ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
234


__ADS_3

"Yank, mas kenapa punya firasat enggak enak ya?" Damar kasak-kusuk perasaannya tidak tenang.


"Kenapa Mas?" Tanya Yasmin yang duduk di samping Damar.


"Nggak tahu yang, Zie sama Mama lama banget ya pulangnya"


"Yang coba telepon Mama" pinta Damar.


"Iya Mas" Yasmin mengambil ponsel yang tergeletak di hadapannya dan mencari kontak sama mertua tapi sayang ponsel mama Sinta tidak aktif.


"Gimana yang?" Tanya Damar.


"Mas ponsel Mama nggak bisa dihubungi" Yasmin ikut panik apalagi Zie ikut bersama mama Sinta.


Dan tiba-tiba ponsel Damar berdering, ia melihat tidak ada nama si penelpon tersebut.


"Halo" jawab Damar dengan suara berat dan tertahan.


..........


"Anda jangan main-main dengan saya!" Jawab Damar.


BIIP.


Panggilannya terputus sepihak oleh si penelepon.

__ADS_1


"Mas kenapa?" tanya Yasmin yang melihat raut wajah Damar yang mendadak berubah.


Damar menatap Yasmin ia tidak mungkin mengatakan pada istrinya itu kalau Putri mereka dan mamanya sedang disandera oleh seseorang, Damar tidak mau Yasmin menjadi sok apalagi keadaan Yasmin tengah mengandung dan hal itu bisa berdampak fatal pada kandungan Yasmin nantinya.


"Mas ada kerjaan, mas keruang kerja sebentar ya"


"Iya mas"


Yasmin merasa aneh dengan suaminya namun yang terus saya percaya saja. Sementara Damar yang sudah masuk ruangannya segera menghubungi Adam.


"Dam lu dimana?" Tanya Damar dengan to the point saat panggilannya sudah terhubung.


"Di jalan bos, perjalanan mau pulang" jawab Adam yang masih berada di rumah Sela.


"Lu sama Sela?"


"Lu bawa lagi Sela kemari buat temen Yasmin, mama sama Zie disekap Handoko brengsek itu" kata Damar menjelaskan dengan cepat agar tidak memperlambat waktu.


"Ok" ada mematikan panggilannya dengan sengaja lalu ia kembali masuk ke rumah Sela.


"Kok lu belum balik kita banget di rumah gue" kesal Sela.


"Sel, saya tidak punya banyak waktu. Kamu sekarang ganti baju dan ikut saya" kata Adam yang juga sangat khawatir pada Mama Sinta dan si kecil Zie.


"Ogah" Sela menolak.

__ADS_1


"Sela kamu temani Yasmin di rumah, Zie dan mama Sinta di sekap" tampaknya Adam tidak bisa menyembunyikan hal itu dari Sela, sebab tidak ada waktu untuk berdebat. Mengingat wajah Zie yang membuat menangis membuat Adam merasa emosinya memuncak.


"Di culik?" Sela masih mencerna ucapan Adam dengan sangat terkejut.


"Sel, cepat kita tidak punya banyak waktu" tutur Adam.


"Iya" Sela berlari ke kamar dan memakai baju apa saja yang dekat dengannya.


"Bunda, Sela sama Adam pergi ya" teriak Sela.


"Loh mau pergi lagi?"


Tiba-tiba Bunda Lesti keluar dari kamar sambil membetulkan kerudungnya saat mendengar suara sang anak malam-malam baru pulang tapi sudah pamit pergi lagi.


"Iya bunda, Yasmin sakit dan dia pengen Sela di sana" bohong Sela.


"Ya sudah hati-hati" kata Bunda Lesti. Kini Adam dan Sela sudah dalam perjalanan menuju kediaman Damar.


"Sela kamu jangan bilang Yasmin tentang penculikan ini ya" tutur Adam mengingatkan Sela sebelum keduanya turun dari mobil.


"Loh, jadi Yasmin ngga tau?"


"Nggak, Yasmin lagi hamil terus sekarang dia lagi sakit. Jadi Damar minta di rahasiakan sampai Zie dan mama di bawa pulang, kamu mengerti kan?"


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2