman nanti di persimpangan jalan." kata Adam penunjuk jalan yang terkenal banyak preman yang sedang mabuk bila malam hari di tempat itu.


" Adam apa syarat ada yang lain?." tanya Sheila mencoba bernegoisasi.


" tidak " jawab tegas Adam


" ayo lah Adam." kata sela.


" panggil aku sayang." jawab Adam dengan enteng nya.


huffffp.


Sheila menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mulai menuruti ucapan Adam daripada harus diserahkan pada preman jalanan itu lebih baik ia menyerahkan dirinya kepada Adam.


" okey." jawab Sela dengan emosi.


" ayo panggil aku sayang." kata Adam lagi karena ia merasa menang.


" tapi besok belikan aku cincin berlian." kata sela kenal sela yakin Adam pasti lebih memilih meninggalkannya daripada membelikan berlian untuknya Sheila tersenyum dan bahagia di dalam hatinya.


pagi hari.

__ADS_1


" selamat pagi bidadari ku sayang." damar terus mengecup bibir Yasmin tanpa henti hingga Yasmin prasa tidur nya terusik.


" mas." Yasmin mulai mengerjapkan matanya merasa kesal dengan damar yang terus saja mengganggu nya.


" sayang sudah pagi." kata damar kini tangan nya mulai mengelus perut buncit Yasmin.


" em." Yasmin bukan bangun tapi malah berbalik membelakangi damar untuk kembali melanjutkan tidur nya.


" sayang kita kapan ke rumah sakit buat lihat hasil karya mas ini?." kata damar dengan mengelus perut Yasmin.


" belum tahu mas belum tanya sama gita." jawab Yasmin


" tidak usah tanya lah ya sayang kita nanti ke rumah sakit ya buat USG." kata damar yang sudah tidak sabar ingin melihat anak nya yang masih di dalam kandungan Yasmin.


" iya terserah mas aja." jawab Yasmin.


" terus maunya mas apa?." tanya Yasmin yang sudah mulai jengkel.


" hadap sini lah sayang." kata damar yang mulai mesum.


Yasmin tidak menggubris ucapan dengar karena ia sudah terbiasa dengan tingkah laku dan ke mesuman damar yang di atas level rata-rata.


" oh mas tahu." kata damar merasa menemukan ide.

__ADS_1


" tahu apa?." jawab Yasmin dengan ketus yang tidak peduli dengan damar.


" sayang sukanya apa yang dari belakang kan?." tanya damar tanpa dosa.


ya spring reverb bangun dari tidurnya lalu dengan cepat Yasmin mengambil guling melemparkan nya kepada damar damar menutup wajah nya dengan kedua tangannya Yasmin mengambil bantal nya dan mulai memukuli damar tanpa henti.


" ampun sayang." teriak damar sambil terus berusaha menutup wajah nya.


" tidak ada ampun." kata Yasmin.


buk buk buk buk


Yasmin terus memukuli damar tidak mengenal ampun hingga bantal itu hancur dan mengeluarkan kapas yang ada di dalam nya dan juga tidak mau kalah ia mulai mengambil bantal milik nya dan memukuli yasmin dan terjadilah pukul-memukul saling serang dengan bantal hingga bantal habis mengeluarkan kapas bertebaran di kantor mereka.


rambut Yasmin yang panjang mulai dipenuhi dengan kapas begitu juga dengan rambut gambar keduanya berhenti dan saling memandang dengan tubuh sangat acak-acakan.


" masih berani." teriak Yasmin.


" ampun sayang." damar menunjukkan wajah melas nya dan tidak lagi berperang dengan Yasmin.


" ha ha ha ha." tiba-tiba Yasmin tertawa melihat wajah damar yang berantakan.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2