
Langit menghubungi Axel kembali untuk menanyakan istri nya lagi.
"Bagaimana istri saya?" Tanya Langit.
"Nyonya Zie tidak berada di rumah bos, adik dari nyonya Zie kini keluar untuk mencari nyonya. Sedangkan untuk keberadaan nyonya Zie sendiri saya belum mengetahui nya hingga saat ini bos" jawab Axel di sebrang sana.
"Saya tidak mau tau, kau harus bisa menemukan Zie sekarang juga!" Bentak Langit, lalu Langit menutup telepon nya.
*RUMAH KELUARGA WIJAYA
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Zie yang pamit menginap ke rumah teman nya karena ada acara kuliah, namun hingga saat ini masih belum pulang membuat sang ayah dan bunda nya semakin khawatir.
"Kenapa sampai jam segini Zie belum pulang?" Tanya ayah Damar.
"Bunda nggak tau yah, bunda udah coba hubungin Zie terus tapi nomor nya tetep nggak aktif?"
"Kenapa kamu ijinin dia pergi saat kondisi nya harus butuh istirahat?" Tanya ayah Damar dengan nada yang menahan emosi.
__ADS_1
"Kalo bumil di rumah terus kan malah setres yah takut nya" jawab bunda Yasmin dengan sedikit ketakutan.
"Tapi apa ini buktinya?" Ucap ayah Damar dengan nada membentak.
"Ayah, cukup!!!" Teriak Devano ketika mendengar pertikaian ayah dan bunda nya.
"Udah, biar Dev aja yang cari kak Zie!" Ucap Devano seraya meninggalkan orang tua nya lalu menuju mobil nya.
Di tempat Lain, Zie sedang memikirkan permasalahan yang saat ini memenuhi isi kepala nya. Suami yang Zie pikir sudah menerima nya sebagai istri nya dengan tulus dan sepenuh hati, suami yang sangat mencintai nya namun tidak dengan sekarang, keadaan membuktikan bahwa dia masih bermain api di belakang Zie. Zie sangat kecewa dengan sifat Langit yang sesungguhnya, Zie sudah membulatkan tekad jika ia sudah tak mau bersama dengan Langit lagi.
Namun Zie berpikir ulang mengenai niat kabur nya, benar kata Sindy jika ia sudah tak memikirkan Langit namun minimal ia harus memikirkan keluarga nya yang juga sangat menyayangi nya. Akhirnya ia bertekad untuk besok pulang dan bertemu dengan keluarga nya kembali.
"Ayolah kak Zie, pulang lah. Ayah dan Bunda sangat menghawatirkan mu" monolog Devano seraya mebentur kan kepala nya sendiri dengan setir mobil karena sudah merasa sangat frustasi.
KE ESOKAN NYA
Zie mengemasi barang nya dan bersiap kembali ke rumah nya, namun di tengah perjalanan ia mengurungkan niat untuk pulang ke rumah nya.
__ADS_1
"Lebih baik aku ke rumah Oma aja, kalau pulang aku pasti nanti akan bertemu dengan mas Langit" ucap Zie dalam hati.
Saat sesampai nya Zie di rumah Oma dan Opa nya, Zie langsung di sambut dengan pelukan dan ciuman manja seperti ia saat kecil dulu.
"Oma sama Opa seneng banget deh Zie main kesini" ucap Oma dengan gembira karena ia belum mengetahui mengenai permasalah Zie yang pergi dari rumah.
"Zie bukan main Oma, tapi Zie pengen nginep disini boleh? Soal nya Zie udah kangen banget tinggal disini" Jawab Zie dengan alasan lain karena tak mau Oma dan Opa nya mengetahui permasalahan nya.
"Boleh dong sayang" jawab Oma dengan sangat girang hingga ia tidak memikirkan alasan yang di berikan Zie.
Keberadaan Langit kini sudah kembali ke negara nya, dan dari bandara ia langsung bergegas untuk pulang dan berharap istri nya sudah berada di rumah untuk menyambut kepulangan sang suami yang biasa Zie lakukan.
Namun apa di kata, harapan Langit pun pupus saat ia sudah sampai di rumah namun tidak melihat keberadaan sang istri.
"Ayah, bunda.. Zie belum pulang sampai sekarang?" Tanya Langit.
Bunda Yasmin dan Ayah Damar bingung dengan pertanyaan Langit, bagaimana dia bisa mengetahui jika Zie pergi dan belum pulang hingga saat ini.
__ADS_1
"Nak maaf jika bunda ikut campur urusan kalian, tapi kalau bunda boleh apa kalian sedang ada masalah yang membuat Zie seperti ini?" Tanya bunda Yasmin karena paham dengan gelagat Langit seperti orang yang panik.
tunggu kelanjutannya ya