ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 102


__ADS_3

"Kalau mas pilih dia Zie nggak apa-apa kok, Zie bisa rawat anak kita sendirian" ucap Zie lagi.


"Zie.. dengerin aku dulu!" Ucap Langit dengan suara lebih keras agar Zie mau mendengarkan nya.


"Meski kamu nggak akan percaya, aku akan tetep jelasin semua nya sama kamu" kata Langit dengan menatap pekat mata Zie.


"Kejadian itu semua berawal dari aku meeting di sebuah restoran membahas mengenai proyek kerja sama yang baru, selesai meeting aku langsung pulang. Tapi sebelum pulang, tiba-tiba ada Winda disana dan dia memaksa ku duduk sebentar dengan alasan ingin berbicara suatu hal yang penting untuk terakhir kali nya. Disitu aku merasa sedikit iba pada nya dan akhir nya aku duduk sebentar dengan nya, tapi ternyata keputusan yang ku ambil salah. Rasa iba ku pada nya membuat nya memanfaat kan keadaan ini" jelas Langit.


"Aku bersumpah demi anak kita, aku berkata sejujur nya dan tidak ada yang aku tutupi. Aku saat mengatakan akan menyelesaikan hubungan ku sama dia, aku juga mengatakan yang sejujur nya pada mu" ucap Langit lagi.


Zie hanya diam saja tak menjawab sepatah katapun saat mendengarkan penjelasan dari Langit.


"Kalau kamu masih belum percaya, mas bisa panggilkan seseorang yang meeting sama mas di restoran itu. Mas juga bisa panggilkan Winda biar dia juga bisa mengakui kesalahan nya di depan kamu langsung" ucap Langit seraya memegang wajah Zie dengan kedua tangan nya agar membuat Zie yakin dan mau percaya pada nya. Namun Zie tetap saja tak menjawab ucapan Langit, ia malah berjalan masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.


Oma Sinta dan Opa Hardy mengetahui masalah Langit dan Zie, namun mereka berdua lebih memilih diam dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah rumah tangga nya sendiri.


"Sayang.." panggil Langit.

__ADS_1


"Hm.." jawab Zie.


"Mas nggak akan paksa kamu buat pulang dan ikut mas sekarang, mas bakal biarin kamu buat tenangin pikiran kamu dulu. Tapi kalau kamu udah ngerasa tenang, kamu bilang ya nanti mas langsung kesini" ucap Langit seraya mencium kening Zie lalu beranjak berdiri untuk pulang.


Baru beberapa langkah Langit berjalan, Zie tiba-tiba mengehntikan nya.


"Tunggu" ucap Zie dan sontak membuat Langit berhenti lalu menoleh ke arah Zie.


"Zie mau pulang" ucap Zie lagi dan kini ia sudah berdiri untuk mengikuti Langit.


"Oma Opa, Zie pamit pulang dulu ya" pamit Zie.


"Iya sayang, kamu sering-sering main kesini lagi ya sama ajak suami kamu juga" ucap Oma Sinta.


"Iya Oma, maafin Zie ya kalau kemarin-kemarin Zie udah ngerepotin Oma sama Opa" kata Zie.


"Nggak kok, nggak ada yang ngerepotin kalau buat cucu Oma sama Opa tersayang ini" jawab Opa Hardy seraya mengelus puncak kepala sang cucu nya.

__ADS_1


Akhir nya mereka berdua pun pulang bersama, dan setelah sampai. Ayah Damar menunggu nya di ruang tamu, ia sangat penasaran apakah menantu nya itu berhasil membujuk putri nya untuk mau pulang bersama.


"Assalamualaikum.." ucap Zie.


"Waalaikumsalam.." jawab Ayah Damar dan Bunda Yasmin secara bersamaan.


"Zie kamu pulang nak" ucap Bunda, ayah Damar dan bunda Yasmin langsung mendekati Zie dan langsung memeluk putri nya itu. Mereka sangat senang karena Zie mau pulang, itu arti nya rumah tangga sang putri nya kini sudah membaik.


"Maafin Zie ya ayah, bunda" ucap Zie.


"Iya sayang, bunda sama ayah udah maafin kamu. Lain kali kamu nggak boleh kabur-kaburan seperti ini lagi ya, meskipun kamu sudah menikah dan sudah menjadi tanggung jawab suami kamu tapi ayah dan bunda tetep khawatir sekali jika ada apa-apa dengan kamu" ucap Ayah Damar.


"Oh iya, bunda udah masakin Steak daging kesukaan kamu dan bunda juga udah masakin ayam mentega kesukaan nak Langit" ucap bunda seraya menarik Zie dan Langit menuju meja makan.


Langit senang sekali mendapatkan mertua sebaik ayah Damar dan bunda Zie, mereka berdua tidak pernah membedakan anak dan menantu nya. Selain itu, setelah ada masalah kemarin mereka berdua juga tak memojokan nya sama sekali bahkan malah memberi wejangan dan solusi terbaik menurut mereka.


...Ye akhir nya baikan juga, Semangat ...

__ADS_1


__ADS_2