ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
359


__ADS_3

"Halo Oma" jawab Yasmin menirukan suara anak kecil.


"Bunda" Zie berlari dan langsung naik ke ranjang untuk bisa mencium Yasmin bahkan Zie berniat melompat untuk memeluk leher Yasmin, namun dengan cepat Damar memeluk Zie sebelum si kembar tertindih oleh Zie yang belum mengerti apa-apa. Mungkin bagi Zie dua bayi itu hanya boneka mainan yang tak akan rusak bila di tindih sekalipun.


"Ayah....." teriak Zie kesal, ia sudah sangat rindu dengan sang Bunda tapi sang Ayah malah mencegahnya.


"Zie mau peyuk Bunda" kata Zie lagi dengan kesal.


"Zie, kalau mau peluk Bunda boleh tapi pelan-pelan itu Bunda lagi kasih asi buat adik-adik Zie" Damar menunjuk dua bayi yang sedang di susui Yasmin.


"Tapi Zie peyuk Bunda" Zie masih kesal sebab kini tak sama lagi seperti sebelumnya karena ada adik kembarnya juga, dan Zie belum mengerti soal berbagi.


"Zie sayang sama Bunda?" tanya Yasmin yang di angguki Zie dengan wajah polosnya.


"Kiss Bunda" Yasmin memajukan pipinya agar Zie bisa menciumnya. Zie langsung mencium sang Bunda di bantu oleh Damar agar tak mengenai dua bayi yang masih minum asi.


"Tayang..." kata Zie tersenyum.


"Sama, Bunda juga sayang sama Zie dan sekarang Zie udah jadi Kakak. Kakak Zie, jadi Zie nggak boleh nakal terus harus sayang sama adik-adiknya ya" kata Yasmin pada Zie.


"Iya unda" Zie tersenyum dan kini mengerti karena sang Bunda sudah memberikan penjelasan.


"Zie sayang Ayah nggak?" tanya Damar.

__ADS_1


"Tayang dong" Zie memeluk leher Damar dan menciumi seluruh wajah Damar.


"Zie mau cium adiknya nggak?" tanya Damar lagi hingga membuat Zie melihat adik-adiknya.


"Au" Zie mengangguk dan Damar membantu Zie mencium satu persatu adik kembarnya.


"Udah nggak boleh banyak-banyak" kata Damar sebab Zie tak pernah berhenti meminta mencium sang adik.


"Peyit" Zie memanyunkan bibirnya kesal.


"Biarin, wle" seloroh Damar.


"Assalamualaikum" suara mami Ratih yang datang bersama papi Rianda untuk melihat anak-anak Damar.


"Wah, Oma Ratih mau kiss dong" mami Ratih mengambil babyi Chan dari tangan Yasmin.


Zie kini sangat kesal, karena biasanya Oma Ratihnya datang dan memeluknya tapi kini pada Oma itu seperti melupakannya.


"Oma" Zie cemburu dan ingin di gendong mama Sinta.


"Apa Zie" tanya mama Sinta menunduk karena Zie menarik dress yang ia pakai.


"Zie gendong Oma" kata Zie meminta Dev turun dari gendongan sang Oma dan mengendongnya saja.

__ADS_1


"Oma gendong adik dulu" kata mama Sinta menggoda Zie.


"Oma" Zie terus menarik baju mama Sinta dan melompat-lompat agar mama Sinta memeluknya.


"Ya udah bentar, adiknya Oma letak di box dulu" kata mama Sinta.


"Ini namanya siapa ya?" Mami Ratih bingung dengan bayi yang ia gendong.


"Itu Chan Mi" Damar pergi dan mengambil bolpoin.


"Damar tulis namanya di setiap jidat para baby ini biar Mami tau" kata Damar dengan bolpoin yang sudah ia pegang.


"Mas apa sih, perasaan Mas punya ide nggak ada yang bener deh" Yasmin jadi kesal pada Damar.


"Biar nggak bingung yang" kata Damar.


"Iya tapi nggak di jidat juga di tulisnya Mas" Damar lagi-lagi hanya bisa menarik nafas, entah sudah berapa kali untuk hari ini saja tapi yang jelas semenjak baby mereka lahir Damar memang banyak mengeluarkan ide konyol.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2